Dosen UMM Sabet Gelar Dosen Berprestasi LLDIKTI 2019

Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Ihyaul Ulum, SE., M.Si., Ak., CA dinobatkan sebagai Dosen Berprestasi I, hasil pemilihan tingkat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII tahun 2019. Keputusan itu didasarkan kepada Surat Keputusan Kepala LLDIKTI Wilayah VII Nomor: 12/L7/SK/2019 tanggal 2 Juli 2019. Ulum dinobatkan sebagai Dosen Berprestasi di kategori Sosial Humaniora. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini berhasil mengalahkan dua puluh dosen perguruan tinggi swasta yang terseleksi di tingkat LLDIKTI Wilayah VII. Raihan Ulum mengulang prestasi yang diraih pendahulunya Djoko Sigit Sayogo, S.E., M. ACC., Ph.D.,. Djoko tak hanya di tingkat LLDIKTI Wilayah VII, namun juga dinobatkan sebagai Dosen Berprestasi I di tingkat nasional tahun 2018 lalu, mengeser IPB dan ITB. Selama lima tahun terakhir, Dr. Ihyaul Ulum banyak bergelut di dunia intellectual capital (modal intelektual). Bahkan, dia menciptakan model ukuran dari intellectual capital (IC). Temuan formula ini dinamainya dengan Modified Value Added Intellectual Coefficient (MVAIC). Fungsinya, untuk mengukur kinerja dari organisasi yang memiliki modal intelektual. “Karena selama ini (modal intelektual, red.) tidak terukur,” katanya. Buah pemikirannya itu kini sudah terbit di salah satu jurnal internasional di Amerika Serikat (AS). MVAIC juga sudah didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham). Bahkan, diakuinya, model MVAIC telah dipakai banyak peneliti asing untuk mengukur kinerja perusahaan publik di Hongkong, Amerika, Australia, hingga London. Tak hanya menelurkan formula MVAIC. Di tahun 2016, Ulum juga sudah menerbitkan buku dengan judul “Intellectual Capital: Model Pengukuran, Framework Pengungkapan & Kinerja Organisasi”. “Buku ini disusun dengan semangat untuk meng-Indonesia-kan isu tentang IC,” ungkapnya. Secara internasional, ditambahkan Ulum, kajian tentang IC telah mulai berkembang sejak akhir tahun 1990-an. Termasuk di Indonesia. Ulum mengaku optimis dapat mengulangi sukses di ajang nasional nantinya. “Terus berjuang untuk mengharumkan nama universitas tidak hanya dari mahasiswanya, seluruh civitas akademika juga diharapkan ikut berpartisipasi mengharumkan nama Kampus Putih. Dan semoga tahun ini dosen UMM dapat kembali untuk menjadi Dosen berprestasi tingkat Nasional seperti tahun lalu,” tandas Ulum, ditemui Jumat (12/7). (yas/can)

Mobil KaCa UMM di PSPA Bima Sakti: Adakan Outbond, Kelas Jurnalistik sampai Fotografi

