Psikologi UMM Inisiasi Pendampingan Lanjutan Sekolah ADEM Daerah 3T

Setelah sukses menjalankan program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) 2017 lalu, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menindaklanjuti program ini dengan menginisiasi pendampingan lanjutan kepada 32 sekolah di Papua dan Papua Barat penyelenggara ADEM daerah 3T (tertinggal, terpencil, terluar). “Daerah-daerah 3T merupakan bagian wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sampai saat ini masih kurang memiliki akses pendidikan yang baik. Kondisi infrastruktur yang terbatas di daerah 3T menyebabkan pendidikan semakin tidak merata, sehingga anak-anak dari daerah 3T kurang merasakan pendidikan yang layak,” terang ketua prodi Psikologi, Siti Maimunah, S.Psi. MM., MA. Materi pendidikan yang baik ditunjang dengan fasilitas yang memadai, kata Siti, dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam bidang akademis, dan kompetensi ini dapat mengarahkan siswa untuk mengetahui minat dan bakatnya. Namun tidak dengan siswa program ADEM 3T, keterbatasan materi pendidikan yang diterima di daerahnya sedikit menyulitkan mereka dalam memahami potensi yang dimiliki. “Oleh karena itu, diperlukan bantuan tes minat dan bakat bagi siswa program afirmasi pendidikan menengah untuk menggali potensi siswa dan membantu mereka untuk berhasil dalam studinya. Sehingga upaya pemerintah dalam melakukan penyetaraan pendidikan sebagai wujud mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terwujud,” jelasnya. Disampaikan Siti, capaian dari kegiatan ini adalah laporan kondisi setiap peserta didik mengenai kemampuannya masing-masing pada bidang tertentu sesuai dengan minat dan bakatnya. Laporan ini, kata Siti, dapat menjadi informasi atau data bagi sekolah yang dituju, sebagai dasar bagi sekolah atau guru dalam memberikan penanganan dan layanan pendidikan yang komprehensif. “Secara spesifik, laporan hasil siswa kelas X dapat dijadikan bahan acuan dalam membimbing dan mengembangkan potensinya selama masa studi sesuai dengan hasil tes dan jurusan yang diambil. Sedangkan bagi siswa kelas XII dapat sebagai dasar dalam pengambilan jurusan di perguruan tinggi,” urai Siti. Fakultas Psikologi UMM, sambung Siti, telah banyak menjalin kerjasama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta dalam melakukan kegiatan yang sama. Oleh karena itu Fakultas Psikologi UMM sangat berkompeten dalam melakukan kegiatan identifikasi potensi siswa melalui asesmen potensi kecerdasan, minat dan bakat siswa. “Melalui aspek-aspek tersebut akan diperoleh gambaran yang komperhensif tentang minat bakat siswa yang selanjutnya pemerintah melalui Direktorat Pendidikan Khusus Layanan Khusus dapat mengembangkan potensi positif dari siswa sehingga menjadi siswa yang berprestasi baik akademik maupun non-akademik,” tandasnya. (vin)

UMM Edukasi Masyarakat Bijak Bersosial Media di Tahun Politik

Membahas tentang sosial media berarti pula membahas kemajemukan pemikiran para penggunanya. Sosial media juga merupakan wadah bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menyampaikan opininya. Hal tersebut terbukti sejak tahun 2010, masyarakat kita mulai dipercobakan dengan istilah post-truth. Post-truth merujuk pada suatu keadaan di mana emosional seorang individu lebih berpengaruh dari pada fakta objektif dalam membentuk opini. Post-truth merupakan buah dari massifnya penggunaan sosial media di tengah masyarakat kita. “Saat ini sosial media adalah salah satu alat penentu irama kita dalam meyakini sesuatu, tak luput juga dalam beragama,” jelas Rohman Budijanto Direktur Eksekutif The Jawa Pos Institute of Post-Otonomi (JPIP) pada agenda Buka Bersama Media dan Jajaran Pers, Selasa (5/6). Pada acara yang dihelat oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, Rohman Budijanto atau yang lebih akrab disapa Roy ini menyampaikan ulasan-ulasannya tentang bagaimana masyarakat Indonesia yang beragam ini mulai bangkit dalam menciptakan opini-opini yang diharapkan dapat menjadi sebuah kepercayaan bagi masyarakat luas. “Apa yang tergambar di sosial media masyarakat kita saat ini adalah rupa kepedulian masyarakat kita terhadap fenomena yang ada di tengah masyarakat,” tutur pria kelahiran Magetan lima puluh tahun silam ini. Roy menyampaikan banyak sekali dari opini itu megarah pada diskusi yang tidak jelas. Lebih lanjut, Penasihat Lembaga Informasi Komunikasi (LIK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur ini juga menguraikan bagaiman sosial media menjadi media yang sangat empuk untuk membahasa tahun yang paling dinanti oleh masyarakat yakni, tahun Politik. “Tidak ada tahun yang paling dinanti kecuali tahun ini, yaitu tahun Politik. Di tahun ini, sosial media akan menjadi bagian penentuan pendapat masyarakat dalam berpolitik,” ucapnya. Di akhir, penulis buku Amplop Adalah Candu Bagi Jurnalis ini memaparkan padangannya tentang bagaiman gejolak politik di sosial media akan sangat berimbas kepada padangan berpolitik seluruh lapisan masyarkat. Ia pun berharap masyarakat tetap cerdas menyikapi berbagai isu yang berkembang di sosial media. “Harapannya, masyarakat menjadi lebih cerdas dan tidak dengan mudah terpengaruhi oleh hal-hal negatif dari bersosial media itu,” pungkasnya. (nis/sil)