PERADI-FH UMM Selenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat

FAKULTAS Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) berkomitmen tingkatkan kualitas lulusan. Di antaranya melalui kerjasama dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Malang Raya. PERADI dan FH UMM membuat program Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) untuk menggodok mahasiswa FH di bidang advokasi. Dengan mengikuti program ini mahasiswa lulusan FH UMM akan menyandang status sebagai advokat. Tahun sebelumnya, PERADI sudah bekerjasama dengan FH UMM lewat program serupa. Iwan Kuswardi. SH selaku ketua DPC PERADI Malang Raya berterimakasih kepada FH UMM karena diberi kesempatan bekerja sama kembali. Dilanjutkan Iwan, program PERADI terdahulu membuahkan hasil yang baik. Yakni dengan banyaknya lulusan yang terkualifikasi sebagai advokat. Iwan berharap cakupan wilayah lulusan pendidikan khusus advokat ini bisa diperluas. Tidak sekedar di lingkup Kota Malang saja, pelaksanaan program tahun ini cakupannya hingga Malang Raya. Yakni Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. “Sehingga mahasiswa Fakultas Hukum UMM ini bisa eksis di dunia advokat,” jelas Iwan. Dekan FH UMM Dr. Tongat SH., M.Hum mengatakan perlunya peningkatan kualitas program yang diberikan oleh PERADI. Tidak sekadar mementingkan kuantitas lulusan. Sehingga daya jual lulusannya bisa meningkat. Menurut Tongat, kualitas ini perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh. “Selain itu saya berharap PERADI membuka akses kerja sama yang lebih luas yang mencakup semua Tridarma Perkuliahan,” tandas Tongat. (usa/can)
KKN UMM Salurkan Bantuan Kemanusiaan

MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Rehabilitasi Dampak Bencana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang ditempatkan di Palu, Donggala dan Sigi Sulawesi Tengah memberi bantuan ke para korban terdampak bencana gempa dan tsunami. Sabtu (25/1) lalu, penyerahan bantuan diberikan langsung perwakilan UMM, Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si., M.Hum selaku Wakil Rektor III di TK Aisyah Desa Wani, Donggala serta di SD Inpres 11 Liku Tawaeli, Palu, Sulawesi Tengah. Bentuk bantuan ini antara lain seragam sekolah, fasilitas penunjang pendidikan seperti papan tulis, alat tulis sekolah, hingga alat penunjang baca tulis Al-Quran yang disebar ke pos pelayanan Desa Wani, Tawaeli dan Bobo. Sidik mengapresiasi kerja Mahasiswa KKN Tematik Rehabilitasi Dampak Bencana UMM yang memberdayakan masyarakat di Sulawesi Tengah dengan bermacam bentuk pemberdayaan. Di antaranya melalui pemberdayaan ekonomi dan pendidikan. “Memang medan yang tidak mudah bagi para mahasiswa untuk melakukan KKN di sini. Tapi keputusan mereka untuk memilih di daerah ini sangat penting dan patut di apresiasi. Karena ini adalah bentuk misi kemanusiaan,” ujarnya. Terakhir, Sidik mengingatkan, kegiatan ini adalah bentuk ibadah yang mulia. Yakni dengan membantu masyarakat berlepas diri dari kesengsaraannya. “Jadi harus optimis. Yakin bahwa ini ibadah yang paling penting,” ungkapnya. Sementara, Ir. Alik Ansyori, MT selaku penanggung jawab KKN Tematik Rehabilitasi Dampak Bencana juga mengapresiasi kinerja mahasiswa di berbagai pos pelayanan (Posyan). Salah satunya di Posyan Bobo, Kabupaten.Sigi Sulawesi Tengah. Di Posyan ini, mahasiswa mengadakan pelatihan kewirausahaan pembuatan kripik pisang khas Desa Bobo. Pelatihan ini dinilai Alik efektif menggerakan ekonomi mikro. Juga, mengembalikan kemandirian masyarakat untuk hidup secara layak. Mahasiswa yang diutus di KKN ini sejumlah 40 mahasiswa. Mereka berasal dari lintas Prodi dan Fakultas yang kemudian ditempatkan di 6 pos pelayanan. Yakni Posyan Donggala Kodi, Wani, Tawaeli, Pantoloan, Bobo, dan Sidera. Selain itu, beberapa mahasiswa asal Fakultas Kesehatan diperbantukan di pos kordinasi Rumah Sakit Siti Fadhilah Suphari PKU Muhammadiyah. Aksi ini dikerjasamakan dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Selain itu, beberapa program kerja mahasiswa KKN ini antara lain psikososial atau pemulihan trauma pasca bencana, pendidikan serta pemberdayaan ekonomi warga terdampak yang mayoritas tinggal di hunian sementara. (*/can)