Mobil KaCa UMM Sosialisasi Mitigasi Bencana di Lereng Semeru

Banyaknya korban yang terdampak bencana alam di Indonesia, terkhusus Jawa, mendorong Tim Mobil KaCa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan mitigasi bencana. Medium literasi inklsusif berkonsep Mobil Pintar ini terjun ke tengah siswa SD dan SMP yang ada di desa Bambang kecamatan Wajak Kabupaten Malang, Kamis (1/8) untuk memberikan edukasi seputar kebencanaan. Kehadiran Mobil KaCa UMM di tengah siswa-siswi di lereng Semeru ini atas inisiasi kelompok Kuliah Kerja Nyata 18 UMM. Salah satu alasan dipilihnya lokasi ini karena dikenal dengan wilayah yang sering terjadi bencana gampa bumi dan juga longsor. “Mengingat lokasi Desa Bambang Kecamatan Wajak ini berada di lereng gunung Semeru,” kata Fani Wahyu Pamungkas, koordinator desa KKN 18 UMM. Materi mitigasi bencana disampaikan oleh Liyana Nurul Azmi dari Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) UMM yang berafiliasi langsung dengan organisasi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Dalam materi mitigasi bencana ini, para siswa diajarkan bagaimana cara menyelamatkan diri ketika suatu bencana seperti gempa bumi, tanah longsor, banjir dan juga Tsunami sedang terjadi. Materi disampaikan dengan cara yang unik dan menggembirakan agar para siswa dapat menerima materi yang disampaikan dengan maksimal. Metode yang digunakan yakni melalui bernyanyi dan bermain permainan yang kaitannya pada kewaspadaan saat terjadi bencana. Bahkan, sempat dilakukan juga simulasi agar para siswa dapat menerapkan secara langsung materi yang diajarkan melalui beragam metode itu. Selain materi mitigasi bencana, adapula kelas menulis cerita anak yang disampaikan oleh Achmad Sulchan An Nauri. Dalam materi kali ini para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap siswa harus membuat satu buah kalimat yang saling berkaitan sehingga menciptakan sebuah rangkaian kalimat yang padu. Para siswa nampak antusias menceritakan kembali karangan cerita yang mereka rangkai. “Para siswa di desa ini memang sejak awal sangat antusias dalam belajar. Hal itu terlihat ketika kami melaksanakan program mengajar di beberapa sekolah dan juga membuka bimbingan belajar di posko pemondokan mahasiswa. Namun sangat disayangkan, kurangnya tenaga pendidik di desa ini membuat perkembangan belajar mereka sedikit terhambat,” ungkap Fani, mahasiswa Prodi Teknik Industri tersebut. Salah satu siswa asal SDN 2 Bambang juga mengungkapkan kegembiraannya atas kehadiran mobil kaca ini. Terlebih tentang materi kebencanaan. “Saya sangat senang dengan adanya mobil pintar ini. Saya bisa membaca buku dan mendapat pengetahuan tentang cara menyelamatkan diri dari bencana yang terjadi,” tutur Muhammad Hanafi yang pada saat ditemui sedang asik membaca komik Warkop DKI Reborn ini. (zak/can)
Bantu Pasarkan Tape Singkong Banjarsari Lewat Medsos

