Pendidikan Jadi Kunci Utama Muhammadiyah dalam Percaturan Bangsa

WAKIL Rektor II Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. berkesempatan menyampaikan materi dengan tema “Muhammadiyah dan Penguatan Peran Wasatiyyah dalam Membangun Peradaban Bangsa”. Materi ini disampaikan dalam gelaran Sarasehan Kebangsaan Pra Tanwir, Kamis (7/1). Nazaruddin menjadi salah satu pembicara dalam perhelatan menjelang Tanwir Muhammadiyah ke-51 di Bengkulu 15-17 Februari 2019 mendatang. Hadir di antaranya Dr. Haedar Nashir, M. Si selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Muhadjir Effendy, M.A.P selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Disebut Nazaruddin, sebagai gerakan sosial-keagamaan Muhammadiyah memiliki peran fungsional melalui berbagai amal usahanya. Separuh di antaranya ada di bidang pendidikan, bidang ekonomi, bidang hukum dan teknologi. “Inilah kunci peran Muhammadiyah dalam kancah percaturan bangsa Indonesia ke depan,” katanya. Terkhusus posisi strategis pendidikan, sambung Nazaruddin, yang terus-menerus harus di eksplorasi Muhammadiyah. “Jika Muhammadiyah ingin memainkan peran penting, maka pendidikan adalah sarana strategis untuk membangun kekuatan. Yakni kekuatan sebagai simbol-simbol ekonomi modern di masyarakat,” ungkapnya. Nazaruddin melanjutkan, ekspansi pada bidang-bidang yang dianggap lebih berorientasi profit ternyata banyak menuai manfaatnya untuk pendidikan. Terutama ketika disinergikan menjadi lahan pembelajaran yang konkret. Pengelolaan amal usaha di bidang ini perlu perhatian yang serius dari seluruh warga Muhammadiyah. “Mestinya agenda utama Tanwir adalah mendiskusikan how to find the best practice manage our institute atau mengelola institusi potensial dalam organisasi otonom dan amal usaha Muhammadiyah. Sehingga menjadi simpul-simpul kekuatan baru yang menggerakkan, memberi darah baru, kesegaran, dan harapan,” pungkasnya. (hel/can)
Sensasi Ngopi Sambil Nonton Layar Tancap Bioling UMM di Desa Brongkol

MOBIL Bioskop Keliling (Bioling) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengaspal, Rabu (6/2). Mini bus berkonsep layar tancap portable hasil hibah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) ini menyambangi Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Kali ini, Bioling bekerjasama dengan Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 13 UMM mengadakan nonton bareng film “12 Menit”, film drama Indonesia yang diadaptasi dari novel 12 Menit karangan Oka Aurora. Acara ramai dihadiri oleh masyarakat sekitar Desa Brongkal, perangkat desa, dan para tamu undangan. “Film merupakan salah satu cara berkomunikasi yang paling efektif. Karena sebuah pesan dikemas dengan cara bertutur dengan gaya seni sinematik. Hal ini lah yang menginisiasi kami untuk mengadakan nonton bareng di Balai Desa Brongkal,” terang Mohammad Danial Firman selaku koordinator desa Kelompok KKN 13. Antusiasme masyarakat Desa Brongkal pun cukup baik, dengan duduk lesehan bersama di depan pendopo balai desa sambil menikmati segelas kopi, teh, dan polo pendem. Tak pelak, film ini dinikmati dari awal hingga tuntas. Para pedagang kaki lima pun padat memenuhi sepanjang bahu jalan balai Desa Brongkal. Masyarakat Desa Brongkal, lanjut Danial, tak hanya terhibur, namun juga teredukasi. “Film ’12 Menit’ sengaja dipilih karena sarat akan pesan motivasi, kekompakan, perjuangan, tak mudah menyerah, dan sikap tanggungjawab,” ungkapnya. Tak hanya diperuntukkan bagi anak-anak, film ini juga disajikan bagi orang tua. Edukasi harus terus dilakukan oleh kalangan muda seperti mahasiswa Terlebih, sambung Danial, dengan terjun langsung ke masyarakat. “Maka dari itu program Kuliah Kerja Nyata ialah cara yang baik untuk benar-benar merealisasikan fungsi sebenarnya mahasiswa. Yaitu menjadi pioner pembangun bangsa,” pungkasnya. Rino Anugrawan koordinator Bioling menerangkan, selain konsep pengabdian unik melalui Mobil Kamis Membaca (KaCa), memulai awal tahun 2019 UMM makin giat menebar manfaat kepada masyarakat. “Berikutnya ke lembaga pemasyaratakan, panti jompo, dan tempat-tempat khusus lainnya,” tuturnya. (*/can)