Wapres Jusuf Kalla Resmikan Lima Infrastruktur Baru UMM

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) terus melakukan pembangunan fisik untuk menunjang aktivtas akademis maupun non akademisnya. Infrastruktur terbaru yang dibangun dengan mandiri diantaranya  Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV berlantai Sembilan dan renovasi gedung pertemuan menjadi Hotel Kapal Garden Sengkaling. Sedangkan infrastruktur baru lainnya merupakan bantuan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dna Perumahan Rakyat (PUPR). Tiga infrastruktur bantuan pemerintah tersebut adalah dua unit jembatan, yakni Jembatan Sengkaling dan Jembatan GKB IV dan satu unit Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa). Kehadiran Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla dalam pembukaan Festival Kebangsaan II UMM Sabtu (6/4), sekaligus meresmikan lima infrastruktur baru. Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti usai Jusuf Kalla membuka agenda yang dihadiri ribuan mahasiswa dan unsur masyarakat dan latar belakang agama. “Beberapa kali hadir di Universitas Muhammadiyah Malang, dan selalu mengagumi perkembangan universitas swasta seperti UMM. Idenya, spiritnya, kampusnya yang dibelah sungai (Brantas, red.) dan tentu saja hasil dari produk-produk akademiknya yang membanggakan,” ungkapnya disaksikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Gubernur Jawa Timur, dan unsur pejabat pemerintahan lainnya. UMM, sambung Jusuf Kalla, selayaknya bukan hanya sebagai kampus Muhammadiyah. Karena kampus ini begitu terasa unsur persaudaraan dan keragaman yang sangat merepresentasikan keragaman yang baik. “Kemajuan kita akan sangat ditentukan oleh model pendidikan seperti ini,” ungkap Jusuf Kalla yang pada tahun 2014 juga turut meresmikan Rumah Sakit UMM ini. Dalam kesempatan ini juga digelar produk-produk riset mahasiswa dan para dosen, baik dari UMM maupun dari perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya. Pagelaran produk riset ini dimaksudkan mengenalkan untuk direspon oleh pelaku usaha dan pelaku bisnis.  Wapres Jusuf Kalla juga turut melihat berbagai produk riset ini usai membuka secara resmi Festival Kebangsaan II ini. Acara diselenggarakan dan didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), pelaku dan pemilik perusahaan, dan Badan Musyawarah Gereja Kristen Malang Raya. Sementara yang hadir, selain mahasiswa, terdiri atas tokoh agama, tokoh etnis, tokoh organisasi, dan pejabat pemerintahan. (*/can)

Festival Kebangsaan II UMM Dibuka Wapres Jusuf Kalla

WAKIL Presiden (Wapres) Republik Indonesia Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (JK) hadir dalam gelaran kedua kalinya Festival Kebangsaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Sabtu (6/4), pagi ini. Jusuf Kalla hadir di Hall Dome UMM untuk membuka even perekat Kebhinekaan ini, sekaligus meresmikan lima infrastruktur baru di lingkungan Kampus Putih, UMM. “Kehadiran kita pada gelaran Festival Kebangsaan kedua ini dalam rangka merevitalisasi visi kebangsaan di negara yang ditakdirkan oleh Allah subhanahuwata’ala penduduknya berbeda-beda,” sebut Rektor UMM. Dr. Fauzan, M.Pd. dalam pidato sambutannya di hadapan ribuan mahasiswa dan undangan dari berbagai unsur masyarakat dan latar belakang agama. Gelaran yang kedua ini, sengaja disertakan agenda peresmian pembangunan Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV, Hotel Kapal Garden, dua jembatan, dan satu Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa). Bangunan dua jembatan dan satu Rusunawa ini merupakan bantuan pemerintah melalui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI). Keberadaan lembaga pendidikan tinggi harus menjadi variabel pendorong dalam merawat tradisi bersaudara, di tengah-tengah kemajemukan di antara kita. “Universitas Muhammadiyah Malang telah lama menyadari atas peran itu. Atas dasar itulah Festival Kebangsaan yang kedua kalinya ini dihadirkan di kampus ini,” ungkap Rektor Fauzan disambut riuh tepuk tangan hadirin. UMM telah lama memiliki semboyan; dari Muhammadiyah untuk Bangsa.  Semboyan ini, sambung Fauzan, mengandung spirit bahwa apa yang diupayakan oleh UMM harus dapat dirasakan manfaatnya oleh semua golongan masyarakat yang ada di bumi ini. “Sekecil apapun yang dihasilkan UMM, didorong memiliki daya manfaat bagi masyarakat, tak terkecuali produk-produk riset,” katanya. Oleh karenanya, dalam kesempatan ini juga digelar produk-produk riset mahasiswa dan para dosen, baik dari UMM maupun dari perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya. Pagelaran produk riset ini dimaksudkan mengenalkan untuk direspon oleh pelaku usaha dan pelaku bisnis.  Wapres Jusuf Kalla juga turut melihat berbagai produk riset ini usai membuka secara resmi Festival Kebangsaan II. Acara ini diselenggarakan dan didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), pelaku dan pemilik perusahaan, dan Badan Musyawarah Gereja Kristen Malang Raya. Sementara yang hadir, selain mahasiswa, terdiri atas tokoh agama, tokoh etnis, tokoh organisasi, dan pejabat pemerintahan. (*/can)