Semarak Pesta Kebun FPP, Berhadiah Kambing sampai Ikan Cupang

Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (FPP UMM) kambali mengadakan kegiatan silaturrahmi antar generasi yang bertajuk “Pesta Kebun FPP 2019”. Acara yang diadakan pada Minggu pagi (23/6) ini dikemas dengan konsep yang unik dan berbeda di Laboratorium Terpadu. Konsep pesta kebun sendiri dipilih lantaran sesuai dengan Laboratorium Terpadu yang banyak menghasilkan produk peternakan dan pertanian berkualitas. Serta disuplay ke berbagai Kalanga. Selain sebagai laboratorium lapang, juga difokuskan untuk mengembangkan produk pertanian dan peternakan unggulan. Para tamu undangan dapat menikmati berbagai hasil tanaman. Seperti pepaya, apel , jagung serta umbi-umbian. Peserta juga diundi mendapatkan hadiah satu ekor kambing. Acara ini juga turut dihadiri oleh rektor UMM yakni Dr. H. Fauzan, M.Pd serta beberapa mantan dekan FPP terdahulu. Selain hasil pertanian dari laboratorium terpadu, banyak komoditas lain yang dapat dinikmati oleh para tamu secara langsung. Panitia juga menyiapkan beberapa hiburan menarik, salah satunya adalah dibagikannya kupon berhadiah. Hadiah utamanya adalah satu ekor kambing, ayam, burung hingga ikan cupang. Di tengah kegiatan berlangsung terdapat sebuah inti acara yakni “Senandung Rindu”. Acara ini merupakan acara sharing dengan beberapa mantan dekan FPP. Di agenda ini setiap mantan dekan berkesempatan untuk menceritakan pengalaman dan juga kesan pesan selama menjabat sebagai dekan di FPP UMM. “Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyambung tali silaturahmi dan juga membangun rasa kekeluargaan di FPP. Harapannya, keluarga besar FPP dapat berkumpul dan membaur satu dengan yang lain untuk saling mendekatkan dan belajar dari pimpinan fakultas terdahulu,” tutur Rahmad Pulung Sudibyo selaku ketua panitia. Acara ditutup dengan acara makan bersama. Seluruh makanan yang disajikan juga berasal dari beberapa tanaman dan hewan ternak. Seperti kambing yang ada di Laboratorium Terpadu. Selain itu, para tamu undangan juga diberikan kesempatan untuk memetik jagung sendiri lantas membakarnya. (zak/can)
Hattrick! UMM Kembali Wakili Indonesia di Kontes Robot Amerika

Tim Robotik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mendapat gelar juara pada Kompetisi Robot Indonesia (KRI) kategori Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) di Universitas Dian Nuswantoro Semarang (20-23/6). Ialah Ghufron Wahyu Kurniawan, Izzan Silmi Aziz, serta Bayu Irawan Nugroho yang membawa ‘DOME’ menjadi robot tercepat dengan perolehan waktu nilai akhir terbaik; 3.44. Robot DOME UMM ditempel ketat oleh ‘EILERO’, tim robot yang berasal dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dengan perolehan akhir 3.82. Raihan ini menobatkan tim Kampus Putih untuk ketiga kalinya melanggeng ke gelaran lomba bergengsi tingkat dunia, Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC) di Trinity College Hartford Connecticut, Amerika Serikat di paruh tahun 2020 mendatang. Di tahun 2017, dua tim dari UMM memborong juara 1 dan 2 sekaligus untuk kategori robot berkaki. Dua tim tersebut yaitu tim InaMuh sebagai juara 1 dan tim Unmuh Malang sebagai juara 2. Tim InaMuh juga meraih juara poster terbaik. Pada April 2019 juga, ketiga tim UMM meraih juara pertama dan kedua untuk kategori robot pemadam api berkaki, dan juara dua untuk kategori robot pemadam api beroda. Khusnul Hidayat selaku pembimbing lapangan pun membuka kartu yang menjadi kunci kemenangan DOME, “Setidaknya ada