Mahasiswa Teknik Mesin UMM Ciptakan Mesin Pengayak Pasir Efisien

Berawal dari keresahan sang Ayah melihat para pekerjanya tidak efesien saat mengayak pasir, Fajar Ibrahim Sulaksono beserta kedua teman kuliahnya di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menciptakan mesin pengayak pasir canggih. Mesin yang dinamakan Sinpangsir (Mesin Pengayak Pasir) ini memiliki beberapa keunggulan. Diantaranya penggunaan waktu yang efesien untuk memilah pasir halus dan kerikil. “Mengayak harusnya bisa dilakukan oleh satu orang saja. Tetapi pada kenyataannya harus dilakukan oleh tiga orang, bahkan lebih,” terang Fajar saat diwawancarai beserta kedua temannya dari Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik UMM (21/5), Sabiq Nugroho dan Amirul Bagus Bintoro. Inovasi ini didaftarkan ke ajang Program Kreativitas Mahasiswa – Karsa Cipta Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti. Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Sinpangsir diantaranya tabung pengayak sengaja didesain berbentuk segi delapan. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan. Setiap sudut dari segi tersebut memiliki fungsi sebagai penghentak sekaligus pemisah antara kerikil dan juga pasir. Selain itu, Sinpangsir juga memiliki penutup pada tabung pengayaknya untuk mencegah berhamburnya pasir dan juga kerikil keluar tabung. Salah satu keunggulan yang cukup menyita perhatian adalah masin ini menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) premium. Sehingga mesin ini dapat di tempatkan di mana saja tanpa harus mencari sumber daya listrik terdekat. Mesin pengayak pasir ini menampung hingga 174 kg pasir dan mampu mengayak sekitar 17 ton per jamnya,” ungkap Fajar. Biaya pembuatan mesin inovatif ini sekitar enam juta rupiah. Berkat ketekunan dan juga kreatifitas mahasiswa bimbingan Iis Siti Aisyah, ST, MT, Ph.D ini berhasil maju ke Program Kreatifitas Mahasiswa tingkat Monitoring dan Evaluasi (Monev) eksternal, sebelum nanti maju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Naional (PIMNAS) akhir Juni mendatang. UMM sendiri berhasil meloloskan 38 tim PKM dari semua kategori skim, untuk didanai dan diwujudkan menjadi bentuk penelitian maupun karya nyata. (zak/can)

UMM Apresiasi Pejuang Pendidikan Berprestasi

Pendidikan menjadi  tiang bagi masa depan seseorang. Jembatan bagi banyak cita-cita. Mereka yang bekerja dalam dunia pendidikan, tak ubahnya seperti pahlawan yang membantu anak negeri meraih jutaan mimpi. Menyadari hal tersebut, pada setiap peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan apresiasi khusus bagi para pejuang pendidikan, baik dosen maupun karyawan di lingkungan internalnya. Atas dedikasi dan karya terbaik yang diciptakan, pada tahun ini  terdapat 9 dosen dan karyawan yang mendapat penghargaan. Untuk Dosen Berprestasi, Peringkat I diraih oleh Dr. Ihyaul Ulum, S.E., M.Si., A.K., C.A., Peringkat II Dr. Widayat, S.E., M.M. dan Peringkat III Risa H., S.Kep., NS., M.SM. Sementara itu, pengharaan bagi Karyawan Berprestasi jatuh kepada Peringkat I Sukam, S.T., Peringkat II Dewi Sulistyowati, S.T. dan Peringkat III Arianto, S.P. Tidak hanya sekedar menyelesaikan tugas dengan berbalut loyalitas, mereka juga telah dengan kesungguhan hati memberikan yang terbaik dalam menyelesaikan pekerjaan masing-masing. Penasaran dengan kisah Ihyaul Ulum, Sukam, dan Suwignyo?  Berikut narasi lengkapnya. Formula Modal Intelektual Dosen UMM Dipakai Banyak Peneliti Asing Penggagas Sistem Kepegawaian Ini Raih Titel Karyawan Berprestasi Pakar Energi UMM: Air, Angin, dan Surya Jadi Sumber Listrik Masa Depan Selain itu, pada kesempatan yang sama, diberikan juga penghargaan khusus kepada dosen di empat kategori. Yakni pemilik Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terbanyak Prof. Ishomudin, publikasi buku teks dan motivator penulis mahasiswa Nurudin, M.Si, pengembang energi terbarukan Ir. Wignyo, M.T., dan inspirator dan motivator karya kreatif dan inovatif mahasiswa Jamroji, M.Sc.