Mahasiswa Saat Ini Harus Pandai Temukan Solusi

Menyongsong Revolusi Industri 4.0, Panitia Pengenalan Studi Mahaisswa Baru (Pesmaba) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyahb Malang (UMM)menghadirkan aktivis lingkungan Ranitya Nurlita pada hari kedua Pesmaba di Hall Dome UMM. Pada kegiatan ini, Ranitya yang pernah menempuh pendidikan di Intitute Pertanian Bogor (ITB), serta sudah malang melintang dalam hal isu-isu lingkungan tersebut, mengajak mahasiswa baru FISIP UMM terus produktif dan berperan dimasyarakat luas. “Mahasiswa Fisip UMM harus menjadi mahasiswa yang bermanfaat bagi banyak orang.Jika sudah lulus harus produktif semua, tidak hanya kuliah pulang tapi harus tahu apa masalah di masyarakat serta bisa memberi solusi,” ujar wanita asal Bojenegoro ini. Ranitya, yang menjadi pembicara utama Pesmaba FISIP UMM hari ke duaini telah lama malang melintang dan kaya pengalaman sebagai pekerja sosial. Saat ini, ia juga menjadi Founder ASEAN Reusable Bag Campaingn yang bergerak dalam inovasi permasalahan lingkungan. Ranitya pun berpesan agar mahasiswa baru Fisip UMM tidak gagap teknologi serta menggunakan media sosial dengan cara positif. Aktifis lingkungan ini juga menyampaikan agar mahasiswa baru FISIP UMM mempunyai projek inovasi terutama berbasis teknologi. Penting juga untuk tetap memelihara semangat pengabdian bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. “Kita harus selalu penasaran dan ingin tahu terhadap apa yang bisa disumbangkan oleh generasi mudabagi masyarakat,”tambahnya. Sebelumnya, Panitia Pesmaba FISIP UMM2018 mengangkat tema Revitalisasi Peran Mahasiwa Sebagai Modal Sosial di Era Revolusi Industri 4.0”. Topik ini dirasa menjadi permasalahan sosial masyarakat yang hangat akhir-akhir ini. Pada tahun 2018, jumlah mahasiswa baru FISIP UMM mengalami peningkatan menjadi1.550maba. Ini menjadi jumlah tertinggi dari seluruh fakultas di UMM.
Tahun 2018, 9 Ribu Mahasiswa Indonesia Kuliah di AS

Dewasa ini, banyak orang Indonesia yang berlomba-lomba untuk kuliah di luar negeri dengan dalih kualitas pendidikan yang lebih baik. Tidak jarang diantaranya yang menjatuhkan pilihan di negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Pada tahun 2018 ini, terdapat sekitar 9 ribu mahasiswa Indonesia menempuh studi di negeri tersebut. Hal ini disampaikan Christine Getzler Vaughan, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Konsulat Jenderal AS Surabaya. Christine demikian panggilan akrabnya menyampaikan bahwa saat ini ada sekitar 9000 orang Indonesia menempuh pendidikan di AS untuk jenjang S1, S2, dan S3. Jumlah ini terbilang sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa asal Tiongkok yang mencapai kisaran 100.000 orang. Ia pun berharap, melalui pameran pendidikan yang digelar EducationUSA Indonesia pada hari ini Kamis (13/9) di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), di semakin banyak mahasiswa asal Indonesia yang melanjutkan studinya di AS. “Setelah pameran ini, saya harap jumlah mahasiswa Indonesia di AS akan meningkat. Kami memberi kesempatan kepada mereka yang mempunyaI potensi besar untuk berkuliah di Amerika,” tandasnya. Pada kesempatan kali ini, EducationUSA Indonesia, menggandeng sebanyak 22 universitas ternama di Amerika untuk berpartisipasi dalam pameran, diantaranya Arizona State University, Marymount University, Michigan State University, Pennsylvania State University, University of Colorado dan New York University. Konsulat Jendral Amerika untuk Indonesia Timur, Mark McGovern menyampaikan bahwa tujuan diadakannya pameran pendidikan ini adalah untuk memperkenalkan universitas-universitas yang ada di Amerika kepada para mahasiswa Indonesia, khususnya di Malang. “Selain itu juga kami ingin mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan AS di bidang pendidikan,” katanya. Wakil Rektor I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin M.Si. menyambut baik apa yang disampaikan oleh McGoven. Secara khusus Syamsul pun berharap, pameran kali ini dapat memperluas peluang mahasiswa UMM untuk menempuh pendidikan di AS. “Ini adalah keempat kalinya UMM menjadi tuan rumah diadakannya pameran pendidikan USA. Saya berharap, kedepannya akan ada banyak mahasiswa UMM yang berminat melanjutkan pendidikan di Amerika,” pungkasnya. Pameran pendidikan USA atau yang dikenal dengan USA Education Fair merupakan acara rutin yang digelar setiap tahun dan terbuka untuk umum. Memasuki tahun keempat ini, pameran akan diadakan di dua kota di Indonesia, yakni Malang dan Jakarta. (lus/sil)