beberapa point utama yang membuat tim kita menjadi lebih unggul dibandingkan dengan tim-tim lain. Pertama ialah tim robot kita menggunakan cairan khusus yang jadi media pengganti air,” ujar Khusnul usai timnya menerima tropi juara di Venue The Club Graha Padma (23/6). Selain itu, kedua ialah ukurannya yang lebih mini yang memberikan dampak postif pada efisiensi serta keluwesan pergerakan, sehingga pergerakan robot DOME sedikit lebih cepat dibandingkan yang lain. “Ini yang membuat robot UMM menjadi lebih sempurna, karena memiliki keunggulan dari segi pergerakan dan efisiensi dalam pemadaman api,” ungkap pria yang juga Dosen Teknik Elekro Fakultas Teknik UMM ini. Ketiga, saat melewati rintangan yang ada di dalam Arena, untuk mencari titik api dan memadamkannya pun robot DOME UMM mampu melewatinya dengan tanpa kendala berarati. Sehingga hasil yang didapat menjadi lebih sempurna dan Robot DOME UMM patut dinobatkan menjadi lawan terberat bagi semua peserta lomba dengan total 22 peserta di kategori ini. Gelaran KRI kali ini terbagi ke dalam 6 kategori. “Ke depannya, semoga tim Robotik kita terus berjaya dan sukses. Saya pesankan kepada anak-anak saya agar selalu mengikuti perkembangan teknologi, dan kedepan kami akan mempersiapkan robot yang akan di bawa ke Amerika Serikat untuk mewakili Indonesia karena telah menjuarai kontes robot pemadam api ini,” pungkas Dr. Ahmad Mubin, MT. selaku Dekan Fakultas Teknik UMM. (riz/can)
Event Gebyar Bamboo Lira Liru yang Eco Friendly

Melalui tangan dingin mahasiswa praktikum Public Relations (PR) 3 Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), daerah dampingan UMM, salah satu event anyarnya bakal menjadi ikon baru Ekowisata Boonpring Andeman, Desa Sanankerto, Turen, Kabupaten Malang. Minggu (23/6) digelar Gebyar Bamboo Lira Liru. Mengusung tagline Gebyar Bambu Malang-Desa Berdaya Warga Berkarya acara ini mengangkat isu eco-friendly. “Kami ingin menyampaikan pesan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga lingkungan. Bagaimanapun pemanasan global terhadap perubahan lingkungan sekitar sangat berpengaruh signifikan,” pungkasnya. Kegiatan ini diwujudkan ke dalam beberapa rangkaian acara yakni berupa Pasar Bambu Tradisional, Makan Sego Empog Terpanjang, Parade dan Pameran Karya Kerajinan Bambu, Pameran 65 Jenis Bibit Bambu, Flashmob Angklung, Playground Tradisional, dan Hiburan dengan sentuhan tradisional kearifan lokal lainnya. Melalui inovasi bambu dan menghadirkan suasana tradisional, perhelatan ini bakal menjadi ikon baru Ekowisata Boonpring. “Di antaranya dengan mengapresiasi kerajinan bambu yang ada di sini, yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidupnya dari hasil bambu dan bertani,” ujar Qurrotul Aini selaku ketua pelaksana acara. Dijelaskan oleh Aini, Gebyar Bamboo Lira Liru turut menghadirkan aksi kolaborasi masyarakat dan UMM dalam rangka peningkatan nilai bambu melalui program, serta konten-konten yang kreatif dan inovatif. ”Khusus acara yang spektakuler ini, kami melibatkan banyak pihak untuk berpartisipasi dalam kolaborasi,” paparnya. UMM sebagai kampus pelopor pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), dengan melakukan pembangunan stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Ketua Tim Teknis PLTMH UMM, Ir Suwignyo, MT menerangkan PLTMH ini untuk mendukung konservasi sumber air Andeman dan pengembangan ekowisata terpadu. Pada siang hari dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif perdesaan dan pengembangan irigasi pompa kawasan agrowisata. Serta dapat dijadikan sebagai taman edukasi wisata sains-teknologi energi terbarukan. Pada malam harinya dimanfaatkan untuk penerangan kawasan wisata dan lingkungan sekitarnya. PLTMH Desa Sanankerto mengandalkan debit air 0,50 M3 perdetik dengan mengambil dari sumber air Andeman. Turbin yang digunakan berbeda dengan yang dipakai pada PLTMH di UMM sebelumnya. “Turbin Boonpring menggunakan propeller poros vertikal. Jika berhasil akan kita kembangkan untuk produksi turbin dan akan dijual,” ungkapnya. (riz/can)
