Danrem dan Mahfud MD Bekali Ideologi Mahasiswa Baru UMM 2018

Pembukaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) 2018/2019 resmi dimulai dengan gelaran upacara di Helipad Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (3/9). Pesmaba merupakan kegiatan resmi yang diadakan tiap tahun oleh kampus putih UMM untuk mengenalkan seputar kehidupan kampus mulai dari dunia akademik, ekstrakulikuler hingga fasilitas yang tersedia. Dalam upacara tersebut, Komandan Komando Resor Militer 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo selaku inspektur upacara berpesan kepada mahasiswa baru tentang berbagai tantangan di era yang pesat perkembangan teknologi ini. Beberapa diantaranya soal narkoba dan penggunaan media sosial yang fungsinya banyak disalah gunakan. Misalnya, sarana menyebar berita bohong dan membuka peluang berkembangnya paham-paham baru radikalisme.  “Saya ingin mengajak adik-adik mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa untuk dapat lebih bijaksana dalam menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi informasi,” tuturnya. Usai upacara pembukaan yang juga dimeriahkan dengan Jas Merah Mob dengan formasi bertema kebangsaan Merah-putih, KH Ahmad Dahlan, Logo UMM, Students Today Leaders Tomorrow, Peta Indonesia dan Pray for Lombok acara dilanjutkan di UMM Dome. Dibuka dengan penampilan video kedatangan Rektor UMM Fauzan yang dikemas istimewa dengan mengendarai pesawat khusus, acara diisi dengan orasi ilmiah oleh Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Mahfud MD. Dalam sambutannya, Mahfud berpesan pada mahasiswa baru agar dunia perkuliahan dimanfaatkan sebaik mungkin, tidak hanya mengejar sarjana melainkan juga menjadi sujana, yakni orang yang berbudi dan bijaksana. “Jangan cukup menjadi sarjana, tetapi jadilah cendekiawan  yang bukan hanya pintar tapi baik budi dan hatinya,” ujar Mahfud. Mahfud pun menekankan pentingnya budi pekerti luhur yang harus dimiliki mahasiswa. Menurutnya tidak jarang pejabat pemerintahan yang sarjana tetapi tidak memiliki sujana. Salah satu efeknya, menyebabkan maraknya korupsi dimana-mana. Ia pun menyanjung A. Malik Fadjar mantan rektor UMM yang beberapa kali dipercaya menduduki jabatan menteri sebagai sosok yang inspiratif bagi generasi muda. “Pak Malik harus anda ambil sebagai role model. Karena tangan dinginnya beliau membesarkan UMM, menjadi Menteri Agama, Menteri Pendidikan Nasional Indonesia , Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Pak Malik ini pinter,  setiap bicara dikutip media, para pejabat juga sering datang konsultasi tapi sikapnya masih bersahabat,”tambahnya. Rektor UMM Fauzan menyampaikan, hadirnya Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo dan Mahfud MD diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi para mahasiswa baru. Ia pun mencontohkan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas  (BEMU) dan Senat Universitas (Semu) yang dapat menjadi salah satu pijakan untuk melatih jiwa kepemimpinan. “Kami harap nantinya saudara-saudara akan ada di depan sini, menjadi Ketua BEMU untuk mengawali langkah sebagai negarawan. Pak Mahfud ada di tengah-tengah kita semata-mata dimaksudkan untuk berbagi  inspirasi dengan saudara-saudara. Kelak minimal seperti beliau, entah laki-laki maupun perempuan menjadi pemimpin bangsa ini,”tegasnya. Pada tahun ajaran baru 2018/2019 UMM menerima sebanyak 7.500 baru dengan total mahasiswa asing sekitar 100 orang dari 30 negara. Selama empat hari ke depan Senin (3-6/9) mereka akan mengikuti berbagai rangkaian acara untuk mempercepat proses adaptasi dengan kehidupan kampus. (Humas UMM)

