Lomba Mading 3D Turut Warnai Peringatan Hardiknas di UMM

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) mulai semarak di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hari ini, Selasa (30/4). Seperti yang digaungkan Perpustakaan UMM bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) yang menggelar sejumlah perlombaan, diantaranya lomba Mading 3D tingkat SMA. Mengusung tema Library of The Future, perlombaan mading ini menarik minat sejumlah siswa. Salah satunya dari SMKN 12 Malang. “Karena saya memiliki hobi mewarnai, stretch book dan pop up book, saya bersama teman ikut berpartisipasi lomba ini. Semoga bisa terus belajar dan mengasah kreatifitas,” ungkap Rosa Ayu Dewanti Dilanjutkan Rosa, merujuk kepada tema perpustakaan masa depan, ia bersama dua kawannya membuat mading yang memiliki tiga spot. Pertama adalah Go Book, di mana semua orang bisa memesan buku lewat handphone. Buku yang dipesan akan diantar kurir. Spot kedua, Hybrid Library adalah perpaduan antara buku cetak dan digital. “Ketiga adalah Virtual Library. Jadi kita membuat spot seperti yang ada di Alun-Alun Malang. Di dalamnya dipasang mesin dan diberi nama Automatic Book Machine. Semua orang bisa mengakses buku yang ingin dipinjam dengan syarat memiliki Id Card dan memindainya. Setelah itu baru bisa searching buku yang ingin dipinjam,” bebernya. Tak hanya lomba mading saja, diadakan juga serangkaian acara lomba poster mahasiswa, bazar buku, serta Seminar Nasional bertajuk “Pendidikan Karakter Siswa” yang mencakup penandatanganan nota kesepemahaman (MoU) dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Pusat Jakarta pada hari Sabtu (4/5) mendatang. “Even ini diadakan agar mahasiswa yang datang ke Perpustakaan tidak hanya untuk baca buku, tapi bisa sembari melihat pameran mading. Kedepannya, perpustakaan perguruan tinggi dikenal tidak hanya untuk sivitas akademika, tetapi juga dibuka untuk umum,” ujar Retno Widiyastuti Ika Wijaya, M.IP Selaku ketua pelaksana acara. (riz/can)

Lahir di Warung Kopi, Tiga Sekawan Ini Jadi Debater Andalan UMM

Wildan Arif, M. Fitrah Ashary Bangun dan Ibnu Sofyani merupakan tiga mahasiswa berbeda fakultas di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang kerap menjuarai kompetisi debat, baik tingkat regional hingga nasional. Terakhir, mereka berhasil keluar sebagai runner up dalam National Economic Debate Competition (NEDC) yang diadakan di Universitas Negeri Malang (UM), Minggu (28/4) pekan lalu. Mulanya, tim debat yang mereka namakan “Bidas Tim” (watak keras) ini tidak sengaja terbentuk di sebuah warung kopi, tak jauh dari Kampus III UMM. Dipantik dari sebuah obrolan kecil, ketiga mahasiswa asal Madura, Medan, dan Banten ini merasa memiliki kesamaan pemahaman. Sehingga, lahirlah inisitif untuk membentuk sebuah tim debat dan mulai menseriusinya dengan mengikuti banyak perlombaan. Meskipun pada saat itu yang mempunyai dasar seorang debater hanyalah Wildan. Berangkat dari kesamaan prinsip dan pemahaman di antara ketiganya itulah yang akhirnya membuat Fitrah dan Ibnu mau mencoba untuk mengikuti kompetisi debat pertama mereka, yakni di bali sekitar bulan November akhir tahun 2018 lalu. Meskipun di awal debut belum membuahkan hasil maksimal. Mereka tak menyerah. Ketiga mahasiswa yang memiliki latar belakang yang berbeda ini terus mencoba untuk mengikuti beberapa kompetisi debat untuk menambah pengalaman dan jam terbang, sekaligus meng-upgrade diri masing-masing. “Berangkat dari kekalahan, kemudian kami selalu melakukan evaluasi terhadap tim setelah selesai lomba. Dari situlah, kami mulai menemukan kecocokan satu sama lain,” kata Wildan, Selasa (30/4). Meski baru kenal satu tahun terakhir, banyak hal telah mereka lakukan bersama. Kami bertiga memang sudah sepakat untuk sama-sama saling mengatur pola hidup sehari-hari. Agar pada saat lomba, kami tidak kehilangan fokus. Bahkan kami sepakati untuk tidur maksimal pukul 22.00 dan bangun pukul 03.00 untuk sholat tahajud. Kemudian latihan untuk melenturkan bibir,” imbuh mahasiswa yang aktif di Menwa ini. Meskipun beberapa kali menjuarai kompetisi, bukan berarti tidak pernah menemui hambatan. Ketiganya selalu menganggap setiap hambatan sebagau sebuah cambukan untuk lebih baik kedepannya. “Cambukan itu kan panas, jadi kami memanfaatkan panas tersebut untuk menghangatkan tubuh kami di saat kami kedinginan. Jadi segala apapun yang terjadi pada kami, akan kami ambil sisi positifnya,” tegas wildan. Selain itu, tim yang mengaku seluruh anggotanya sama-sama punya watak keras ini selalu membuat nadzar. Yakni dengan menyisihkan sebagian hasil dari memenangi lomba untuk disumbangkan ke panti asuhan maupun masjid. Hal ini dilakukan lantaran mereka tidak ingin menikmati rezeki sendirian.”Alhamdulillah, mungkin faktor itulah yang membuat kami dipermudah ketika lomba debat,” disambung Fitrah. Tak tanggung-tanggung, dengan pola hidup dan chemistry yang tetap terjaga, mereka berhasill menjadi pemenang di NEDC. terlebih, berhasil menyisihkan beberapa universitas terkemuka di Indonesia seperti Institute Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Univertitas Diponegoro (UNDIP) dan lainnya. Meski sempat terseok di awal babak penyisihan dengan menempati posisi 12 dari 24 peserta, Namun, tak disangka, Bidas Tim mampu memukau di tahap selanjutnya dengan menempati posisi pertama dari delapan peserta yang lolos. Sebelum akhirnya keberuntungan belum berpihak kepada Bidas Tim, dan harus puas menempati posisi runner up. Namun, meskipun berada di posisi kedua, poin yang terpaut sangat tipis yakni delapan poin. Mereka harus mengakui keunggulan IPB di posisi pertama. (zak/can)

