Mantri Caino, Media Belajar Matematika Lewat Budaya

Matematika bagi sebagian orang menjadi salah satu pelajaran yang terhitung susah atau perlu ketelatenan untuk menguasainya. Menjawab tantangan ini, Riska Nur Rohmah, Westi Ayu Maulida Permata Sari dan Dimas Galih Dwi Pangasta ,mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menginisiasi media pembelajaran interaktif berbasis software komputer. Riska dan kedua kawannya, menggunakan metode Computer Assisted Instruction (CAI) untuk media pembelajaran tersebut dan diberi nama Mantri Caino. Nama Mantri Caino sendiri berasal dari Mantri yakni mengobati yang dimaksudkan untuk mengatasi krisis pengetahuan budaya di Indonesia. Caino diambil dari metode CAI dan No diambil dari Etno. Media pembelajaran ini diperuntukkan siswa kelas 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Konten Mantri Caino pun beragam. Mulai dari kompetensi inti, kompetensi dasar dan tersedia pula indikator pencapaian. Kemudian Mantri Caino juga dilengkapi dengan petunjuk penggunaan untuk mempermudah para siswa. “Kami juga menerapkan kurikulum 2013 pada Mantri Caino,” jelas Riska, Selasa (28/5). Selain itu, terdapat pula fitur drill and practice berbasis etnomatematika yang dapat membantu siswa mempelajari dan lebih memahami konsep materi melalui budaya lokal dan nasional. Seperti menampilkan budaya, adat dan sejarah Indonesia. Melalui fitur ini, mereka berusaha menghilangkan stigma bahwa matematika adalah pelajaran menyebalkan. Salah satu caranya dengan menyematkan sebuah game. Inovasi yang diciptakan dalam rangka penyusunan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini sudah pernah diujicobakan kepada siswa yang mengikuti program bimbingan belajar. “Mereka senang dan merasa lebih mudah memahami matematika,” ungkap Dimas Galih. Disamping belajar matematika, sambung Galih, juga dapat memperluas wawasan umum seperti sejarah dan kebudayaan. Untuk mengenalkan Mantri Caino lebih detail, mahasiswa bimbingan Agung Deddiliawan Ismail, M.Pd. ini telah mempublikasikankannya melalui website mantricaino.weebly.com dan Instagram @mantricaino. Kedepan, Riska dan kawan-kawan berharap mendapatkan respon baik masyarakat, serta lolos dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). (riz/mir/can)
Roof Top Hotel Kapal UMM akan Jadi Working Space para Start Up

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali me-launching unit bisnis barunya. Kali ini fasilitas yang diresmikan adalah sebuah kafe di atas Hotel Kapal UMM yang disebut sebagai Roof Top Café and Resto. Rektor UMM, Fauzan, mengklaim kafe baru ini berbeda karena akan menjadi working space bagi pebisnis pemula. Hal itu disampaikan rektor ketika memberi sambutan dalam Silaturahmi dan Buka Bersama jurnalis pendidikan Malang, Selasa (28/05/2019). “Mahasiswa, alumni dan masyarakat umum bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk melakukan negosiasi, bekerja, dan lobi-lobi produktif sampai bisnisnya deal,” katanya. Konsep working space juga dibenarkan oleh Wakil Rektor II, Nazarudin Malik. Menurutnya, tempat ini memiliki nuansa yang santai tetapi terkesan luxury. Di samping itu, letaknya di ketinggian hotel menjadikan viewnya indah menghadap kota Batu, Karangploso dan kampus III UMM. “Kami belum memberi nama apapun pada kafe ini, jadi untuk sementara kita namai saja Roof Top Resto and Caffee,” tutur Nazar. Bisnis memang menjadi salah satu fokus UMM saat ini. Melalui pembudayaan kewirausahaan atau enterpreunership baik dosen maupun mahasiswa ditantang untuk menjawab peluang untuk mengembangkan bisnis-bisnis produktif. Kewira usahaan bukan saja menjadi kurikulum di dalam kelas melainkan sudah diterapkan dalam bentuk unit-unit bisnis yang melibatkan mahasiswa. Untuk itu, lanjut rektor, pihaknya sudah menyiapkan fasilitas baru berupa Program Vokasional. Saat ini UMM sudah mengambil alih kepemilikan sebuah pabrik dan perkantorannya di daerah Karangploso seluas 11 hektar. “Insya Allah tahun depan kita sudah buka beberapa program vokasi untuk mencetak tenaga ahli yang siap kerja,” tambah rektor. Kehadiran Top Roof ini menjadi icon baru unit bisnis UMM setelah bulan lalu Hotel Kapal diresmikan Wakil Presiden M Jusuf Kalla. Hotel ini merupakan pengembangan perkantoran Taman Sengkaling yang berbentuk kapal pesiar. Di dalamnya terdapat fasilitas 48 kamar dan ratusan tepat tidur berkelas dormitory. “Ini sudah melebihi fasilitas hotel berbintang empat, karena memiliki banyak kolam renang,” kata rektor berkelakar. Sebab, hotel Kapal memang menyatu dengan lokasi Taman Sengkaling yang memiliki beberapa kolam renang, mulai dari untuk anak-anak hingga dewasa. Sementara itu, hotel UMM Inn yang dimiliki UMM sebelumnya saat ini sedang dalam tahap renovasi. Hotel legendaris dan bersejarah karena menjadi penginapan Muktamar Muhammadiyah tahun 2005 itu kini dibangun hingga 150 kamar, dilengkapi kolam renang. “Hotel ini akan menjadi tujuan masyarakat umum dan tamu universitas. Sedangkan untuk mahasiswa asing dan orang tua mahasiswa juga disiapkan fasilitas baru juga berupa dormitory dalam bentuk desain container modern,” terang rektor. Acara buka bersama dihadiri juga Wakil Rektor I, Syamsul Arifin dan Wakil Rektor III Sidik Sunaryo. Selain itu hadir pula para pejabat struktural fakultas hingga universitas. Puluhan wartawan yang selama ini menjadi mitra kerja UMM menikmati hidangan ala Eropa dan Jawa yang kabarnya akan menjadi menu andalan kafe tersebut selain kopi. Kepala Humas UMM, Joko Susilo, menerangkan acara silaturahmi ini merupakan kegiatan rutin yang sudah berjalan sepuluh tahun terakhir. Namun di setiap tahunnya, pihak universitas memberikan sentuhan berbeda. Seperti pada tahun ini, selain diwarnai dengan peresmian Roof Top juga ada acara memancing ikan di kolam pancing Taman Sengkaling, wartawan yang ikut acara ini dapat membawa pulang ikan hasil pancingannya. “Ini merupakan salah satu cara kami untuk mendekatkan diri dengan media sekaligus keluar dari rutinitas kerja,” pungkas Joko. (nas/can)