Arema Eratkan Silaturahim dengan Kampus Putih

Arema FC dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah dua instansi yang sudah lama memiliki sejarah kedekatan yang begitu dalam. Selasa, (10/7) pihak Arema FC kembali mengunjungi Kampus Putih untuk menyambung tali silaturahim. Rektor UMM, Fauzan menyambut kedatangan tim kebanggaan arek Malang tersebut. Diwakili oleh salah satu pendiri Arema FC Ovan Tobing, Manajer Media Officer Arema FC Sudarmadji dan Manajer Bisnis Arema FC Inal Fitriandi silaturahim berlangsung hangat. Rektor UMM Fauzan menyampaikan, pihaknya senang dan terbuka dengan hubungan baik dan kerjasama yang terus dijalin. “UMM senang jika dapat kesempatan terus berkolaborasi dengan Arema,” katanya. Media Officer Arema FC Sudarmadji menyampaikan pihaknya sangat berkeinginan untuk bisa kembali bekerjasama dengan UMM. Ia pun bersyukur, niat baik ini kembali mendapat sambutan hangat. “Alhamdulillah kita sangat bersyukur karena UMM punya sejarah Panjang dengan Arema, jadi tidak sulit untuk kita menjalin kerja sama dengan UMM,” ujarnya. Silaturahim kemudian ditutup dengan penyerahan jersey baru Arema kepada Fauzan sebagai simbol persaudaraan antara UMM dengan Arema FC.(gan/sil)
Apresiasi Karya Mahasiswa, Ikom UMM Gelar Festival Film
Ditengah terpaan arus modernisasi, orang tua dihadapkan pada tantangan untuk menyajikan tontonan yang ramah anak. Melihat hal tersebut, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (Ikom) peminatan Audio Visual (AV) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar festival film bertajuk Pesta Film Anak. Berlokasi di Aula BAU, Senin (9/7) festival film berlangsung meriah. Disambut antusiasme penonton dari kalangan internal dan eksternal kampus, acara terbagi menjadi tiga sesi. Setiap sesi diputarkan 4 film. Novin Farid Setyo Wibowo selaku kepala Laboratorium Ikom mengharapkan film-film yang diputar dalam festival bisa menjadi konten positif terutama bagi penonton usia anak-anak. Menurutnya, konten yang sesuai usia akan membantu perkembangan anak dalam memandang sesuatu maupun bertindak sesuatu, sehingga tercipta generasi yang lebih beradab. “Ini merupakan bentuk literasi melalui medium audio visual untuk memberikan kesadaran atas tontonan yang sekaligus menjasi tuntunan sebagai jawaban atas minimnya tayangan anak yang mendidik,” pungkasnya. Selain menyajikan film anak-anak, pada acara ini juga dilakukan pembagian buku-buku fiksi anak. Buku-buku tersebut diberikan kepada penonton anak-anak yang tak lain merupakan inisiatif mahasiswa AV guna memberikan bacaan yang sesuai dengan usia penonton. “Acaranya mulai pagi sampai sore, diawali dengan berbagi buku-buku fiksi bertema anak kemudian pemutaran film dulu sebanyak tiga sesi dan awarding,” pungkas Sanas, Ketua Pelaksana Pesta Film Anak tersebut. (apn)