Ketika Siswa SD Diajar Seorang Profesor

Tak terbayangkan sebelumnya oleh Prof. Dr. drh. Lili Zalizar, M.S., seperti apa jadinya jika seorang guru besar mengajar siswa sekolah dasar (SD). Pada perhelatan Kids on Campus, Kamis (2/5), di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Lili merasakan pengalaman tak biasa ini. “Cara mengajar mahasiswa dan siswa SD terang berbeda. Tidak mungkin kita kasih teori yang berat-berat ke anak-anak, kan? Jadi sifatnya, ya, memotivasi saja. Bagaimana mereka mengenal seputar dunia peternakan, pertanian, dan perikanan. Menyenangkan,” ungkap Prof. Lili. Meski senang, ia mengaku kewalahan harus melayani pertanyaan dan tingkah lugu anak-anak dari SD se-Malang Raya. Terlihat beberapa kali Lili harus mengkondisikan para siswa karena tak mengindahkan himbauannya. Beberapa yang lain menjawab pertanyaan dengan antusias. “Pentingkah peternakan buat kita? Tentu saja penting. Karena binatang ternak mencukupi kebutuhan protein kita. Lantas, kenapa kita harus berternak? Karena dengan berternak dapat mencukupi kebutuhan bagi masyarakat banyak. Sehingga kita tidak impor,” terang Prof. Lili. Prof. Lili merupakan salah satu guru besar Fakultas Pertanian-Peternakan UMM yang concern pada peningkatan produktivitas ternak. Terakhir, ia melakukan riset untuk pengobatan dan pencegahan pada kasus mastitis dan menghasilkan produk krim anti mastitis. Iwan You Ananda, siswa SD Muhammadiyah 9 Kota Malang mengaku senang bisa ikut menjadi mahasiswa sehari dan belajar seputar dunia peternakan, terlebih didampingi langsung seorang profesor. Siswa kelas enam ini sempat menggendong seekor anakan kambing. (can)
Rektor UMM: Pendidikan adalah Investasi Masa Depan

Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang selalu diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak bisa dimaknai sekedar aktivitas yang rutin. Akan tetapi, ritual ini harus dimaknai sebagai upaya kita untuk membangun komitmen dan kesadaran bahwa pendidikan adalah salah satu investasi masa mendatang. Demikian disampaikan Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. dalam kesempatan sebagai inspektur upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kamis (2/5) pagi, di Lapangan Helipad Kampus III UMM. Gelaran dihadiri dosen, karyawan, mahasiswa, serta siswa-siswi sekolah dasar peserta kuliah singkat Kids on Campus. Keberhasilan suatu negara, sambung Fauzan, akan sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan di negara itu. “Sebagai pihak yang bekecimpung dalam dunia pendidikan, hendaklah kita menjadi sinar, hendaklah kita menjadi matahari, yang dia melepaskan sinarnya dan bisa dinikmati oleh semua orang,” amanat Fauzan. Dilanjutkannya, kehadiran UMM dalam hal kontribusinya terhadap pendidikan tidak bisa diragukan lagi. Banyak prestasi, baik secara personal maupun institusional, baik yang diukir oleh mahasiswa, karyawan maupun dosen. Baik di tingkat regional, nasional, bahkan internasional. “Kita bertekad untuk terus mengejar prestasi itu,” tegasnya. Satu-satunya kunci untuk terus selalu berprestasi, yakni melakukan perubahan di seluruh sektor yang ada di UMM. Mulai dari pelayan kepada mahasiswa, komunikasi antar sesama, sampai pada membangun kerjasama yang baik. Itu semua alam rangka untuk memberikan penguatan agar kita selalu menjadi universitas terdepan. Salah satu yang paling membanggakan, salah satu mahasiswa UMM yang telah diundang oleh Kemenristekdikti karena berhasil mempertahankan gelar Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC), di Amerika Serikat, pada 13 hingga 15 April 2019 lalu. Raihan prestasi tersebut diraih oleh tiga tim kebanggaan UMM. “Apa yang bisa kita tangkap dari fenomena ini? Artinya adalah, semua yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang ini, harus memancarkan energi positif, harus membangun kekuatan yang memiliki resonansi positif. Baik resonansi itu bertaraf regional maupun nasional bahkan internasional,” sebut Fauzan. Fauzan lantas mengajak bapak ibu seluruh civitas akademika UMM untuk terus melakukan inovasi. “Karena, jika kita tidak berinovasi maka kita akan mati. Bagi UMM, harus ada sesuati yang baru. Bukan hanya setiap tahun, tapi juga setiap bulannya,” tandasnya. (can)
Di UMM, Ratusan Siswa SD Diwisuda

