Doktrin Mahasiswa UMM untuk Sukses, Adji Watono: If I can do, you can do also
Pemilik kerajaan bisnis periklanan Dwi Sapta Grup, Adji Watono, hadir menggugah ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada gelaran Emtek Goes to Campus (EGTC) Di Hall Dome UMM, Kamis (27/9) siang. Adji hadir dalam sesi CEO Talk and Inspiring Practitioners. Kesuksesannya menahkodai hampir 37 tahun Dwi Sapta Group, terangkum dalam prinsip hidup yang Adji anut sedari muda. Di antaranya fight until the end, semangat untuk sukses dan kaya serta passion “Saya harus kaya” dan “Saya harus sukses”. Ia pun berpegang teguh pada pendirian yang dipegangnya, bahwa apapun pekerjaan yang dilakukan harus menjadi yang terbaik dan nomor 1. Mengutip tokoh panutannya, Robert Toru Kiyosaki, Adji menerapkan prinsip 4B: Think Big, Dream Big, Action Big, Result Big. “If I can do, you can do also,” ujar Adji meyakinkan para mahasiswa bahwa dengan segala keterbatasan yang dihadapi, jangan sampai membunuh impian-impian yang telah dibuat. “Kamu mesti punya keyakinan kepada kemampuan diri sendiri, you are to be succes!” serunya. Berkat sepak terjangnya mengembangkan usaha, Adji bahkan sempat dibuatkan buku biografi tentang perjalanan kesuksesan membangun kerajaan bisnis iklannya. Buku biografi berjudul “Kisah Sukses TUKANG FOTO menjadi BOSS ADVERTISING: Pengalaman 35 tahun Membangun Dwi Sapta” yang terbit di tahun 2016 tersebut, banyak membongkar resep-resep dan strategi Dwi Sapta dalam membangun merek klien-klien yang ditanganinya. Selain membagikan cerita jatuh-bangunnya mendirikan kerajaan bisnis, Adji juga berbagi rahasia di balik dapur, sehingga perusahaan pemasarannya mampu bertahan di tengah gempuran era digitalisasi. “Ialah digital, creativity, and ideas can make you to be success,” tandasnya. (can/sil)
FKIP UMM Mulai Program PPG Dalam Jabatan Batch 2

Sebanyak 109 Guru Dalam Jabatan dari seluruh Indonesia mengikuti orientasi Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Batch 2 di Aula BAU UMM, Kamis (27/9). Koordinator program Trisakti Handayani menyampaikan, para peserta tersebut nantinya akan mengikuti rangkaian kegiatan yang terdiri dari pengayaan materi dan praktik. “Selama lima minggu peserta akan mengikuti pengayaan materi di kelas dan dilanjutkan dengan praktek lapangan selama tiga minggu,” ujarnya. Sementara itu dalam sambutannya Dekan FKIP UMM Poncojari Wahyono menegaskan agar peserta selalu mengedepankan keseriusan dan kesungguhan dalam nuansa kegembiraan. “Ini agar seluruh peserta, bapak ibu guru yang mengikuti program berhasil dengan memuaskan,”tambahnya. Rektor UMM Fauzan dalam pengarahannya menekankan bahwa seorang guru adalah pejuang bagi bangsa karena mampu mengantarkan putra-putri orang lain meraih sukses, disamping mendidik anak kandung sendiri. “Bapak dan ibu guru adalah kunci keberhasilan pendidikan Indonesia,” tandasnya. Fauzan juga menyampaikan, pentingnya posisi guru sebagai manajer dalam manajemen pengelolaan sumber daya manusia dalam dunia pendidikan. Ia pun berpesan agar para guru tidak lelah terus membina anak didiknya, terutama dalam hal budi pekerti. “Pendidikan yang utama adalah tentang adab. Anak-anak sekarang kalau mencaci maki lewat pesan merasa tidak berdosa, apalagi pakai motor seenaknya saja tanpa memperhatikan keadaan jalan,”tandasnya. (Humas UMM)
Bukan Spoiler! Mahasiswa UMM Bakal Adu Akting di Film Yowis Ben 2

