Satu-satunya Pemain Perempuan, Alea Antarkan Kemenangan Bagi Tim U-11 SSB UMM

SIAPA sangka, di balik kemenangan Tim Sekolah Sepak Bola U-11 Universitas Muhammadiyah Malang (SSB UMM), ada sosok perempuan yang punya peran teramat penting. Dialah Alea Yoi Salwa. Striker Tim SSB UMM ini menghantarkan timnya sebagai juara 2 perhelatan 2 tahunan Kompetisi Sepak Bola U-11 Piala Rektor UMM 2018. Alea menyumbang 2 gol bagi kemenangan SSB UMM. Raihan itu pula mengukuhkan kedua Tim dari SSB UMM sebagai juara umum. Darah sepak bola memang mengalir di tubuh gadis mungil kelas 2 siswi SDN Ngadirejo 1 ini. Bagaimana tidak. Ayahnya, Dwi Cahyono, merupakan pelatih sepak bola SSB UMM yang melatih langsung Alea. Sementara sang kakak, Jasmine Sefia Waini Cahyono masuk dalam komposisi pemain tim nasional (Timnas) putri Indonesia U-15 dan U-16. Jasmin, awal 2017 lalu, mewakili Indonesia dalam kompetisi Asean Football Federation (AFF) di Laos tahun 2017 dan 2018 di Palembang. Juga, perhelatan Asian Football Confederation (AFC) di Kirgistan baru-baru ini. Karena sering mangantar kakaknya bermain sepakbola, Alea juga akhirnya tertarik belajar bermain seni mengolah si kulit bundar ini. Diakui sang Ayah, melalui tangan dingin dari dirinyalah yang membuat mereka punya semangat bermain sepak bola. “Di lapangan, mereka selalu saya ajarkan sendiri cara bermain sepak bola yang benar. Selesai dari lapangan, selalu saya evaluasi kesalahan-kesalahannya. Alhamdulillah, sampai saat ini sudah terlihat hasilnya,” ungkap Dwi Cahyono bangga. Ia berharap Alea dapat mengikuti jejak sang Kakak untuk turut bergabung ke Timnas Indonesia. Mengomentari prestasi ini, Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd menyampaikan, ke depan pihaknya akan mengadakan kompetisi ini rutin dua tahunan. Ini adalah wujud komitmen UMM mendukung penuh olahraga sepak bola, sekaligus pembibitannya. “Kami akan tingkatkan kerjasama dengan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia, red.), baik di tingkat Malang Raya maupun Provinsi,” tangkasnya. Ia ingin, dari kompetisi ini lahir Alea dan Jasmin lain yang dipersiapkan menjadi pemain-pemain handal di kancah nasional maupun internasional. Visi SSB UMM sebagai penyelenggara utama kompetisi ini, kata Fauzan, sejalan dengan harapan adanya kompetisi ataupun turnamen sepakbola yang sportif, ramah dan damai. Dilanjutkan Fauzan, adapun kompetisi semacam ini sekaligus menunjukan kepedulian dan keseriusan berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. Dua tahun kedepan, sebut Fauzan, Piala Rektor UMM bakal diselenggarakan dengan skala lebih besar. Ia berharap para SSB dari berbagai kota bisa mempersiapkan timnya lebih baik lagi. (can)

Kompetisi Sepak Bola U-11 Ditutup Kemenangan Telak UMM

PERHELATAN Kompetisi Sepak Bola U-11 Piala Rektor UMM 2018 usai digelar, Minggu (21/10). Kompetisi dua tahunan ini ditutup dengan kemenangan telak 2 tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dari 96 tim yang ikut bersaing, Juara 1 diraih Tim BM UMM serta juara 2 diraih Tim UMM. Selain dikukuhkan jadi juara umum, 2 tim UMM juga meraih sejumlah kategori, yaitu masing-masing Best Player oleh Ruben Asoka dan Top Scorer, Farhan. “Alhamdulillah, sudah terselenggara sesuai jadwal. Tidak ada yang mundur. Jawa-Bali, 1 dari Makasar. Dari sejumlah 212 kali pertandingan, kompetisi ini telah memenangkan 3 tim dari Malang. Selebihnya Sidoarjo, Kediri dan Jember,” terang ketua pelaksana, Dr. Haris Tofly, S.H., M.Hum. Sebaran pembinaan sepak bola cukup merata. Meski begitu, sambung Haris,  Malang tetap yang terbaik. Kegiatan yang diselenggarakan 2 tahun mendatang ini diharapkan dapat kembali difasilitasi UMM dengan skala yang lebih besar lagi. Dilanjutkan Haris, penyelenggaran kompetisi ini tambah menarik dengan kehadiran para orang tua dan supporter yang setia mendukung tim jagoannya berlaga. “Kehadiran Ibu, bapak, kakek serta nenek turut menjadikan kompetisi ini semakin meriah. SSB Kabupaten Kediri, atas penilaian panitia, menjadi supporter terbaik,” sebut Haris. Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. menyatakan turnamen ini terselenggara semata-semata ingin mengantarkan anak-anak Indonesia untuk memiliki skill yang lebih tertata dan bermutu. “Mudah-mudahan di masa mendatang menjadi pemain-pemain yang handal di kancah nasional dan internasional,” ungkap Fauzan dalam sambutannya yang sekaligus menutup acara. Dua tahun kedepan, sebut Fauzan, Piala Rektor UMM bakal diselenggarakan dengan skala lebih besar. Ia berharap para SSB bisa mempersiapkan timnya lebih baik lagi. Event pertama ini diharapkan dapat memacu gelaran yang akan datang. Kompetisi juga mengukuhkan peringkat 3, Pendowo FC Sidoarjo; peringkat 4, Pordes Jember; peringkat 5, Buana Putera Kediri; peringkat 6, LJS Gresik; peringkat 7, Putera Berlian Kabupaten Kediri; peringkat 8, Diklat LCB Kabupaten Malang. Seluruh tim mendapat uang pembinaan dari para sponsor yang mendukung penyelenggaran kompetisi ini. Di antaranya BNI, Bank Jatim, Aqua, Radar Malang, serta Sport Store_23. (can)