Pemikiran Etis dalam Penelitian Kesehatan, KEPK UMM: Wajib!

KOMISI Etik Penelitian Kesehatan Universitas Muhammdiyah Malang (KEPK UMM) mengadakan pelatihan Etik Dasar Lanjut (EDL) untuk menekankan berpikir ilmiah dan etis dalam suatu penelitian. Sebab, peneliti harus mempunyai pemikiran etis dalam melakukan penelitiannya yang mengambil subyek manusia atau hewan. Tak kalah penting, pemikiran etis juga wajib dihadirkan agar sebuah peneltiian mempunyai batasan yang jelas. Dalam pelatihan ini, Hidajah Rachmawati selaku Sekretaris KEPK UMM menegaskan, sebuah penelitian sudah sangat wajar jika harus berpikir ilmiah namun peneliti tidak boleh melupakan pemikiran etis. “Jadi kalau selama ini, sebuah penelitian pasti disandarkan pada berpikir ilmiah, kan, sudah. Tetapi harus juga dibarengi berpikir etis kalau subyek penelitiannya adalah manusia dan hewan,” jelas Hidajah. Tak kalah penting, sambung Hidajah, penelitian yang dilakukan dalam bidang apapun yang mengambil manusia dan hewan sebagai subyek harus memenuhi Etical Clearence (EC). EC adalah kelayakan etis yang tertulis untuk menentukan sebuah penelitian itu layak dilakukan atau tidak. “Supaya apa penelitian harus mempunyai Etical Clearence? Supaya tidak ada subyek atau manusia yang dieksploitasi,” tambahnya. Dalam EC ada tiga prinsip utama yaitu Baik, Adil, dan Hormat (BAH). Penelitian harus memberi manfaat yang baik terhadap subyek maupun dalam bidang keilmuan terkait. Peneliti juga harus adil dalam meneliti yaitu adil dalam bentuk keseimbangan manfaat dengan resiko yang harus ditempuh subyek. Terakhir, peneliti harus hormat kepada subyek dengan mempertimbangkan resiko psikis dan fisik subyek yang diteliti. Pedoman yang digunakan dalam Etical Clearence adalah pedoman yang dibuat oleh Council for International Organizations of Medical Sciences (CIOMS) yang dibuat pada tahun 2016. Pedoman itu berlaku secara global. Jadi setiap penelitan yang dilakukan dengan subyek manusia atau hewan harus mematuhi pedoman itu. “Dengan adanya pelatihan ini diharapkan tidak ada pelanggaran etis dalam penelitan,” pungkas Hidajah. Pelatihan itu dihadiri berbagai instansi. Selain dari UMM, juga hadir RSUD Dr. Harjono Ponorogo, Poltekes Malang, Universitas Brawijaya, dan Stikes Kendedes. Pelatihan yang diselenggarakan selama tiga hari ini dimulai sejak tanggal 10 hingga 12 Oktober 2018 kemarin di Aula Kampus II UMM. (Humas UM)

Mahasiswa Ekonomi Pembangunan UMM Juarai Investment Video Competition Tingkat Nasional, Kalahkan UI dan UGM

INVESTASI masih menjadi hal yang asing bagi kalangan muda saat ini. Banyak kalangan muda yang menganggap bahwa investasi hanya dilakukan saat sudah mapan ataupun pengusaha saja. Padahal, di era sekarang siapapun dapat berinvestasi dengan mudah, aman dan menguntungkan. Berangkat dari hal itu, Ratih, mahasiswa Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) meraih penghargaan pada ajang Week of Stock 2018. Dalam kegiatan yang diadakan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), (28/9) lalu, Ratih dan teman satu timnya, Andreas Marcela, menyabet juara 1 lomba Investment Video Competition. Untuk menjadi juara dalam lomba ini, Ratih mempersiapkan terlebih dahulu dalam hal mental dan juga pengetahuan. Ia mengaku sempat ciut nyali karena mengetahui pesaingnya berasal dari universitas ternama, seperti UI dan UGM. Selain itu, sebelum mengikuti lomba, ia juga melakukan riset mengenai investasi di kalangan anak muda. Risetnya itu diaplikasikan dalam bentuk video kampanye berdurasi 1 menit. Menurut mahasiswa semester 3 ini, investasi bukan hanya dilakukan oleh kalangan pengusaha saja. Mahasiswa juga bisa mulai berinvestasi sejak duduk dibangku kuliah. Investasi yang paling pas untuk muda, terang Ratih, seperti reksadana, investasi emas, beli saham dan investasi pendidikan. “Yang paling mudah saat ini investasi saham, karena kalangan muda sekarang sudah menggunakan android sehingga lebih mudah dalam memantau saham,” tambahnya. Tidak hanya mengajak kalangan muda untuk berinvestasi, aku Ratih, saat ini memang tengah gemar berinvestasi melalui emas. Dalam kesehariannya, ia selalu memantau harga emas, agar menunjang kegiatannya berinvestasinya. “Untuk anak muda sekarang yang juga sudah berinvestasi, mari kita tingkatkan perekonomian kita agar lebih maju. Dan untuk yang belum, investasi bukan hanya untuk pengusaha, kita mahasiswa juga perlu berinvestasi mulai sekarang,” ajaknya. (Humas UMM)