Prodi Agribisnis Pertahankan Akreditasi A

Setelah Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris yang memperoleh akreditasi A, kini giliran Prodi Agribisnis (Prodi) Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM. Tepat 19 Desember lalu, Prodi Agribisnis mempertahankan akreditasi dari BAN-PT. Melalui Livia Windiana, SP M.Agr, Sekretaris Prodi Agribisnis ini menjelaskan, proses akreditasi yang dilalui jurusannya terhitung cepat dan cemerlang. Pada 17 Desember dilakukan penilaian, tanggal 19 Desember hasil sudah diterima. Hal itu tak lepas dari kecekatan Prodi Agribisnis dalam merevisi setiap evaluasi yang diberikan tim Assesor. “Kami tanggap dan segera kami perbaiki. Ini yang barangkali menjadi salah satu poin plus,” tutur Livia saat dihubungi Senin, (31/12). Selain itu, persiapan yang dilakukan Prodi Agribisnis dirasa sudah matang. “Ketika Assesor menilai, seluruh data-data dan lampiran sudah lengkap. Ada beberapa aspek yang berkali-kali dipuji oleh tim Assesor,” terang Livia. Salah satunya penelitian dosen yang beragam dan banyak. “Dosen-dosen kami memiliki penelitian banyak, baik internal maupun eksternal. Raihan ini yang sering mendapatkan pujian,” kata Livia mengulang pujian Asesor. Selain itu, kegiatan wirausaha mahasiswa juga menjadi poin lebih. Beberapa usaha mahasiswa itu di antaranya berupa Jamu, Sambal Bajak hingga Seblak. Semuanya dikelola secara mandiri di bawah bimbingan para dosen pengembang. Prodi Agribisnis sejak September 2018 dipercaya mengelola lahan bisnis. Tepat 9 Oktober, lahan tersebut diberi nama Agricorner. “Kami jual hasil pertanian dari Agriteknologi seperti sayur organik dan lain-lain,” terangnya. Di lain kesempatan, Wakil Rektor I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., menyatakan, Kampus Putih memang telah menyiapkan langkah-langkah strategis di bidang yang menjadi aspek penilaian untuk meningkatkan mutu kelembagaannya. “Langkah strategis itu di antaranya penguatan Sumber Daya Manusia. Baik jenjang pendidikan kualifikasi dosen. Maksimal doktor, hingga ke jenjang Guru Besar. Langkah lain yakni kami terus memacu kualitas kelembagaan,” jelasnya. Masih di aspek mutu kelembagaan, sambung Syamsul, beberapa program studi (Prodi) UMM telah memperoleh akreditasi A. Juga mempercepat proses sejumlah Prodi yang masih belum memperoleh akreditasi Sangat Baik (A). Disamping itu, pihaknya juga akan mengembangkan Prodi yang terekognisi oleh lembaga akreditasi internasional. UMM sendiri, sebut Syamsul, memiliki 3 Prodi terekognisi Asean University Network-Quality Assurance (AUN QA). “Yakni Prodi Manajemen, Pendidikan Biologi dan Peternakan,” sebut Syamsul. Kinerja penelitian dan publikasi jadi sorotan tersendiri. Syamsul mengklaim telah memiliki skema pembinaan serta pengembangan khusus agar dosen bisa mempublikasikan artikelnya di jurnal internasional bereputasi. “Tak kalah penting, prestasi kemahasiswaan juga tolok ukur yang tidak boleh tertinggal. Dari sekian (strategi) itu, kita punya modalitas untuk terus kita kembangkan ke level yang lebih baik lagi,” tandasnya. (mir/can)

