Mobil Kaca UMM Perkaya Literasi Anak-anak Didik Pondok Sinau Kepanjen

MOBIL Kamis Membaca (Kaca) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kali ini mampir di Pondok Sinau, Desa Mojosari, Kepanjen, Kamis (18/10) sore. Pondok Sinau besutan dosen program studi (prodi) Kesejahteraan Sosial Hutri Agustino ini mempunyai banyak program sosial. Utamanya kegiatan literasi. Rutinitas anak-anak di Pondok Sinau sangat beraneka ragam. Mulai dari membaca buku hingga mengaji. Mobil Kaca datang untuk memperkaya literasi anak-anak. Saat Mobil Kaca datang, anak-anak usia sekolah dasar tersebut riang menyambut. Selain menyasar anak-anak, pembinaan juga dilakukan ke ibu-ibu rumah tangga, hingga lanjut usia. Sesi pertama dimulai dengan mendengarkan dongeng. Anak-anak begitu antusias mendengarkan kisah dari Si Pendongeng. Suasana kadang menjadi hening seketika, kemudian tiba-tiba pecah disusul dengan gelak tawa. Saking serunya, setelah sesi dongeng berakhir, semuanya meminta didongengi lagi. Selain dibacakan dongeng, anak-anak diajari permainan tradisional serta disediakan bahan bacaan khusus anak-anak. Tak kalah menarik, kegiatan menonton film juga menarik antusiasme anak-anak. Melalui menonton film, anak-anak dapat belajar dari keteladanan Nabi dan Rosul dengan suasana yang menyenangkan. Minimnya tayangan yang kurang mendidik di televisi, menjadikan Mobil Kaca sebagai alternatif pendidikan melalui tayangan film. “Seandainya saja pondok sinau punya mobil yang seperti ini, pasti anak-anak tambah betah setiap hari main ke sini. Gak pulang-pulang,” kata Hutri di sela-sela kegiatan. Untuk sesi permainan tradisional, tim mobil kaca mengenalkan permainan khas daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Rangkuh Alu. Permainan ini berhasil membuat suasana menjadi lebih meriah. Selama ini anak-anak hanya tahu Rangkuh Alu dari pelajaran di sekolah, namun belum pernah langsung memainkannya. (mir/can)

Kolaborasi Farmasi-Ilmu Komunikasi UMM Raih Posisi Juara Terbaik Lomba Video Edukasi Kesehatan di Undip Semarang

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil merebut posisi pertama dalam kompetisi video nasional yang diselenggarakan LPM Publica Health FKM Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, (14/10) lalu. Diumumkannya tim kolaborasi mahasiswa program studi (Prodi) Komunikasi dan Farmasi UMM sebagai juara terbaik tingkat nasional diakui telah dipersiapkan secara matang. Anggota tim, Dimas Fajar Aziz menyampaikan, timnya sudah sangat optimistis akan menduduki peringkat pertama sebagai tambahan bonus usaha yang telah diperjuangkan selama ini. “Semua yang sudah kita lalui selama ini adalah bonus yang diberikan oleh Allah atas perjuangan dan usaha semua yang terlibat dalam proses kami semua,” kata ketua tim tersebut. Setelah melalui beberapa babak penyeleksian oleh panitia, tim UMM yang beranggotakan Dimas Fajar Aziz (Farmasi), Achmat Bagas Apriliyanto (Farmasi), Kinka Dwirasti Radhani (Ilmu Komunikasi) telah berhasil mencapai babak akhir. Di babak akhir, UMM dipertemukan dengan 2 tim penantang dari Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro (Undip). Pada babak ini dihadirkan tiga ahli juri dalam bidangnya untuk menilai originalitas, kesesuaian dengan tema, pesan yang disampaikan sekaligus kualitas video yang dibuat oleh para peserta lomba. Salah satu jurinya adalah Mahesa Nugraha dari NET Media Tama. UMM Maju sebagai tim pendatang dari luar kota, Tim UMM membingkai sebuah video berdurasi 4 menit 54 detik dengan bahasa yang mudah dipahami. Perlombaan kali ini mengusung tema “Kesehatan di Era Digital”. Dari beberapa sub tema yang tersedia, tim UMM memilih tema “Sex Education pada Era Milenials”. Melalui video-nya tim UMM berpendapat, perilaku anormal sex atau perilaku penyimpangan aktivitas sex di kalangan pelajar dapat diselesaikan dengan metode CURIN atau Curiculum and Information yang diselipkan di antara mata pelajaran sekolah dasar, hingga sekolah menengah. Dalam hal ini, tanpa harus dengan tergesa-gesa membuat remaja paham akan perannya di kehidupan mendatang. “Penyampaian sex education tersebut dapat didukung dengan pengarahan yang positif, penjelasan yang mendukung, tuntunan dari pengajar yang tidak menimbulkan efek negatif terhadap psikologi anak terhadap sex,” jelas Kinka Dwirasti Radhani selaku pembicara kedua dari tim UMM dalam videonya. Kesiapan tim UMM untuk menjadi juara telah dipertegas oleh Dian Ermawati, M.Farm Apt. selaku pembina tim video UMM. Ia mengaku tidak meragukan kemampuan anak didiknya. Ia meyakini hal tersebut setelah tim video UMM sukses merebut jajaran juara pada kompetisi video nasional yang diikuti universitas dari seluruh Indonesia itu. UMM keluar sebagai juara pertama mengalahkan tuan rumah Undip Semarang. (Humas Fikes/can)