SINGKONG memang jadi komoditas yang melimpah di Desa Banjarsari Kabupaten Malang. Hanya saja, pengetahuan seputar pemasaran produk masih jadi masalah tersendiri. Potensi yang seharusnya bisa dilejitkan ini ditangkap oleh kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 94 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan mengadakan pelatihan penggunaan media sosial sebagai alat pemasaran, Selasa (27/7) lalu. Pelatihan ini merupakan salah satu program kerja yang dibuat oleh divisi Ekonomi dan Kewirausahaan (KWU) dari kelompok KKN 94 UMM. Pelatihan sehari ini mengundang salah satu dosen Fakultas Pertanian dan Perternakan (FPP) dari UMM yaitu Aprilia Devi Anggraini S.pt, M.sc sebagai pemateri. Aprilia menangkap bahwa potensi olahan singkong berupa tape ini bisa meningkatakn penjualan melalui media sosial. Pelatihan dimulai dengan memberikan tips dan trik dalam pengembangan produk seperti kemasan, label serta inovasi varian olahan tape. Lalu dilanjutkan dengan penjelasan umum mengenai media sosial yang biasa digunakan sebagai media pemasaran. Setelah dijelaskan mengenai media sosial, peserta langsung diajak untuk mempraktikkan cara menggunakan media sosial untuk pemasaran secara online. Target kami ini Kelompok Wanita Tani (KWT), anggota PKK, dan pelaku wirausaha. “Sebelumnya sudah sering ada pelatihan pemasaran, tapi ini sudah baik karena mengajarkan langsung cara berjualan di Facebook. Tantangannya, masyarakat masih banyak yang kurang paham tentang cara menggunakan hp apalagi media sosial seperti itu” ucap Solikha, ketua Kelompok Wanita Tani yang menjadi salah satu peserta. “Produk di sini sebetulnya sudah sesuai dengan komoditas unggulan yang diharapkan oleh masyarakat. Jadi lebih tepatnya kami cuma membantu melatih dalam pemasaran melalui media social. Selain itu, kami juga mendampingi mereka dalam proses pengemasan serta menyertakan logo produk itu sendiri agar memiliki nilai jual lebih tinggi dari sebelumnya,” ucap Dhiva, ketua pelaksana dari pelatihan tersebut. Banyak cara yang dilakukan untuk mengembangkan usaha tape singkong ini. Hanya saja, selama ini proses pemasarannya belum mampu menaikkan penghasilan yang signifikan. “Tape ini adalah hasil olahan home industry. Biasanya setiap outlet tape menjual produk tapenya dalam bentuk kwintal ke beberapa kota seperti Tulungagung, Blitar, dan Batu. Semoga lewat medsos bisa menaikkan penjualan,” terang Dhiva. (*/can)
Jombang Minta UMM Lejitkan Potensi Daerahnya

Kiprah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan pendampingan kepada daerah melalui pemaksimalan potensi lokal telah diakui banyak pihak. Apresiasi dan kerjasama tak hanya berangkat dari sesama institusi pendidikan, melainkan juga dari unsur pemerintahan. Kali ini dijalankan dengan Kabupaten Jombang (28/7). Penandatanganan dilakukan langsung Rektor UMM, Dr. H. Fauzan, M.Pd dan Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab. UMM-Jombang bekerjasama dalam bidang diklat, bidang penelitian, bidang pengabdian kepada masyarakat, bidang peningkatan kualitas SDM dan bidang peningkatan penerapan dan pengembangan teknologi. Fauzan menyampaikan, jika kerja sama tersebut akan memacu pertumbuhan kualitas segala bidang agar semakin pesat. “Banyak ranah yang dapat dikembangkan bersama,” tuturnya saat memberikan sambutan. Di antaranya pendidikan keahlian teknologi informasi dalam rangka menghadapi tantangan Industri 4.0. Dalam kerja sama tersebut, UMM diminta secara khusus membantu meningkatkan skill SDM pada sektor pertanian, peternakan dan perikanan masyarakat Jombang. Hal ini dipandang strategis untuk ditingkatkan, karena menyangkut potensi ekonomi juga mengingat salah satu hasil bumi terbesar Jombang pada sektor pertanian. Selain itu, sektor pendidikan juga akan digarap oleh UMM. Program yang akan diberikan yakni pemaksimalan kemampuan guru dan ustadz pondok pesantren dalam menguasai teknologi informasi. Menurut Fauzan, sektor ini menjadi sangat penting untuk menciptakan pendidikan yang semakin berkualitas di era digital. UMM juga bakal membina Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk kurangi angka pengangguran . Melalui upaya pembinaan UKM, UMM berharap dapat memberikan kontribusi terbaiknya bagi masyarakat. Tak hanya itu, UMM juga akan upayakan penanganan kepada anak-anak jalanan agar memiliki masa depan yang cerah. Sebelumnya, UMM telah melakukan kerja sama dengan pemerintah Kabupaten Jombang, tepatnya pada era Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P saat menjadi Rektor. Kerja sama tersebut mengizinkan UMM untuk mendirikan laboratorium Fakultas Kedokteran (FK) UMM di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang. (mir/can)