Mantap, Tajamkan Empati Kebangsaan Mahasiswa Baru Bentuk Formasi UMM for Lombok

Semangat generasi muda peduli bangsa menggema di Heliped Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Minggu, (2/9). Pada Pra Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pra Pesmaba) 2018, sebanyak 7500 mahasiswa baru UMM berkumpul dan membentuk Jas Merah Mob dengan berbagai formasi bertema kebangsaan antara lain Merah-putih, KH Ahmad Dahlan, Logo UMM, Students Today Leaders Tomorrow, Peta Indonesia dan yang istimewa adalah Pray for Lombok. Rektor UMM Fauzan menyampaikan, Jas Merah Mob ini menjadi salah satu media untuk meneguhkan kembali semangat para generasi muda, khususnya para mahasiswa baru UMM agar memiliki komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Karenanya, tema yang ditampilkan mengusung suasana kebangsaan. “Jadi bukan sekedar memberitahukan identitas UMM, tapi juga menegaskan bahwa UMM harus menjadi bagian dari masyarakat yang bertanggung jawab atas keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya. Menguraikan keistimewaan salah satu formasi yakni UMM for Lombok, Fauzan menambahkan bahwa ini menjadi bentuk empati UMM terhadap bencana gempa yang terjadi di Lombok. Melalui Jas Merah Mob tersebut UMM memvisualisasikan kepedulian, disamping juga mengirimkan tenaga dan bantuan dalam bentuk lain ke sana. “Kita harus mengingatkan kepada masyarakat luas, bahwa apa yang terjadi di Lombok itu tidak boleh hanya dirasakan oleh mereka yang ada di sana saja, tetapi yang lain juga harus ikut merasakan, termasuk generasi baru yang juga harus kita perkenalkan empati,”ujarnya. Pesmaba UMM dilaksankan Senin-Kamis (3-6/9). Gelaran ini menjadi  wadah untuk penciptaan psikologis mahasiswa baru agar cepat beradaptasi dengan dunia kampus. Melalui Pesmaba diharapkan proses adaptasi mahasiswa dalam masa transisi berlangsung lebih cepat. “Karena seperti kita tahu mereka ini kan anak-anak SMA, yang berbeda culture dengan mahasiswa. Dalam rangka menjembatani itu, maka Pesmaba adalah jawabnnya. Pesmaba ini isinya pengenalan, mulai fasilitas, studi, infrastruktur yang mendukung, termasuk juga bagaimana nanti ketika dia menjadi mahasiswa UMM,” papar Fauzan. Pada Pra Pesmaba hari ini, Fauzan menyampaikan harapannya kepada para peserta dan panitia agar pelaksanaan Pesmaba dapat berlangsung menyenangkan. Tak lupa ia pun mengingatkan  para mahasiswa baru untuk mulai membangun visi dan mimpi untuk mencapai cita-cita masing-masing. Bukan hanya itu, semangat berkompetisi juga ditegaskannya agar dapat selalu hidup didalam diri para mahasiswa. Fauzan menguraikan, selama 10 tahun UMM terus meraih Anugerah Kampus Unggul (AKU) dari Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah 7 Jawa Timur. Capaian membanggakan ini juga berkat prestasi para mahasiswa. Dalam kurun waktu satu tahun, tak kurang dari 600 prestasi mahasiswa ditorehkan. Selanjutnya menjadi konsekuensi logis untuk universitas memberikan penghargaan dan bantuan finansial maupun akademik bagi mahasiswa berprestasi tersebut. “Jika nanti saudara dapat menunjukkan suatu kinerja yang terukur, UMM tidak segan-segan memberikan reward. Ini dalam rangka memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk berkompertisi,”pungkasnya. Selain Jas Merah Mob yang membentuk berbagai formasi istimewa tersebut, pada Pra Pesmaba ini para mahasiswa baru juga meneriakkan yel-yel selama pembentukan formasi, yang berbunyi  Satu Nusa Satu Bangsa Indonesia dan Al-Islam Agamaku, Muhammadiyah Gerakanku.(Humas UMM)