Di momentum Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, Kamis (2/5) hari ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghelat Kids on Campus. Gelaran kuliah singkat bagi siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) se-Malang Raya ini untuk kali kedua diadakan. Lima ratusan siswa SD bersafari di Kampus III UMM untuk mengunjungi stand atraksi produk mahasiswa, di antaranya mobil listrik Genetro Suryo, serta beberapa unit kegiatan mahasiswa (UKM) UMM berprestasi sembari memamerkan beragam produk-produk inovasinya. Siswa yang telah dibagi menjadi beberapa kelompok juga bergantian mengunjungi sejumlah laboratorium di UMM untuk belajar secara langsung, mengenal, mempelajari, hingga mempraktikan beberapa materi bersama para staf pengajar hingga professor . Rute pelaksanaan di antaranya Puspa Iptek, Laboratorium Biologi, Pusbang Biotek, Laboratorium Peternakan, Laboratorium Perikanan, Unit Produksi Roti, PLTMH, Laboratorium Drama, Laboratorium Robotik, dan Laboratorium Ilmu Komunikasi. Berkegiatan di kampus, kata koordinator acara Faizin, M.Pd, dapat meningkatkan keingintahuan siswa-siswi akan pengetahuan dan sains. Salah satunya, tim Robotika UMM yang baru saja menjuarai kontes internasional di Amerika Serikat yang turut serta menyemarakan kegiatan ini. Setelah mengikuti “perkuliahan” singkat, para siswa-siswi ini lantas menerima ijazah dan disematkannya gordon sebagai simbolisasi usainya proses pendidikan di perguruan tinggi. Mereka resmi menyandang status “sarjana”. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. yang langsung mengukuhkan ratusan siswa di gelaran wisuda. “Mulai sejak dini, siswa sudah diberikan wawasan pentingnya menghargai sesama melalui pendidikan karakter. Siswa juga diberikan kompetensi yang sesuai dengan potensi dalam diri mereka, serta ditanamkan sifat saling menghargai, dan terbiasa untuk bersifap sportif,” ungkap Fauzan. Hal ini, sambung Fauzan, menjadi investasi jangka panjang agar pendidikan bukan hanya sekedar mengahasah kecerdasan pikiran melalui nilai, namun pendidikan juga mengubah emosional dan spiritual anak agar dapat tumbuh menjadi anak yang berkepribadian baik. Kurniawan Muhammad, Direktur Radar Malang dalam sambutannya menyebut bahwa ia belum menemukan kampus di Indonesia membuat terobosan seperti UMM. Inilah kampus yang bisa dijadikan contoh bagi perguruan tinggi lainnya untuk berkontribusi di dunia pendidikan dengan metode yang lebih atraktif. Ini sekalian memberikan obsesi kepada para siswa untuk dapat menempuh pendidikan setinggi-tingginya, hingga di perguruan tinggi. “Melalui kegiatan yang diikuti oleh berbagai latar belakang SD ini, adik-adik kita diajari sejak dini untuk mengenal keberagaman dan kebhinekaan,” sebut Kurniawan dalam sambutannya.(can)