Wajah sumringah nampak hadir di wajah mungil anak-anak Panti Sosial Petirahan Anak Bima Sakti, Kota Batu, Kamis (12/7) pagi. Pasalnya, Mobil Kamis Membaca (KaCA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hadir dengan mengadakan beragam kegiatan untuk menggembirakan mereka. Seperti diselengarakannya kelas Fotografi, Jurnalistik, membaca bersama, juga kegiatan luar ruangan seperti Outbond. Pada kelas Fotografi misalnya, selain mendapat materi seputar dasar-dasar Fotografi, para siswa juga diajak untuk praktik langsung menangkap objek gambar. Materi disampaikan M. Zaky Agung yang merupakan fotografer Humas dan Protokoler UMM ini. “Mereka antusias saat diberi kesempatan memegang kamera. Ada yang memotret kawan mereka sendiri, ada juga memotret objek menarik di sekitarnya,” cerita Zaky. Keseruannya tak sampai di situ. Selain kelas fotografi, adapula kegiatan belajar lain seperti materi jurnalistik yang disampaikan mahasiswa peminatan Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi UMM, Yasmin Azatil Isma. Selain itu, kegiatan outbond yang dipandu master of training Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) UMM, Luthfi Badhilah menyempurnakan kegembiran mereka hari itu. PSPA Bima Sakti sendiri merupakan Panti Sosial yang berada di naungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Panti yang dikhususkan untuk para siswa di SD seluruh Jawa Timur yang punya sedikit masalah Psikososial seperti suka jail, pemurung, kurang percaya diri, prestasi menurun dan lainnya. Setiap bulannya PSPA Bima Sakti Selalu menerima ratusan siswa dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur. Muhammad Laziq Fahri Al-Fayat salah satu siswa asal Bondowoso menyampaikan dirinya sangat senang berada di PSPA ini, terlebih dengan hadirnya tim Mobil KaCa UMM. Lantaran mereka mendapat pengalaman baru yang tidak ditemuinya di sekolah asal. “Banyak temannya, banyak pengalamannya. Tapi kadang saya juga kangen dengan teman sekolah dan juga orang tua saya,” tuturnya dengan polos. Endang Kastuti, Pekerja Sosial di PPSA Batu menambahkan pihaknya secara khusus membantu menangani anak-anak yang mengalami berbagai permasalahan. Selain itu, secara kasuistik dibimbing satu persatu. “Biasanya, kita beri mereka latihan sikap kemandirian melalui kegiatan-kegiatan bersama. Kehadiran Mobil KaCa UMM memberi warna berbeda pada kegiatan yang sudah rutin,” urainya usai kegiatan. Kehadiran Mobil KaCa UMM juga menyedot perhatian tersendiri anak-anak PSPA Bima Sakti. Koleksi lengkap mulai dari ensiklopedia, komik, novel hingga buku pelajaran dan pengetahuan umum juga tersedia. Anak-anak begitu antusias membaca dan saling membagikan pengetahuan terbarunya kepada kawannya. Ke depan, Mobil KaCa akan berkeliling ke tempat khusus lainnya, seperti panti serta daerah pinggiran. (zak/can)

Songsong Pimnas, UMM Jadi Tuan Rumah Monev PKM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang tahun 2019. Agenda ini dilaksanakan selama 3 hari, mulai 11 hingga 13 Juni di Aula Gedung Kuliah Bersama 4 lantai 9 UMM. Diikuti 59 PKM dari 6 perguruan tinggi Jawa Timur. Monev merupakan salah satu tahap penentuan keikutsertaan mahasiswa dalam pelaksanaan PKM sebelum para peserta melangkah pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan mengevaluasi pelaksanaan penugasan PKM yang telah lolos pendanaan. Di UMM, mereka mempresentasikan laporan kemajuan PKM yang telah mereka kerjakan sebelumnya di hadapan tim reviewer dari Dirjen Belmawa Kemenristekdikti. Kemudian peserta akan melakukan klarifikasi dari pertanyaan reviewer. Reviewer ini  adalah Dr.rer.nat I Wayan Karyasa, M.Sc., dan Dra. Titiana Iriwani, M.Sn. Wakil Rektor III UMM, Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si., M.Hum. mengatakan, dari 59 tim PKM host UMM tersebut, 38 tim PKM berasal dari mahasiswa UMM dan merupakan salah satu yang terbanyak di Jawa Timur. Pencapaian ini merupakan peningkatan reputasi UMM dalam tren positif keikutsertaan PKM selama 3 tahun terakhir. Lebih lanjut, Sidik menuturkan dalam pencapaian tersebut UMM telah melakukan banyak pembekalan. Di antaranya, pembimbing PKM, dan tim reviewer internal. “Tim ini untuk memperbaiki, mendampingi dan melatih sebelum di review oleh tim eksternal. Mahasiswa akan presentasi di akhir pekan selama satu bulan,” sebut Sidik. Sidik berharap, mahasiswa mampu mewujudkan target-target dan program yang mereka usulkan dengan baik. “Melalui PKM ini para peserta bisa mengembangkan kretivitasnya dan memberikan yang terbaik. Kita sudah memberi latihan, pendampingan dan pengayaan. Selanjutnya, kami serahkan pada keputusan viewer,” tutur Sidik. (bel/can)