IKA UMM Gelar Reuni Ruang Rindu

IKATAN Alumni Universitas Muhammadiyah Malang (IKA UMM) menghelat reuni yang mengangkat tema Ruang Rindu, Sabtu (27/7). Hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI) Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P, Bupati Pasuruan M. Irsyad Yusuf, S.E, MMA yang juga ketua umum IKA UMM, Bupati Kutai Kartanegara Drs. Edi Damansyah M.Si serta Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. Reuni ini merupakan salah satu agenda dalam rangka merajut kembali ikatan silaturahmi yang lama tidak terjalin karena jarak dan waktu. Setelah diresmikan melalui surat keputusan Rektor UMM, Irsyad dengan sigap melaksanakan koordinasi untuk menggagas beberapa langkah strategis bersama jajarannya.“Kami sudah canangkan ide-ide untuk mendukung kemajuan UMM ke depan,” tuturnya saat sambutan. Pria yang akrab disapa Gus Irsyad ini pun lantas berharap ke depan masing-masing provinsi memiliki cabang-cabang IKA UMM. Hal ini untuk mengkoordinir perluasan gerakan kebermanfaatan. Melalui skala yang besar, kebermanfaatan alumni UMM akan lebih terasa secara menyeluruh. Tentunya bagi kemajuan umat dan bangsa yang juga termaktub dalam visi dan misinya. Bupati Kutai Kertanegara, Edi juga menyampaikan rasa bangganya menjadi alumni UMM. Pada kesempatan tersebut pula, ia melakukan penandatangan nota kesepemahaman dengan UMM untuk bekerja sama mendirikan Pusat Pendidikan Vokasi di Kutai Kertanegara. “Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal untuk menyebarluaskan semangat dari Muhammadiyah untuk Bangsa,” ungkapnya. “Momen ini saat yang tepat untuk beraksi memberikan kebermanfaatan umat,” ujar Fauzan, Rektor UMM. IKA UMM musti menjadi garda terdepan yang menginisiasi berbagai upaya memajukan almamater Jas Merah Kampus Putih. Bagi Mendikbud Muhadjir, hadirnya IKA UMM dapat menjadi bagian strategis UMM untuk terus berkembang pesat. “Mungkin usia kita mentok 90 tahun. Tetapi mari berpikir seratus bahkan ribuan tahun ke depan untuk masa depan yang cerah, salah satunya melalui IKA UMM ini,” katanya. Di usia UMM yang ke-55 ini, Muhadjir berharap IKA UMM dapat terus menerus istiqomah memberikan manfaat bagi umat dan bangsa. Persebaran alumni UMM di seluruh Indonesia, lanjut Muhadjir yang merupakan Rektor UMM periode 2008-2016 ini, semestinya dimanfaatkan dengan baik. Terkhusus bagi mereka yang tengah menjabat di pemerintahan, pengusaha dan di berbagi sektor lainnya. Seperti yang berdiaspora di dunia politik seperti Irsyad Yusuf yang tengah menjabat sebagai Bupati Pasuruan. Perhelatan dimeriahkan band kenamaan Indonesia yang sempat booming di era 2007, Letto. Grup musik asal Yogyakarta ini beranggotakan Noe sebagai vokalis, Patub sebagai gitaris, Arian sebagai bassis, dan Dhedot sebagai drummer. Beberapa lagu andalan yang dibawakan berhasil menghanyutkan suasana, di antaranya Sandaran Hati, Permintaan Hati, Sebelum Cahaya dan tentu pamungkasnya Ruang Rindu. (mir/can)
UMM-Kukar Teken Kerjasama Pendirian Pusat Pendidikan Vokasi

Momentum Reuni Aktivis dan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 90-95, serta Silaturahmi Ikatan Alumni (IKA) UMM, Sabtu (27/7), ditandai dengan penandatanganan nota kerjasama antara UMM dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam pendirian Pusat Pendidikan Vokasi. Drs. Edi Damansyah. M.Si, Bupati Kukar hadir langsung untuk menandatangi nota kesepemahaman yang disaksikan oleh Mendikbud Republik Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Bupati Pasuruan M. Irsyad Yusuf, S.E, MMA yang juga ketua umum IKA UMM, serta Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. Berdasarkan data statistik, sumber daya alam (SDA) berupa minyak dan gas (Migas) yang merupakan sektor penyumbang ekonomi terbesar yakni 63%. Namun demikian, belajar dari negara lainnya yang mengalami kemunduran karena hanya mengandalkan SDA. Sehingga, Edi menilai perlu paradigma baru dalam proses membangun. Jika sumber daya yang tak terbarukan itu habis, sambung Edi, maka kita perlu menyiapkan sektor pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), yakni melalui Pendidikan,” ungkap Bupati Kukar di hadapan Alumnus Kampus Putih. Kerjasama ini, dinilai Edi, penting sebagai bentuk ikhtiar memajukan kualitas SDM Indonesia. Selain pemanfaatan lahan eks-tambang dan asset bangunan, ruang lingkup kesepakatan juga melakukan pengembangan pusat pendidikan vokasi di beberapa bidang. Di antaranya agrokompleks, teknologi informasi dan komunikasi, pariwisata, kesehatan manajemen logistik, hingga, pengembangan ekonomi kreatif. Pendirian dan pengembangan Pusat Pendidikan Vokasi dalam bentuk Politeknik ini memanfaatkan lahan dan aset eks-tambang milik Pemerintah Kukar. “Pemilihan lahan ini dimaksudkan agar stigma yang selama ini melekat di masyarakat bahwa lahan tambang yang sudah tak terpakai, bisa dimanfaatkan lagi,” terang Edi. “Pesan saya kepada seluruh elemen yang hadir saat ini, semoga bisa menanamkan Budaya Kerja atau Corporate Culture serta kedisiplinan yang baik kepada generasi selanjutnya. Hal ini dimaksudkan menuju bangsa yang lebih baik,” tutur Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P yang juga Wakil Ketua Badan Pembina Harian UMM. “Kerjasama ini bisa terjadi karena adanya peran aktif dari Ikatan Alumni UMM yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim). Terima kasih atas segala kontribusi yang telah diberikan. Semoga silaturahmi ini semakin memperluas serta menguatkan kebermanfaatan para alumni di seluruh pelosok Indonesia,” pungkas Rektor UMM Dr. H. Fauzan, M.Pd. (riz/can)