UMM Ajak Masyarakat Siapkan Konsep Urban Farming Sambut Zaman Millenial

Fishedupark Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memberikan sumbangsih kepada masyarakat yang ingin belajar dalam dunia perikanan. Kali ini Fishedupark mengadakan pelatihan budidaya ikan lele sistem bio natural (Biona) dan akuaponik dengan tema “The Real Urban Farming” pada Sabtu (22/9) di Laboratorium Perikanan UMM. Peserta yang hadir tidak hanya dari kalangan mahasiswa, namun juga dosen, penyuluh dan praktisi dalam dunia perikanan. Pada pelatihan ini, peserta mendapat edukasi dan bukti  mengenai konsep real urban farming yang berisi cara budidaya lele system Biona, pembenihan lele berdasarkan standart Cara Pembenihan Ikan Yang Baik (CPIB) dan juga praktek persiapan media air dan akuaponik. Hadir dalam kegiatan tersebut Ganjar Adhy Wirawan, S.Pi., MP dan Riza Rahman Hakim, S.Pi., M.Sc selaku pemateri, keduanya merupakan dosen Perikanan UMM. Menurut Ganjar konsep urban farming perlu disosialisasikan dan diaplikasikan mengingat di zaman milenial saat ini Indonesia sudah mulai mengalami pergeseran masyarakat yang secara produktif mampu menghasilkan produk pangannya sendiri. Disamping itu masyarakat muda Indonesia juga sudah mulai kurang berminat pada sektor perikanan. Padahal di negara lain, hal ini justru sedang mengalami peningkatan. “Tidak hanya itu, pemanfaatan lahan-lahan sempit seperti di kota-kota misalnya juga jadi alasan. Masyarakat dituntut untuk maksimal dalam memanfaatkan lahan sempit serta air yang terbatas agar dapat diolah dengan baik. Sehingga kita harus mengkonsepkan urban farming itu sendiri,” imbuh Ganjar dalam paparan materinya. Secara mendalam, tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan bukti nyata kepada masyarakat mengenai konsep real urban farming. Peserta diedukasi bagaimana mampu memproduksi ikan air tawar, khususnya ikan lele yang berkualitas baik dari sisi  kesehatan maupun mutu produknya. Kegiatan ini juga untuk meningkatkan kegemaran masyarakat terhadap produk perikanan, serta mengenalkan secara teknis Jurusan Perikanan FPP UMM kepada kepada masyarakat. Di lain kesempatan, Fadhilah Purna Agustin salah satu peserta pelatihan merasa sangat tertarik dan teredukasi dengan kegiatan ini, utamanya dalam pemanfaatan lahan yang ada. “Saya sangat tertarik dengan system Biona dan akuatik ini, karena saya ingin memanfaatkan kolam yang saya punya. Selain itu dengan adanya kegiatan ini, saya teredukasi mengenai system budidaya produk perikanan, manajemen pakan dan edukasi-edukasi lainnya,” papar salah satu peserta asal Plaosan, Kabupaten Malang tersebut. (bel/sil)

Termotivasi dengan Kakak Tingkat Hingga Menyabet Juara 1 Legal Opinion Law Competiton 2018

Komunitas Riset dan Debat Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki misi untuk meningkatkan mutu akademik mahasiswa yang tergabung di dalamnya. Hal ini yang mendasari komunitas tersebut untuk berproses bersama dalam kegiatan-kegiatan pada bidang kompetensi riset dan debat hukum yang dilakukan di dalam universitas maupun luar universitas. Kali ini, Komunitas Riset dan Debat berhasil mengantarkan dua timnya lolos pada tahap seleksi di Andalas Law Competition 2018 yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Andalas. Ialah Ratu Julhijah (19) mahasiswi asal Nusa Tenggara Barat yang berhasil keluar sebagai Juara 1 Legal Opinion Andalas Law Competition 2018 yang diselenggarakan pada (16-19/9) di ranah minang. Ratu berhasil menyabet juara dengan pendapat hukumnya yang berkaitan dengan permasalahan konflik sosial pertambangan panas bumi yang terjadi di wilayah Batu Bajanjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Sebelumnya ia telah mengirimkan bahan presentasi pada saat proses penyeleksian yang dilakukan pada sebulan sebelumya. Tak lama kemudian ia lolos seleksi dan dipanggil untuk mempresentasikan opini tersebut di depan dewan juri (18/9). Ia menyampaikan opini tentang legalitas izin PT Hitay Daya Energi dan PT dilihat secara hukum positif tidak memiliki izin usaha akan tetapi telah melakukan usaha lebih dulu. Berdasarkan hal tersebut, ia pun merekomendasikan para pejabat tinggi melakukan pengujian izin di PTUN. Mahasiswa Fakultas Hukum semester lina ini pun berhasil mengalahkan tujuh finalis lainnya dari berbagai universitas di Indonesia. Ratu sendiri mengikuti kompetisi tersebut karena motivasi awal ingin bisa menuliskan mengenai pendapat hukum yang sesuai dengan program studi yang ia ambil. Tidak hanya itu, ia juga mengaku termotivasi dengan progres kakak tingkatnya dalam mengikuti kompetisi-kompetisi legal opini. “Yang benar-benar menjadikan motivasi buat saya adalah saya melihat progres kakak tingkat saya, Febriansyah Ramadhan yang setiap kali ada kompetisi selalu ikut, baik penulisan dan legal opini. Jadi saya benar-benar termotivasi dan dalam kompetisi ini saya juga dibimbing olehnya,” tuturnya. Kompetisi ini merupakan pengalaman baru bagi Ratu dalam bidang karya tulis. Sebelumya beberapakali ia telah menjuarai kompetisi debat, salah satunya kompetisi debat regional timur dan kompetisi debat Mahkamah Konstitusi Nasional. Terakhir, ia juga bersyukur telah mengharumkan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang di tingkat nasional kali ini dan berharap kedepannya ada peningkatan mutu akademik setiap mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Riset dan Debat. “Alhamdulillah, kami sangat senang sudah bisa membanggakan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang. Kedepannya kami akan berproses bersama-sama dengan anggota Komunitas Debat dan Riset dalam peningkatan mutu aademik anggota kami.” ujarnya.