Prihatin Konten Negatif, Ikom UMM Helat Pesta Film Anak

Industri film anak-anak saat ini sedang mengalami krisis konten. Melalui praktikum 1 Audio Visual Ilmu Komunikasi (Ikom) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Pesta Film Anak (26/6) sebagai bentuk apresiasi karya film yang konsen pada konten positif. Aksi positif sekelompok mahasiswa ini patut diacungi jempol. “Anak-anak saat ini telah terkontaminasi dengan perkembangan teknologi juga internet. Kecenderungannya, konten yang terdapat di internet negatif dan sulit dikontrol. Melalui film, kami dapat menyajikan berbagai film berkonten positif. Tujuannya tidak cuma sebagai tontonan tapi juga tuntunan,” kata Mella Dwi Purnama, ketua pelaksana. Bentuk acaranya yakni berupa penayangan perdana film-film karya mahasiswa praktikum audiovisual 1 prodi Ilmu Komunikasi. Gelaran ini bertemakan, “Museum Anak: Tempo Dulu”. “Maksud dari tema ini yakni mengajak para penonton, anak-anak maupun remaja, untuk bernostalgia dengan berbagai hal di masa lampau,” kata Mella. Event ini juga, sambungnya, memperkenalkan bagaimana cara anak-anak tempo dulu bersosialisasi. Tidak seperti sekarang yang kecenderungannya membuat anak-anak dan remaja memiliki jiwa individualis. “Selain itu, kita juga mengeksplorasi hal-hal di masa anak-anak tempo dulu, mulai dari permainan, makanan dan lainnya,” ujarnya. Sedikitnya sembilan film ditayangkan di hadapan anak-anak seusia sekolah dasar dan remaja. Pasca ditayangkan, para sineas juga diminta membagikan pengalamannya di balik proses pembuatannya. Acara ditutup dengan penganugerahan penghargaan untuk berabagai kategori. Di antaranya ide cerita terbaik, hingga soundtrack terbaik. Sembilan kelompok yang unjuk gigi karya filmnya yakni Sam Depok – “The Sacred Tree”, Pine Film – “Super Sayur”, Gawe Pilem – “Jangkrik”, Sudut Pandang Sinema – “Kelaran”, Dialektika – “Paku dalam Botol”, Foremost Film – “Selimut Ashgaf”, Miwiti – “Pangkur”, Sakelas Production – “Surup” serta Back to Basic – “Sehari Saja”. Back to Basic jadi pemenang Ide Cerita Terbaik mengisahkan Aqila, anak perempuan 9 tahun yang tinggal bersama ibunya. Suatu hari, ibunya marah kepada Aqila karena ia bangun kesiangan, mereka pun beradu argumen, Aqila merasa menjadi orang tua itu mudah, sedangkan ibunya merasa tidak ada hal yang rumit menjadi anak kecil. Hingga satu kejadian, membuat keduanya tertukar jiwa. Tubuh Aqila dengan jiwa ibunya dan sebaliknya. Dari kejadian itu, mereka mendapatkan banyak pelajaran berharga yakni tentang saling menghargai dan menghormati. Keduanya menyadari bahwa tidak mudah menjalani peran jadi seorang single parent dan siswa kelas 5 SD. Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi UMM, Himawan Sutanto, M.Si menyebut, masa anak-anak adalah masa di mana mereka menirukan banyak hal. “Melalui perhelatan Pesta Film Anak ini, kita ingin mewujudkan generasi kita menjadi generasi yang sehat. Tidak hanya fisiknya, tapi juga jiwa dan pengetahuannya,” ungkapnya dalam sambutan. (can)