Gelaran Art Performance Tandai Kelulusan EYL di UMM

LEBIH dari seratus siswa-siswi SD se-Malang Raya tampil dalam gelaran Art Performance, Minggu (30/12). Perhelatan ini menandai ketuntasan mereka kuliah English for Young Learners (EYL) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Setelah melalui kegiatan perkuliahan bahasa Inggris selama 10 kali setiap hari Minggu selama 3 bulan terakhir ini, para siswa unjuk kebolehan berbahasa Inggris dalam gerak dan lagu, puisi, pidato, bahkan drama mini. Semua penampilan itu terselenggara, merupakan hasil besutan para mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris UMM yang mengambil mata kuliah EYL selama 2 semester. Tampil memimpin teman-temannya kelas 2,  Rhynniar Ratri Putri Wicaksono, dari MI Alam Lukman Al Hakim Batu, mengungkapkan kegembiraannya belajar bahasa Inggris di UMM. Ia senang bisa belajar bahasa Inggris sembari membuat sesuatu. “Sekarang biji kangkung yang ditanam waktu belajar “Growing Plant” sudah tumbuh,” ungkap Niar panggilan akrabnya. Ke depan, ia ingin pergi ke negara asal bahasa Inggris dan melihat salju di sana. Bersama kakaknya yang kelas 4, tahun depan Niar ingin ikut kuliah EYL di UMM lagi. Niar, putri pasangan Ady Wicaksono dan Fifi Rachmawati ini menyampaikan cita-citanya. Ibundanya Fifi, berharap tahun depan putra-putrinya bisa ikut kuliah EYL di UMM lagi. Kuliah EYL ini sudah diadakan bagi siswa SD sejak tahun 2001. Awalnya hanya untuk putra-putri dosen UMM, tahun-tahun berikutnya sudah diikuti oleh siswa-siswi SD di sekitar kampus. Tahun ini,  sejak flyer EYL diunggah ke sosial media,  25 kursi yang disediakan per kelas sudah terisi dalam waktu yang singkat. Asal siswa pun meluas se-Malang Raya. Dengan mengusung tema New Year Celebration, kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu I Have a Dream secara bersama untuk menandai tahun baru agar disongsong dengan optimis. “Sebagai kampus ramah anak, mengenalkan kampus dan perkuliahan sejak dini diharapkan dapat menstimulasi anak untuk mempunyai cita-cita yang tinggi,” ungkap Kharisma. Kuliah EYL ini adalah salah satu buktinya, sambung Kharisma, setelah gelaran Kids on Campus Mei lalu dan gerakan literasi Mobil Kaca (Kamis Membaca) di berbagai SD se Malang Raya. (*/can)

Festival Badhogan & Budaya Ramaikan Kalitutup Gresik, Berharap Jadi Ikon Budaya Baru

FESTIVAL Badhogan & Budaya Gresik nampaknya bakal menjadi ikon festival baru di Gresik. Pasalnya, baru sekali digelar, warga Kabupaten Gresik dan sekitarnya geruduk ke event garapan Praktikum Public Relations (PR) III Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (29/12). Selain di meriahkan pentas budaya kolosal, event ini menyediakan setidaknya 60 tenant berisi makanan khas Gresik dan budaya dari 5 Kelurahan. Kelurahan Kroman dan Sukodono, Pekelingan, Kemuteran dan Kramatinggil. Acara ini dikerjasamakan dengan Badan Keswadayaan Masyatakat (BKM) 79 Kabupaten Gresik. Di event ini, para pecinta kuliner dapat menemukan berbagai makanan dalam satu tempat. Mengusung tagline “Gresik Ono Roso” atau “Gresik Ada Rasa” terdiri dari segala jenis makanan dan minuman khas Gresik. Antara lain, Nasi Krawu, Ndok-ndokan (aneka telur),  Ubus, Mie Kenyol, Es Sinom, dan jajanan Pudak. “Tetap mengangkat makanan dan minuman khas Gresik di antara makanan minuman modern menjadi tantangan. Tapi nyatanya masih banyak yang tertarik dari warga Gresik,” kata Ida Suryaningsih, salah satu penjual tenant melihat antusias warga Gresik dalam event ini. Ditutup dengan pemutaran film  “Di Suatu Tempat Di Mana Ada Kita”. Film garapan komunitas Gresik Movie ini bercerita tentang lahan padi yang diambil alih oleh perusahaan untuk dibangun pabrik. Festival yang dihadiri kurang lebih 6 ribuan pengunjung ini ditutup dengan cukup meriah. Apalagi dimeriahkan alunan manis Band Music Indie Onomastika. “Saya senang mas, kalau diadakan acara kayak gini, makanannya juga udah jarang dilihat, tadi juga ada yang jualan dari Pulau Bawean. Saya belum pernah kesana tapi udah ngerasain makanannya,” ujar Izdi, salah satu pengunjung asal Surabaya. Panitia penyelenggara Festival Badhogan dan budaya ini juga diharapkan nantinya festival seperti ini bisa dijadikan agenda tahunan. Selain untuk mengenalkan makanan khas Gresik yang sudah jarang hadir, juga menjadi wadah untuk menampilkan budaya Gresik. “Harapannya semoga event Festival Badhogan dan Kuliner ini dapat dilanjutkan sebagai event tahunan oleh pemuda Gresik,” ungkap Meidyo Gema Lazuardi, Ketua Pelaksana Discover Gresik. (*/can)

Bikin Beragam Produk Pakan Ternak, Mahasiswa UMM Buktikan Tugas Akhir Tak Sekedar Tuntaskan Kewajiban

