UMM Menangi Debat Konstitusi MK Regional Timur

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jadi langganan menjuarai kontes debat regional dan nasional. Kali ini kabar membanggakan kembali datang dari tim debat mahasiswa Fakultas Hukum (FH) yang baru-baru ini menjuarai kompetisi debat konstitusi Mahkamah Konstitusi (MK) XII 2019 yang digelar pada tanggal 11-13 April 2019 lalu. UMM keluar sebagai juara tiga kompetisi tingkat Regional Timur. Tim debat FH UMM yang terdiri dari Ratu Julhijjah, Nur Rizkiya Mukhlas dan Yusya akan diberi waktu untuk istirahat dan dijadwalkan untuk berlatih kembali Senin depan guna menyambut Debat Konstitusi Tingkat Nasional. Atas raihannya ini, Tim Debat UMM berhak mewakili regional Timur untuk berkompetisi Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia XII Tahun 2019. “Alhamdulillah. Kemenangan ini berkat kerja keras semua civitas akademika Fakultas Hukum UMM. Adik-adik mahasiswa rajin berlatih. Kompak. Bismillah, akan kami lanjutkan semangat ini pada babak selanjutnya, yakni tingkat nasional,” ungkap Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH., head coach tim debat FH UMM saat diwawancarai, Senin (15/4) di ruangannya. Fatih optimis tim binaannya menang. Kompetisi debat Regional Timur sendiri diikuti oleh 24 tim terbaik dari regional timur. Pada babak penyisihan grup, tim debat FH UMM tergabung dalam grup E bersama UINSA dan IAIN Pare-Pare. UMM lolos sebagai juara grup dan berhak melaju ke babak perempat final. Selanjutnya di babak perempat final, UMM mengalahkan UMI. Sayang, di babak semifinal UMM harus mengakui keunggulan Ubaya dengan skor tipis 2-3. Di babak perebutan tempat ketiga, UMM harus berhadapan dengan tim tuan rumah, Unsrat. Dengan dukungan penuh dari para mahasiswa dan dosen Unsra, tim FH UMM mencoba bermain lepas tanpa beban. Strategi tersebut berhasil. UMM berhasil menekan tim Unsrat dan mendikte pertandingan. Akhirnya tim juri memutuskan UMM menjadi juara 3, sekaligus berhasil mengalahkan tekanan tuan rumah, Unsrat. Di tahun sebelumnya, di mana UMM sebagai tuan rumah perhelatan Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia XI Tahun 2018, tim debat UMM keluar sebagai juara 1 nasional. Di babak Grand Final, tim debat UMM saat itu dipertemukan dengan Universitas Surabaya (Ubaya). Tak tanggung, pada babak ini dihadirkan tiga belas ahli hukum untuk menilai adu argumen kedua tim. (*/can)

Tim Robotik UMM Pertahankan Gelar Juara di Kontes Robot Amerika Serikat

Tim Robotik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mendapatkan raihan gemilang dalam gelaran Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC) di Trinity College Hartford Connecticut, Amerika Serikat, 13-15 April 2019 lalu. Ketiga tim kebanggaan UMM dan Indonesia ini meraih juara pertama dan kedua untuk kategori robot pemadam api berkaki, dan juara dua untuk kategori robot pemadam api beroda. Kontes robot tingkat dunia ini mempertandingkan 32 tim dari berbagai negara, seperti Israel, Tiongkok, dan lainnya. Adalah Alfan Achmadillah Fauzi, Rohmansyah, Ken Dedes Maria Khunty, tiga Tim Robotik UMM ini ditunjuk menjadi perwakilan Indonesia karena berhasil keluar sebagai juara nasional berdasarkan surat penugasan Ditjen Belmawa Kemenristekdikti Republik Indonesia no. T/274/B3.1/KM/02.04/2019. Di tahun 2017, dua tim Robotik UMM juga pernah memborong juara 1 dan 2 sekaligus untuk kategori robot berkaki. Dua tim tersebut yaitu tim InaMuh sebagai juara 1 dan tim Unmuh Malang sebagai juara 2. Di samping itu, tim InaMuh juga meraih juara poster terbaik. Atas pengalaman inilah, mereka sangat optimis akan kembali menang, tentunya melalui penyesuaian beberapa teknologi dan mengusung inovasi baru. Semua robot, baik kategori berkaki atau beroda memiliki misi memadamkan api dengan cepat di titik pada satu ruangan atau kamar yang menyerupai rumah. Posisi titik api diletakan secara acak oleh dewan juri sehingga robot dituntut harus cekatan untuk mencari api tersebut. Setelah memadamkan api, robot di-setting untuk kembali ke titik awal. Robot dengan catatan tercepat bakal keluar sebagai pemenang. Raihan ini sejalan dengan ekskpektasi Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. dalam pelepasannya yang menjanjikan bakal membebaskan skripsi jika berhasil memenangi kontes ini. Fauzan berpesan kepada para delegasi dan mahasiswanya yang hadir ketika itu untuk berhenti menjadi penonton. Sebaliknya, jadilah pemain. “Saya tidak menarget harus juara satu, tetapi yang terbaik sajalah yang saya minta,” ungkapnya.   Sementara, dua tim lainnya yang dimotori Bayu Irawan Nugroho mahasiswa teknik elektro dan Dwi Nur Fajar mahasiswa teknik informatika juga akan unjuk gigi di Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional IV pada 21-23 April 2019 di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat. Rombongan ini mempertandingkan dua jenis robot, yakni satu robot pemadam api kategori berkaki (DOME), dan tiga robot kategori sepak bola (Zhafarul). Robot sepakbola pada kompetisi ini harus memiliki spesifikasi yang wajib dipenuhi. Yakni mendeteksi objek, menggiring bola, menendang, hingga lokalisasi. Pendeteksian objek tersebut agar robot dapat membedakan bola, lawan, garis, dan gawang. Robot akan dinyatakan memenangkan pertandingan ketika robot lebih banyak memasukan bola ke gawang lawan. Semoga bisa melampaui prestasi para seniornya. (*/can)