Snack Diet Sunnah Kurma Isi Cokelat THAMR Produksi Mahasiswa UMM

Kurma. Buah asal negeri timur tengah ini akrab dan disukai para orang tua. Memiliki rasa manis dan banyak khasiat, sayangnya oleh-oleh khas jema’ah haji dan umroh ini tidak begitu diminati anak muda.<br /> Melihat fenomena ini, seorang mahasiswi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Meita Hanifatus Shobiroh mencoba berkreasi membuat snack berbahan kurma yang dapat mencuri hati anak muda. Ia mengajak dua rekannya, Ulinnuha Lailanur Mawarni dan M. Guntur Purwodi yang merupakan salah satu mahasiswa kampus negeri di Malang, untuk berinovasi memproduksi Snack Diet Sunnah, Kurma Isi Cokelat THAMR.<br /> “Kita ingin mengenalkan bahwa kurma itu bukan hanya untuk lansia saja. Melalui produk kami, anak muda juga bisa menyukai kurma dengan berbagai varian rasa yang ditawarkan,” paparnya, Selasa (2/10).<br /> Selain menyajikan berbagai varian rasa, kemasan yang didesain cantik dan menarik serta harga yang terjangkau menjadi andalan Meita memasarkan produknya. Meita pun memaparkan beberapa kelebihan lain yang ditawarkan snack sehat ini seperti kaya serat, tanpa tambahan gula, dapat memperkuat tulang, mempercatik kulit, menjaga tekanan darah hingga memelihara kesehatan jantung.<br /> “Kurma ini juga tanpa bahan pengawet dan pemanis tambahan, soalnya dari kurmanya sendiri sudah manis banget, jadi para lansia tidak perlu khawatir diabetes. Meskipun tanpa pengawet buatan, kurma isi coklat THAMR bisa tahan satu tahun asal tidak terkena sinar matahari langsung,”paparnya.<br /> Menawarkan penganan nikmat dengan harga ekonomis, Kurma Isi Cokelat Thamr tersebut dijual dengan dua pilihan kemasan. Kemasan premium berisi 8 buah kurma seharga Rp. 8 ribu dan kemasan medium 0,5 kg seharga Rp. 50 ribu. Menggunakan sistem online, produk yang segera memiliki varian rasa keju ini sudah menjamah seluruh daerah di Pulau Jawa, Lombok hingga Sumatera. Meita pun mengantongi untung yang cukup lumayan mencapai jutaan rupiah setiap bulannya.<br /> “Kemarin lebaran itu kita kirim-kirim ke luar pulau juga, ke Lombok sampai ke Pekanbaru. Alhamdulillah sudah mencapai jutaan rupiah tiap bulannya,”pungkasnya. (aan/sil)
Entrepreunership Day UMM, Kupas Pentingnya Branding dalam Wirausaha

Untuk kesekian kalinya, Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa dan Alumni (PKMA) Biro Kemahasiswaan Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) mengadakan kerjasama dengan perusahaan terkemuka. Senin (1/10) di Aula BAU UMM, PKMA menggandeng Pizza Hut Delivery (PHD) dan Radio Puspita FM menggelar Entrepreneurship Day untuk berbagi pengalaman sukses mengelola jiwa entrepreneurship, khususnya kepada mahasiswa UMM yang getol berwirausaha. Pada kesempatan kali ini, PHD mendatangkan Christofel Angelo yang tak lain adalah Creative Director of JCK Enterprise. Menghisupkan semangat berwirausaha para mahasiswa, Christofel berbagi pengalamannya dalam mem-branding berbagai produk. “Branding itu bukan soal tampilan, packaging dan teman-temannya. Branding adalah karakter yang ingin diperkenalkan kepada publik,” ujar Christofel. Ia juga menjelaskan, bahwa pada dasarnya hingga saat ini begitu banyak entrepreneur atau pengusaha yang salah mengartikan branding, hingga pada akhirnya usaha yang didirikan gulung tikar dalam waktu yang singkat. Agar berhasil membangun sebuah usaha Christofel menambahkan, seorang entrepreuner perlu melakukan berbagai pertimbangan yang matang. Apa yang dilakukan, semuanya harus berdasarkan riset dan product testing. Hal ini agar apa yang ditargetkan tak salah sasaran dan pada akhirnya merugi. Selain perencanaan yang matang, pria yang berkarir dalam bidang marketing consultant, sales dan online marketing ini juga menekankan bahwa dalam proses pemasaran, salah satu media yang paling murah dan mudah untuk digunakan adalah media sosial. Hal ini dapat diaplikasikan, utamanya untuk para pengusaha pemula. “Maksimalkan saja promo-promonya dengan rapi dan bagus menggunakan aplikasi-aplikasi mudah di android, ini untuk membuat kesan baik pada produkmu,” tekannya. Di akhir pria berkacamata ini berpesan kepada seluruh mahasiswa agar tidak mendirikan sebuah usaha hanya lantaran sedang viral. Menurutnya, segala hal yang cepat naik juga akan cepat turun. Produk yang viral tidak memiliki prospek jangka panjang karena biasanya hanya akan muncul sesaat. Kepala PKMA UMM, Fien Zulfikariyati menyampaikan bahwa acara ini menjadi wadah bagi seluruh mahasiswa yang memiliki potensi di bidang kewirausahaan. “Mahasiswa harus diberi ruang untuk mengasah kompetensi berwirausaha, salah satunya dengan diadakannya forum-forum seperti ini,”tutupnya. (mir/sil)