MAHASISWA Program Studi (Prodi) Peternakan Semester 5 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghasilkan beragam produk pakan ternak. Proyek dalam rangka tugas akhir ini sebagai jawaban, bahwa mahasiswa Prodi Peternakan tidak hanya bisa berteori, melainkan pembuktian untuk menilai keahliannya. Adalah Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, MP yang menginisiasi model tugas akhir yang menghasilkan produk nyata. Dosen mata kuliah Ilmu Nutrisi Ternak Non Ruminansia itu mengatakan, mahasiswa mempunyai imajinasi yang liar dan harus difasilitasi. Hasilnya banyak sekali produk makanan ternak yang tidak terbayang sebelumnya. “Anak-anak ini tidak boleh dijadikan Anak Krakatau yang menahan-nahan magmanya untuk keluar, harus dipacu untuk berani mengeluarkan semuanya agar mengguncang dunia,” ungkap guru besar UMM yang dikenal kaya penelitian dan pengabdian ini. Track recordnya ini yang hendak ditularkan kepada mahasiswanya. Pelaksanaan tugas akhir ini, mahasiswa diwajibkan melakukan survey di lapangan, perusahaan, dan mencari sumber referensi terkait. Setelah survey, ide yang dieksekusi menjadi produk nantinya diharapkan bisa laku di pasaran. Juga, bisa diikutkan ke Program Kreatif Mahasiswa (PKM) atau Praktek Usaha Peternakan (PUP). Indah selaku dosen pengampu membimimbing Mahasiswanya agar ketika produknya sudah jadi bisa laku di pasaran. “Kemauan mahasiswa begitu besar dengan Ide tugas akhir semacam ini, mereka memang membutuhkan fasilitas untuk mengimplementasikan idenya,” ujar Indah. Dr. Ir. Asmah Hidayati, MS Kepala Prodi Peternakan mengapresiasi langkah Indah. Ia mengatakan bahwa langkah ini merupakan perwujudan ilmu yang selama ini diajarkan kepada mahasiswa Prodi Peternakan UMM. Asmah berharap, produk mahasiswa ini nantinya dikenal banyak peternak, sehingga nilai kebermanfaatannya lebih luas. Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP UMM), Dr. Ir. David Hermawan, MP., IPM menghimbau agar dosen apalagi yang bergelar Profesor seperti Indah, memberlakukan pembelajaran seperti ini.“Mahasiswa harus banyak praktek agar ilmunya bermanfaat, minimal 70% praktek 30% teori,” tandas David. (usa/can)

UMM Kirim Mahasiswanya Ikut KKN Internasional di 7 Negara

KESEMPATAN mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk merasakan iklim belajar dan pengalaman internasional semakin lebar. Berbagai kerjasama internasional yang dijalin UMM memperbesar peluang ini. Salah satunya adalah kerjasama yang dijalin melalui AIESEC in UMM. Total, 867 orang dilepas untuk menjalankan salah satu Tri Dharma Peguruan Tinggi yakni pengabdian masyarakat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Sabtu (29/ 12). KKN pada periode ini dibagi menjadi tiga kelompok besar, di antaranya KKN Internasional, KKN Tematik, dan KKN Regular. KKN Internasional diikuti sebanyak 27 mahasiswa yang tersebar di 7 negara. “Yakni Malaysia sebanyak 7 mahasiswa, Thailand 12 mahasiswa, Kamboja 1 mahasiswa, Nepal 1 mahasiswa, Sri Lanka 4 mahasiswa, Polandia 1 mahasiswa, dan Ukrainia 1 mahasiswa,” urai Ketua Divisi KKN Alik Ansyori Alamsyah. Salah satu mahasiswa yang akan mengikuti proyek sosial tersebut ialah Febryani Monita Astuti. Mahasiswi program studi Sosiologi ini akan melakukan proyek sosial selama 6 pekan di Thailand. Proyek yang diikutinya yakni Sawasdee Thailand. “Selama enam minggu di sana, saya akan mengerjakan proyek sosial mengajar Basic English untuk siswa sekolah dasar hingga sekolah lanjutan di pedalaman Thailand,” papar mahasiswi asal Lombok, Nusa Tenggara Barat ini. Ia ingin mempelajari kondisi sosial di negara lain. Selain itu, sebagai mahasiswa Sosiologi ia mengaku ingin memiliki ruang belajar yang lebih luas dengan mengikuti KKN Internasional ini. “Saya sebagai mahasiswa Sosiologi ingin punya ruang belajar lebih luas terutama tentang kehidupan masyarakat sosial, kan konteks dan ruang belajarnya pasti berbeda,” terangnya. Seremoni pelepasan peserta KKN ini tak hanya dihadiri oleh mahasiswa yang mengikuti KKN Internasional, namun juga mahasiswa dari KKN Tematik yang akan melakukan proyek sosial di Palu dan mahasiswa program KKN Regular. Dilepas Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. mahasiswa diingatkan terus bahwa mereka adalah representasi dari UMM. “Saudara akan dilihat sebagai representasi Muhammadiyah. Jadi, tinggalkan kesan baik di tempat pengabdian nanti,” ujarnya. (nis/bel/can)