UMM Dominasi Turnamen Tenis Nasional antar PTM dan PTA Se-Indonesia

Membanggakan! Untuk kali pertama tim tenis dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih juara 2 dan 3 di turnamen tenis nasional yang digelar di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). Event yang baru pertama kali diadakan oleh majelis Dikti Pimpinan pusat Muhammadiyah ini diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah se Indonesia (PTM/A). Dihelat selama 2 hari, 18-19 Februari 2019. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. yang juga selaku ketua tim Tenis UMM merasa bangga bisa meraih juara di event bergengsi ini. Disebut Fauzan, dimenangkannya sejumlah kursi juara membuat tim Tenis UMM semakin disegani. “Keberhasilan kita meraih juara di turnamen ini tidak lepas dari semangat dan berlatih yang dilakukan oleh tim UMM. Latihan dilakukan 3 kali dalam seminggu plus menambah porsi khusus latihan secara intens,” terang Fauzan. Tim Tenis UMM berhasil menempati Runner Up yaitu pasangan Dr. Baiduri dan Yoyok. Sedangkan juara 3 diperoleh oleh wakil tim UMM lainnya, yaitu pasangan Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. dan M. Ahyar Muslimin. Fauzan berharap, keberhasilan UMM menjuarai turnamen ini bisa memberikan kabar positif untuk semakin menaikkan eksistensi kampus, tidak hanya dalam bidang akademik, tapi juga bidang pembinaan olah raga. Utamanya tenis. Turnamen nasional yang diiikuti oleh 20 perguruan tinggi PTM dan PTA se Indonesia ini mempertandingkan 3 kategori  usia, yaitu U 50 – 50 keatas, U 40 – 50 dan bebas dengan menggunakan sistem setengah kompetisi. Menurut Ketua Panitia Ganjar, sistem ini akan semakin memberikan kepercayaan kepada pemain. Yakni dengan bisa saling bertemu agar bisa maksimal menunjukkan kemampuannya dalam berolah bola tenis sekaligus menguatkan silaturahmi. “Salah satu tujuan diselenggarakan turnamen tenis nasional ini adalah untuk memberikan semangat dan spirit silaturahmi perguruan tinggi di lingkungan Muhammadiyah melalui olah raga tenis lapangan,” kata Ganjar. Pada kesempatan yang sama, rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd. menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang mengikuti turnamemen dan sekaligus meminta doa agar Unimus bisa menjadi salah satu perguruan tinggi hebat. “Selain sebagai perekat tali silaturahim, turnamen ini bisa menjadi penyemangat Unimus agar bisa seperti kakak-kakanya yang sudah memperoleh akreditasi A seperti UMM, UMY dan UMS,” ungkapnya di pidato sambutan. (rid/can)

Dua Kunci Keberhasilan Mengelola PTM ala Rektor UMM

KEBERADAAN Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Fauzan, M.Pd. di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Ahad (17/2) lalu benar benar dimanfaatkann oleh pimpinan Unimus. Fauzan hadir di sela mengikuti turnamen Tenis Nasional antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia. Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhin secara khusus mendapuk Fauzan untuk memberikan kuliah singkat di hadapan pimpinan, dosen dan staf Unimus pada kegiatan apel pagi. Hal ini tentu memberikan kebahagiaan dan kesempatan baik bagi civitas Unimus untuk menggali hal-hal penting, utamanya dalam pengelolaan PT. Perlu diketahui, Unimus adalah salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah terbaik ke 4 se-Indonesia sesuai dengan rilis ranking PTM terbaik Mejelis Pendidikan Tinggi (Dikti) Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2018. Sementara, Unimus mempunyai akreditasi institusi perguruan tinggi dari Kemenristekdikti dengan kategori B. Pada sambutan awal, rektor Unimus menyampaikan kegembiraannya atas kedatangan tamu spesial Rektor UMM yang notabene adalah salah satu pimpinan dari perguruan tinggi terbaik Muhammadiyah di Indonesia. Dibuktikan melalui kiprah besar UMM, utamanya dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Pagi ini kita kehadiran Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd., untuk itu ini adalah kesempatan langka dan baik bagi kita untuk belajar dan menggali hal-hal penting mengenai mengelola perguruan tinggi. Supaya kita bisa seperti UMM yang telah memperoleh akreditasi A”, kata Masrukhin disambut riuh peserta apel pagi. Mengawali kuliah singkatnya, Fauzan mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat seluruh civitas akademika Unimus dalam mengikuti turnamen Tenis Nasional antar PTM/A. Fauzan mengemukakan 2 hal kunci keberhasilan mengelola perguruan tinggi Muhammadiyah seperti pengalammnya memimpin UMM. Pertama, salah satu kunci keberhasilan PTM adalah kenyamanan internal. ”Civitas akademika harus bisa memaknai kesejahteraan untuk semangat kemajuan. Untuk itu, kenyamanan dan selalu happy dalam bekerja menjadi salah satu modal untuk memberikan spirit kinerja dan produktivitas maksimal,” ungkapnya. Hali itu bisa tercermin dari aura positif civitas akademika yang trengginas, pantang lelah dan visioner, penuh harapan, serta mampu menjawab permasalahan. Sehingga seluruh staf universitas harus bisa menjawab kemajuan di tempat mereka bekerja. Disebut Fauzan, di usianya yang baru 20 tahun Unimus memiliki pertumbuhan yang baik. Kedua, kampus itu tugasnya mengkabarkan dan menciptakan kabar. Gelaran pertandingan tenis nasional PTM/A yang digelar di Unimus Semarang akan memberikan kabar positif bagi eksistensi kampus. Demikian disebut Fauzan, seluruh civitas harus bisa mengabarkan hal-hal positif untuk kebaikan dan citra baik. Tidak hanya agenda seperti turnamen tenis, tapi juga, misalnya, mengapresiasi dan memberikan ucapan selamat kepada mahasiswa yang skor indeks prestasi kumulatifnya baik. Hal itu akan bisa memberikan kabar positif kepada orang tua. Sehingga orang tua bisa menceritakan kepada orang sekitar. Mengakhiri kultumnya, Fauzan mendoakan dan memberikan harapan kepada Unimus untuk selalu berinovasi dan berkarya. Hal ini dalam rangka memberikan yang terbaik untuk pendidikan bangsa. Sehingga ke depan salah satu PTM di Semarang ini menjadi kampus tauladan dan unggulan seperti PTM besar lainnya. (rid/can)