Menteri PUPR Ajak Wisudawan UMM Tingkatkan Pembangunan Infrastruktur Menuju Indonesia Maju

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar perhelatan Wisuda ke-89 Periode III tahun 2018 pada Sabtu (25/8). Sebanyak 2.153 wisudawan yang terdiri dari lulusan Diploma III; Sarjana Strata I; Sarjana Strata II; Doktor Strata III dan Program Profesi diwisuda pada periode ini. Hadir pada wisuda kali ini Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basuki Hadimuljono memberikan orasi ilmiah mengenai pembangunan infrastruktur untuk Indonesia maju. Dalam paparannya, Basuki menyampaikan bahwa pemerintah sedang bekerja keras untuk membangun Indonesia Maju. Banyak program infrastruktur pemerintah yang dibangun untuk memperkokoh pondasi bagi lompatan kemajuan. Infrastruktur yang dibangun pun tidak hanya untuk pembangunan ekonomi saja, tetapi juga demi pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan. Sejalan dengan hal tersebut, Basuki mengajak kepada para wisudawan untuk melanjutkan dan meningkatkan capaian menuju Indonesia Maju yang semakin kokoh saat ini. “Saya yakin, dengan bermodalkan pondasi kemajuan yang diletakkan dalam beberapa tahun terakhir ini, Indonesia akan melakukan lompatan kemajuan. Lompatan tersebut terletak pada daya juang, kreativitas dan dedikasi dari generasi muda seperti wisudawan dan wisudawati yang hadir,” tuturnya. Selain itu, Basuki juga menyampaikan bukan hanya membawa Indonesia yang maju, para generasi muda bangsa juga harus turut serta membangun dunia Islam yang maju. “Sebagai negara muslim terbesar di dunia, mari tunjukkan bahwa kita bisa berbuat banyak dan mampu menjadi rujukan kemajuan bagi negara-negara muslim. Kita layak menjadi pemimpin negara-negara Muslim dan saya yakin kita bisa,” ujar Basuki. Berbagi motivasi dihadapan para wisudawan, pria penuh prestasi di bidang infrastruktur tersebut juga menyampaikan beberapa corporate culture insan pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang dapat menjadi inspirasi para wisudawan. Diantaranya adalah insan harus memiliki akhlakul karimah, menanamkan jiwa profesionalisme, menambah bekal ilmu dan pengetahuan serta memiliki jiwa seni untuk menumbuhkan keberanian. Dengan ini, lulusan UMM dapat memiliki kepedulian pada lingkungan sekitar. “37 tahun lalu saya diwisuda seperti Saudara. Jadi 30 tahun lagi Saudara harus berada disini (podium.red) untuk menggantikan saya, Bapak Malik Fadjar atau Mendikbud Muhadjir Effendy. Masa depan Indonesia di pundak Saudara-saudara. Inilah saatnya Saudara bersimpuh kepada Ibu Pertiwi, berjanjilah untuk memberikan yang terbaik untuk Indonesia tercinta,”serunya. Usai menyampaikan paparannya, Basuki bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy, Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) UMM Malik Fadjar dan Kepala Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Bisma Staniarto meninjau lokasi rencana pembangunan Rumah Susun Sederhana Mahasiswa (Rusunawa) di Rumah Sakit (RS) UMM ditemani oleh Djoni Djunaedi selaku Direktur Rumah Sakit UMM. Pembangunan rusunawa yang tengah berlangsung hingga Desember mendatang mendapat sambutan yang baik dari semua pihak. Dalam sambutannya pada peletakkan batu pertama di lokasi pembangunan Basuki menyampaikan bahwa kualitas pendidikan harus diiringi dengan pembangunan berkelanjutan. Dan UMM menjadi pihak yang telah turut serta mewujudkan hal tersebut. “Ini prestasi bersama yang harus kita dukung, semua prasarana pendidikan untuk mencapai mutu yang baik termasuk yang akan dibangun ini,” tambahnya. Rusunawa ke 3 UMM yang akan dibangun saat ini adalah rusunawa Tipe 24 yang memiliki empat lantai dengan kapasitas 196 mahasiswa. Pembangunan rusunawa ini akan rampung pada awal Desember tahun ini yang artinya lebih cepat tiga minggu dari perencanaan yang ditetapkan. Sementara itu Rektor UMM Fauzan menyampaikan bahwa para wisudawan periode ini telah diasah baik dari sisi skill dan soft skill. Hal ini hendaknya dapat menjadikan mereka mampu memainkan peran dimasyarakat dan berkompetisi dengan yang lain. “Jadikan ini sebagai bekal awal untuk berkompetisi di tengah-tengah persaingan global,”tegasnya. (Humas UMM)
UMM dan Ristekdikti Kawal Akreditasi Jurnal Ilmiah PT

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ( RISTEKDIKTI ) menerbitkan peraturan baru No. 9 Tahun 2018 mengenai Akreditasi Jurnal Ilmiah dan Kebijakan dalam Pengolahan Jurnal. Bersama dengan Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sosialisasi dan penyerahan akreditasi jurnal untuk wilayah Jawa Timur dilaksanakan pada Jumat (23/8) di Aula Teknik UMM. Acara tersebut dihadiri oleh 76 penulis Jurnal dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta di 11 kota yang berada di Jawa Timur. ”Jurnal adalah sebuah karya dari dosen sebagai seorang pendidik sekaligus ilmuwan. Sebagai seorang ilmuwan kita mempunyai tugas untuk mengembangkan ilmu pengatahuan. Cara mengembangkan ilmu tersebut adalah melalui riset yang hasilnya nanti harus juga dipublikasikan,” ungkap Wakil Rektor 1 UMM. Dr. Lukman selaku Kasubdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah DIKTI menyampaikan sosialisasi ini membahas bagaimana DIKTI siap membantu semua dosen dalam menghasilkan jurnal ilmiah yang baik dan terakreditasi di nasional ataupun internasional. “Kami telah menyiapkan gratis biaya, panduan tulisan, dan bantuan server untuk perguruan tinggi yang belum memiliki server sekalipun, agar karya ilmiah di Indonesia terus meningkat dan semakin baik,” ujar Dr. Lukman untuk memotivasi para dosen yang hadir. Tidak hanya sosialisasi aturan baru tentang jurnal ilmiah, dalam acara ini juga ada 76 Jurnal yang telah dikategorikan kedalam peringkat dua hingga peringkat 6 yang akan diberikan pernghargaan berupa akreditasi. Akreditasi ini diharapkan menjadi tolak ukur para dosen untuk mampu menghasilkan jurnal yang kualitasnya lebih baik untuk memperbaharui peringkat akreditasi mereka. Acara sosialisasi dan akreditasi jurnal ilmiah seperti ini sangat penting diadakan. Selain untuk memperkenalkan aturan baru yang diterbitkan oleh DIKTI, acara ini juga mampu membantu para dosen untuk mengerti bagaimana pengolaan jurnal ilmiah yang baik dan benar agar para dosen tersebut terus berkembang lebih baik dalam bidang ilmu pengetahuan.(fen/sil)