UMM Kembali Dipercaya Jadi Perguruan Tinggi Asuh

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mendapat kepercayaan sebagai pelaksana program Perguruan Tinggi (PT)-Asuh. Mandat ini sesuai dengan Surat Keputusan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti RI No. 74/B/HK/2019 tentang Perguruan Tinggi Pelaksana Program Penjaminan Mutu. Mandat ini diterima dalam agenda penandatangan Memorandum of Understanding (MoU), Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka need assesment PT Asuh, Workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME), serta Tata Kelola Universitas yang diadakan, Senin (29/4). Ketua Program Asuh PT Unggul Dr. Ainur Rofieq, M.Kes menerangkan, program ini adalah program tahun ketiga. Hal ini mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) No. 131 Tahun 2015 terkait dengan pengasuhan PT Unggul untuk melakukan pengasuhan terhadap PT yang tergolong Cluster 3 dan 4 serta berada pada daerah tertinggal. Selain UMM, setidaknya ada 20 perguruan tinggi terpilih dari 85 PTN dan PTS Se-Indonesia yang mendapatkan nilai BAN-PT dengan predikat A. “Program ini adalah untuk membangun budaya mutu melalui pendampingan dalam membangun, melembagakan sistem penjaminan mutu secara berkelanjutan,” ungkap Rofieq. “Ini sudah ketiga kalinya UMM dipercaya dalam pelaksanaan MoU Sosialisasi, dan Need Assasment Program Asuh PT Unggul. Sebenarnya kata asuh ini kurang tepat, karena pada prakteknya di lapangan kami saling belajar. Tepatnya PT Mitra,” ungkap Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Pd, selaku Wakil Rektor 1 UMM dalam sambutannya. Terdapat sepuluh PT dampingan UMM yakni Universitas Teknologi Surabaya, Stikes Artha Bodhi Iswara, Universitas Widyagama Malang, STIE Muhammadiyah Tuban, Stikes Maharani Malang, STIE NU Trate Gresik, Stikes Muh. Bojonegoro, STT Industri Turen Malang, Akper Nazhatut Thullab Sampang serta Universitas Madura. “Peningkatan mutu pendidikan itu bukan produk yang sekali jadi, butuh proses. Untuk itu tahun ini semoga kita bisa saling melengkapi, meskipun secara Institusional kami telah mendapat akreditasi A lebih dulu. Dan mutu itu tidak bisa dijalankan sendiri, sehingga kita butuh kerjasama dan saling support,” pungkas Syamsul. (riz/can)

Laboratorium Agribisnis UMM Bekali Mahasiswa Praktik Kewirausahaan

Kompetisi dunia kerja yang semakin ketat membuat Laboratorium Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) serius mempersiapkan mahasiswanya untuk bisa bersaing dan kerja melalui peluang kewirausahaan. Salah satunya melalui bazar kewirausahaan yang digelar 29-30 April di lantai 3,5 GKB 1 UMM. Melalui mata kuliah praktikum Kewirausahaan dan Etika Bisnis Jurusan Agribisnis serta Agropreneurship Jurusan Kehutanan, Laboratorium Agribisnis mengajak mahasiswanya untuk praktik berwirausaha dan memanajemen event bazar. Bazar tersebut dikelola sendiri oleh mahasiswa praktikum, mulai dari konsep hingga evaluasi. “Sebelumnya mahasiswa sudah dibekali kemampuan direct selling di setiap minggunya. Dan diakhir mahasiswa diarahkan untuk mempelajari kebutuhan target market hingga dapat memanajemen event sesuai dengan kebutuhan target,” ungkap Dr. Ir. Rahayu Relawati, MM., Kepala Laboratorium Agribisnis Fakultas Pertanian Peternakan (FPP). Dengan mengangkat tema “Pesta Kebun”, segala produk hasil olahan pertanian dan perkebunan, mulai dari makanan, minuman, aksesoris hingga kosmetik ikut meramaikan bazar. Terhitung tujuh puluh stand dengan rincian 49 stand Prodi Agribisnis dan 21 stand Prodi Kehutanan memasarkan produk unggulannya. “Kegiatan ini sebagai ajang bagi kita untuk berwirausaha yang baik, melatih mental, berlatih komunikasi, serta mengelola even. Tidak hanya mengkonsep sebuah usaha, tapi kita bisa turun langsung untuk mempraktikan ilmu yang kita dapat,” ujar M. Arifiyan Suseno, mahasiswa Prodi Agribisnis selaku Ketua Pelaksana bazar tersebut. Lebih lanjut, Ary Bakhtiar, SP. Msi, Dosen Kewirausahaan dan Etika Bisnis mengatakan melalui even ini, FPP hendak membekali dan membentuk karakter wirausaha muda. “Di akhir even nanti, kita akan mengadakan evalusi. Kita akan mencari mahasiswa yang berpotensi dan akan kita support pinjaman modal,” ungkap Ary. (zak/can)