UMM Diminta Ajarkan Bahasa Indonesia di Vietnam

Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Universitas Terbuka Kota Ho Chi Minh, Vietnam menggelar Seminar Internasional. Seminar yang mengusung tema “Memperkokoh Eksistensi Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai Budaya dan Jati Diri Bangsa melalui Pendidikan” diadakan di Aula GKB 4, Kamis (25/4). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan kepada peraturan Pemerintah tentang peningkatan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional. “Peran Indonesia dalam hubungan antarbangsa dan telah dikenal oleh bangsa lain, menjadikan Bahasa Indonesia sebagai identitas negara yang mampu bertahan hingga saat ini,” kata Dr. Ekarini Saraswati, M.Pd., koordinator pelaksana. “Yang kita lihat sekarang, Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) UMM memiliki banyak kerjasama dengan berbagai pihak di luar negeri. Sehingga kita perlu adanya seminar untuk memperkokoh kedudukan Bahasa Indonesia di negara lain,” ungkap Ekarini. Antusias negara lain dalam mengikuti perkembangan Bahasa Indonesia berkembang pesat. Bahasa Indonesia dipelajari lebih dari 45 negara. Di Vietnam misalnya, sambung Ekarini, beberapa kali staf pengajar PBSI UMM diundang untuk memberi mata kuliah di sana. Universitas Terbuka Kota Ho Vhi Minh sendiri memang secara khusus tengah mendalami dan mempelajari mengenai Bahasa Indonesia secara khusus. Terlebih, universitas tersebut memiliki kurikulum Bahasa Indonesia sendiri,” ungkapnya saat memberikan sambutan. “Kerjasama mengadakan seminar ini adalah sebuah kesempatan kami untuk berbicara dan mempelajari mengenai bahasa, budaya dan literatur Bahasa Indonesia di UMM. Saya berharap UMM dapat menerima undangan kami, untuk datang ke Vietnam mengajar Bahasa Indonesia,” tutur Dr. Ly Quyet Tien, perwakilan Universitas Terbuka Kota Ho Chi Minh, Vietnam dalam sambutannya. Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si, salah satu pembicara mengungkapkan, Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa membutuhkan instrumen pendukung seperti apresiasi kebijakan pemerintah terhadap literatur, peran sekolah orang tua dalam memperkenalkannya. “Keberadaan Bahasa Indonesia perlu dipertahankan, dibina dan dikembangkan agar jati diri bangsa tidak tergerus di Era Global,” tegasnya. Seminar ini juga turut menghadirkan pembicara lain, yaitu Dr. Ribut Wahyu, M.Pd (Kaprodi Magister PBSI). Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si. (Kepala Lembaga Kebudayaan UMM), Momen Magdy Abdelhak (Mesir), Abdullah Abdul Raoof Taha Al-Matri (Yaman), Ly Quyet Tien (Vietnam), Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si (Kepala UPT BIPA UMM), Suhainee Saah (Thailand), serta Kevin Barr (Amerika). (*)