Kemeriahan dan kejutan Emtek Goes to Campus (EGTC) 2018 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memang tak ada habisnya. Kali ini, kabar membanggakan datang dari empat mahasiswa UMM yang bakal terlibat dalam pembuatan film Yowis Ben 2 besutan YouTuber kenamaan, Bayu Skak. Bayu Skak sebagai salah satu inspirator muda dalam gelaran EGTC hari ke-2, Rabu (27/9) kemarin, dalam pembicaraannya usai sesi tanya jawab mengajak empat peserta yang bertanya untuk turut terlibat dalam pembuatan film yang 80 persen menggunakan bahasa Jawa itu. Yowis Ben merupakan film drama-komedi Indonesia yang dirilis pada 22 Februari 2018. Film ini dibintangi oleh Bayu Skak, Brandon Salim, Cut Meyriska, Joshua Suherman, serta Tutus Thomson dan disutradarai oleh Fajar Nugros dan Bayu Skak sendiri. Sukses dengan yang pertama, Yowis Ben 2 tengah dipersiapakan untuk segera meluncur dan turut menghiasai layar lebar Indonesia. November 2018 mendatang keempat mahasiswa UMM yakni, Zendita Albion dan Nandiroh dari Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Sisilia Putri Syafira dari Jurusan Hubungan Internasional FISIP, dan Rio Perdana Dewan Daru dari Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik bakal menjalani proses syuting. “Sekarang mereka pasti cuma dapat kesempatan tampil sebentar aja di film. Tapi aku pengen mereka kaya aku pas dulu. Mereka harus termotivasi gimana biar ke depan bisa kaya aku,” ungkap Bayu di belakang panggung. (Humas UMM)
CEO Indonesia Medika Ajak Pemuda Indonesia Stop Mengkritik dan Mulai Cari Solusi

Jika ingin menikmati hidup pastikan melakukan tiga hal ini, yaitu bekerja di bidang yang disukai, bekerja di bidang yang dikuasai dan bagaimana pekerjaan tersebut dapat bermanfaat bagi orang lain. Hal ini disampaikan dr. Gamal Albinsaid CEO Indonesia Medika pada gelaran EMTEK Goes to Campus di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Selasa (26/9). “Jangan mati-matian mengejar sesuatu yang tidak bisa dibawa mati dan jangan korbankan mimpi hanya untuk recehan rupiah,” ujarnya menyemangati sekitar 6.000 mahasiswa yang hadir. Pria yang juga bergerak di dunia socialpreuneur ini menyampaikan, bahwa mengikuti passion menjadi salah satu hal yang menuntunya meraih beberapa prestasi dalam hidup. Gamal yang menyukai anak kecil, suatu ketika terketuk hatinya ketika melihat seorang anak pemulung yang harus meregang nyawa karena penyakit diare lantaran kekurangan dana untuk mengakses fasilitas kesehatan. Ternyata, kasus serupa sangat banyak terjadi di Indonesia. Menurut data yang ia peroleh, ada jutaan anak dibawah usia 5 tahun yang meninggal akibat kekurangan layanan kesehatan. Dari sini ia pun berinisiatif untuk mendirikan Indonesia Medika (Inmed) dan menjalankan berbagai program untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam mengakses layanan kesehatan, salah satunya melalui asuransi sampah. “Kami membuat info untuk masyarakat kurang mampu memperoleh layakan dan informasi kesehatan. Untuk asuransi sampah, hanya dengan membayar sampah 10 ribu rupiah per bulan maka masyarakat akan dapat layanan gratis berobat hingga rawat inap,” ujar pria asli Malang tersebut membakar semangat para generasi muda. Selain melalui asuransi sampah yang dapat digunakan untuk berobat di Klinik Inmed, Gamal juga bergerak memberikan pengabdian terbaiknya melalui program siapapeduli.id dan homemedika.com. Siapapeduli.id merupakan platform pembiayaan kesehatan menggunakan pendekatan digital, sosial media dan gerakan kerelawanan. Sementara itu homedika.com menghubungkan antara tenaga kesehatan dengan masyarakat dalam rangka memberikan layanan kesehatan yang lebih mudah. Program ini bahkan telah berhasil mengumpulkan 500 relawan dan dengan total dana yang cukup besar. Bahkan, dana yang dikumpulkan pernah mencapai ratusan juta rupiah untuk membantu operasi seorang bayi pasien pendarahan otak. “Jadi yang punya facebook jangan hanya dipakai untuk pajang foto selfie saja ya. Program ini usianya pendek tapi sudah membantu lebih dari ratusan orang di Indonesia,”ujarnya. Terakhir Gamal berpesan kepada para mahasiswa yang tengah berada dalam masa-masa terbaik untuk terus memelihara passion dalam berkarya. Ia pun berharap agar para mahasiswa tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang dimiliki di usia emas ini. “Masa muda ibarat matahari yang paling terang. Jadi jangan sia-siakan masa ini. Tugas pemuda Indonesia bukan lagi mengkritik tapi tugas kita melahirkan solusi. Percayalah jika kita sempurnakan niat maka Tuhan akan sempurnakan pertolongan-Nya,” pungkas pria yang telah banyak meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional, salah satunya “The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur” dari Pangeran Charles di Inggris setelah menyisihkan 511 wirausaha peserta dari 90 negara. Apa yang disampaikan dr. Gamal sejalan dengan Wakil Rektor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. yang juga menegaskan bahwa mahasiswa adalah kekayaan bangsa yang perlu dijaga dan dipelihara untuk masa depan Indonesia. “Pagi ini kita berdiri dihadapan ratusan milenial yang dimiliki UMM dan mereka ini adalah aset untuk kemajuan bangsa ini,”tandasnya.