Suntuk Skripsi, Mahasiswa UMM Justru Juara Lomba Kepenulisan Nasional

Melampiaskan kebosanan bisa dilakukan lewat berbagai cara. Cara yang dilakukan mahasiswa Ahwal Shakhshiyah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini barangkali patut dicontoh. Berawal dari kesuntukkannya mengerjakan tugas akhir, Abdul Aziz Pranatha justru mendapat gelar di lomba menulis cerita inspiratif nasional di gelaran LDK Fair Madaniyah Universitas Bangka-Belitung (UBB) 2019. “Berawal dari kesuntukkan saya saat menyusun skripsi, akhirnya saya membuka Instagram sejenak untuk merefresh otak. Kemudian menemukan informasi terkait perlombaan yang diadakan oleh organisasi tersebut,” cerita Aziz, Sabtu (4/5). Mengambil judul “Pondok Rehabilitasi Preman” aziz memiliki pesan tersendiri yang ingin disampaikan mahasiswa semester delapan ini. Merasa tidak pede saat memasuki sepuluh besar, justru aziz melangkah maju menempel para pesaingnya hingga menyabet juara kedua. Adapun juara pertama diraih Poltekes Kemenkes Pangkal Pinang. “Apapun kemampuan kita meskipun itu adalah hal yang kita anggap biasa saja dan mudah, namun apabila kita seriusi dan ditekuni, maka akan menjadi hal yang luar biasa,” ungkapnya. Kisah yang ditulisnya berlatar siswa SMP dari keluarga taat beragama. Karena salah memilih teman, anak yang semula baik-baik, berubah menjadi ketua geng preman. Hingga pada puncaknya ketahuan oleh orang tua. Lantas dipesantrenkan. Hingga akhirnya anak tersebut sukses mengejar mimpi duduk di perguruan tinggi. “Saya mengambil cerita berdasarkan kisah dan pengalaman pribadi saya sendiri,” tukas Aziz. “Pesan yang ingin saya sampaikan dalam cerita ini, bahwasanya pondok pesantren itu adalah salah satu opsi terbaik bagi para orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak. Karena selain mendidik dan melatih kedisiplinan. Pesantren juga mengajarkan ilmu agama, yang mencakup akhlak dan budi pekerti yang bagus untuk bekal kehidupan sang anak di masa mendatang,” pungkasnya. (riz/can)
Fakultas Teknik Juara Umum Rektor Cup 2019

Usai sudah seluruh rangkaian Rektor Cup Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2019. Juara Umum Rektor Cup kali ini disabet oleh Fakultas Teknik . Dr. Fauzan, M.Pd., Rektor UMM menutup secara langsung gelaran tahunan ini pada Sabtu sore (4/5). “Semoga gelanggang ini menjadi modal hidup saudara-saudara kedepan. Bahwa hidup adalah kompetisi,” katanya. Fauzan juga memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa yang terlibat. Baik para peserta maupun panitia. “Terima kasih telah menjalankan dengan baik,” ungkapnya. Fauzan juga tak lupa menyampaikan jika semuanya telah menjadi pemenang. Menang melawan ketakutan dalam dirinya untuk meraih cita. Setelah menutup, secara simbolik Fauzan memulai service bola voli untuk pertandingan Voli Putera antara FPP dan Teknik. Pertandingan antar dua fakultas tersebut berlangsung sengit. Pada set satu dan dua, FPP berhasil mengungguli Teknik. Namun, di set ketiga, FPP harus berganti mengakui keunggulan Teknik. Di set keempat, lagi-lagi Teknik mengejar ketertinggalannya. Riuh suporter masing-masing tim menggelorakan para pemain di gelanggang. Akhirnya, set kelima Voli Putera dimenangkan oleh Fakultas Teknik dan berakhir dengan perolehan FPP 2 dan Teknik 3. Pertandingan sengit ini membuktikan bahwa berlomba-lomba dalam kebaikan atau fastabiqul khairat terus dijunjung oleh para mahasiswa UMM. Pada gelaran Rektor Cup 2019 ini, FKIP, FEB dan F. Teknik masuk ke dalam tiga besar juara Rektor Cup 2019. Juara 3 diduduki oleh FKIP dengan perolehan skor 81. Sedangkan posisi kedua diduduki oleh FEB dengan perolehan skor 83. Dan terakhir, juara pertama disabet oleh Fakultas Teknik dengan perolehan skor 86. Genap sudah rangkaian Rektor Cup 2019 digelar dengan menjunjung nilai-nilai sportif. (mir/can)