Robot DOME UMM Jadi yang Tercepat di KRI Regional IV

Robot pemadam api “DOME” Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi yang tercepat di Kompetisi Robot Indonesia (KRI) Regional IV pada 21-23 April 2019 di Universitas Mataram. Tim yang digawangi Bayu Irawan Nugroho dan Dwi Nur Fajar berhasil mengalahkan pesaing terberatnya; Universitas Brawijaya (UB) di urutan dua, dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) di urutan ketiga. Didapuknya Tim Robotik UMM sebagai juara pertama kontes robot bergengsi antar perguruan tinggi di Indonesia ini, setelah Robot DOME UMM mencatatkan akumulasi nilai waktu tercepatnya, yakni 1,16 di sesi pertama; 1,24 di sesi kedua; serta 1,11 di sesi ketiga, dengan nilai akhir 3,51. Sementara, Robot Bhatara Wijaya UB mencatatkan nilai akhirnya di 4,69 dan Robot Abnara-1 ITS mencatat nilai akhir di 6,57. Robot pemadan api “DOME” UMM sebagai tim terbaik pada kontes robot tingkat Regional IV ini akan diundang untuk ikut serta dalam kontes robot tingkat Nasional. Jika kembali mendapat raihan baik, yakni keluar sebagai juara pertama KRI kategori pemadam api Nasional, UMM akan kembali mewakili Indonesia pada Trinity College International Robot Contest 2020 di Hartford, Connecticut, Amerika Serikat. Robot “DOME” UMM juga sekaligus mendapat capaian tim dengan Strategi Terbaik. Diakui ketua tim, Bayu Irawan, bahwa kelebihan timnya yakni pada pemetaan (mapping) lintasan dari titik start menuju titik Api. “Strategi mapping kami nggak bertele-tele. Dari start langsung ke titik api dan kembali lagi ke start. Sementara tim lain harus mengecek ke ruangan kosong dulu,” katanya saat dihubungi Kamis (25/4). Sebelumnya, Tim Robotik UMM baru saja mendapatkan raihan gemilang dalam gelaran Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC) di Trinity College Hartford Connecticut, Amerika Serikat, 13-15 April 2019 lalu. Ketiga tim kebanggaan UMM dan Indonesia ini meraih juara pertama dan kedua untuk kategori robot pemadam api berkaki, dan juara dua untuk kategori robot pemadam api beroda. Kontes robot tingkat dunia ini mempertandingkan 32 tim dari berbagai negara, seperti Israel, Tiongkok, dan lainnya. Adalah Alfan Achmadillah Fauzi, Rohmansyah, Ken Dedes Maria Khunty, tiga Tim Robotik UMM ini ditunjuk menjadi perwakilan Indonesia karena berhasil keluar sebagai juara nasional berdasarkan surat penugasan Ditjen Belmawa Kemenristekdikti Republik Indonesia no. T/274/B3.1/KM/02.04/2019. Raihan di Amerika ini sekaligus mengulang sejarah prestasi yang sama di tahun 2017. Dua tim Robotik UMM memborong juara 1 dan 2 sekaligus untuk kategori robot berkaki. Dua tim tersebut yaitu tim InaMuh sebagai juara 1 dan tim Unmuh Malang sebagai juara 2. Tim InaMuh juga meraih juara poster terbaik. Atas pengalaman inilah, Tim Robot “DOME” UMM sangat percaya diri untuk meneruskan tradisi juaranya. (*/can)

Mahasiswa Mesin UMM Beri Servis Motor Gratis

Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Lembaga Semi Otonom (LSO) otomotif menggelar perawatan dan servis motor gratis di parkiran bertingkat kampus III UMM, 24-25 April. Acara yang rutin digelar setiap tahun ini merupakan rangkaian agenda Diesnatalis prodi Teknik Mesin UMM yang ke-35. Sebelumnya juga digelar seminar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan Mechanical Modification Oto Contest 2019. Ketua Pelaksana, Mochammad Ilham Nur mengatakan, dengan mengambil tagline “Teknik Mesin UMM untuk Masyarakat”, diharapkan mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat agar dirasakan langsung oleh masyarakat. “Kita melayani servis ringan seperti ganti oli, pemeriksaan busi, pengecekan ban dan masih banyak lagi. Kita juga menyediakan 35 oli gratis bagi pelanggan awal dan potongan 20 persen bagi pelanggan selanjutnya,” ungkap Ilham. Lebih lanjut, servis gratis ini mengerahkan 22 montir, yakni sepuluh montir dari mahasiswa teknik mesin tahun 2017-2018 dan dua belas dari mahasiswa LSO otomotif UMM. Ilham menargetkan seratus pelanggan dalam dua hari. Servis ini dikhususkan bagi motor dengan minimal tahun 2000 saja. Syaratnya cukup dengan menunjukkan STNK dan membawa kartu identitas berupa KTP bagi masyarakat umum, dan KTM untuk mahasiswa aktif semua jurusan. Servis gratis ini juga sebagai wadah pengembangan potensi diri bagi mahasiswa Teknik Mesin. “Kami melihat banyak potensi yang dimiliki mahasiswa di bidang otomotif. Sehingga kita mewadahi sepuluh orang sebagai mekanik,” ujarnya. “Agenda merupakan satu program kerja dari divisi sosial masyarakat sebagai bentuk penerapan Tri Dharma perguruan tinggi. Kami mengaplikasikannya dengan membantu masyarakat lewat meringankan masalah otomotif,” tuturnya. Para mekanik yang terlibat tidak hanya menyalurkan bakat dan hobinya saja, para mekanik ini  juga sebelumnya diberi bekal ilmu dari pelatihan dan kuliah yang berkaitan dengan Mekanika Gluida, Elemen Mesin dan materi lainnya. (bel/can)