Kembang Api Meriahkan Closing Ceremony KKN 84 UMM

Semarak Closing Ceremony Kelompok Kuliah Kerja Nyata 84 Kedungsalam, Donomulyo, Kabupaten Malang berlangsung meriah dengan  kembang api, Rabu (15/8). Kegiatan ini sekaligus perayaan menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. KKN 84 bekerjasama dengan Bioskop Keliling (Bioling) UMM dalam pemutaran film “Cek Toko Sebelah” yang disutradai Ernest Prakasa. Dengan menampilkan film keluarga yang dibalut dengan komedi ini terlihat antusias warga. Hal ini terbukti dari ludesnya 500 tiket pengunjung. “Ini merupakan pelaporan sekaligus penutupan dalam pengabdian kami kepada Desa Kedungsalam selama sebulan ini. Kami menyajikan Festival Kembang Api dan nonton bersama semata untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Kedungsalam,” sebut Dana Sulistya, koordinator desa Kelompok 84. Kegiatan ini disajikan untuk memberikan kesan perpisahan yang terasa dekat dengan warga Desa Kedungsalam. Setiap warga yang hadir diberi kembang api dan obor yang dinyalakan bersama sebagai simbol pelepasan mahasiswa KKN 84. Tidak sedikit warga yang ikut merasakan kesedihan pengabdian ini. “Sudah berakhir pengabdian masyarakat dari mahasiswa KKN UMM ini. Semoga tidak berakhir juga silaturahmi dengan warga-warga. Semoga diberi kelancaran dalam prosesnya belajarnya di Perguruan Tinggi,” sebut Suprianto selaku Penanggung Jawab Kepala Desa Kedungsalam saat memberikan sambutan. Acara Festival Kembang Api kali ini ditutup dengan pengumuman undian doorprize untuk para warga yang hadir dengan berbagai hadiah menarik seperti kulkas, kipas angin, dan berbagai hadiah lainnya. Bioling UMM sendiri akan mengaspal tiap pekannya memberikan hiburan kepada masyarakat ala layar tancap. (bel/can)

Mahasiswa UMM Olah Sampah Plastik Jadi Paving Block

Sampah plastik merupakan permasalahan lingkungan hidup yang dihadapi masyarakat Indonesia dan dunia. Penggunaan produk plastik yang tidak ramah lingkungan menyebabkan berbagai masalah lingkungan hidup yang serius. Untuk itu, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jawa Timur mengolah limbah plastik tersebut menjadi paving block atau conblock. Pengolahan limbah plastik itu dilakukan para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 49 Divisi Ekonomi di Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang Jawa Timur. Kegiatan pengolahan plastik tersebut dilakukan para mahasiswa bersama dengan masyarakat dan aparat desa, Jum’at (9/8). “Banyaknya limbah sampah plastik yang berserkan di lingkungan Desa Kemiri ini dapat merusak ekosistem lingkungan desa. Itulah alasan utama mahasiswa KKN 49 UMM untuk mencetuskan program unggulan mengolah limbah sampah plastik menjadi sebuah inovasi paving block,” ujar Ketua Divisi Ekonomi KKN 49 UMM, Arief Elfandi. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM itu menambahkan, selain sebagai solusi alternatif pengurai limbah plastik, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu menjadi sumber tambahan pendapatan masyarakat desa, serta menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Kemiri. Di tempat yang sama, mahasiswa KKN 49 UMM Divisi Ekonomi, Adil Abdul Hakim menambahkan, untuk memproduksi 1 buah paving block, diperlukan 1 kg sampah plastik yang dicampur dengan 1 kg pasir, lalu dicampur oli bekas. “Masak oli bekas hingga mendidih, kemudian masukkan limbah sampah plastik ke dalam tungku berisi oli panas. Kemudian, jika sudah mencair keseluruhan plastik masukkan pasir lalu aduk hingga menyatu,” ujar Adil Abdul Hakim. Selanjutlanya, lanjut mahasiswa Fakultas Teknik Informatika UMM itu, masukkan campuran plastik dan oli bekas tersebut ke dalam cetakan paving block. “Kami sangat senang karena bisa berbagi teknik pengolahan paving blok ini, apalagi kami juga mendapat dukungan antusias dari para Ketua RT dan Ketua RW Desa Kemiri, para perangkat desa Kemiri, pejabat TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terakhir), DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kepanjen Malang, serta dosen pembimbing Ibu Ririn,” papar Adil Abdul Hakim lagi. Sementara itu, Kepala Desa Kemiri, Wijiati mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada para mahasiswa KKN 49 UMM, karena telah memaparkan inovasi pengolahan limbah plastik dan oli bekas kepada para perangkat desa. “Saya sangat senang dan berterima dengan adanya ide inovasi pengolahan sampah plastik menjadi paving block ini, yang mana sampah merupakan PR bagi kita semua. Dan saya berharap ke depan sampah ini bisa menjadi sampah berkah atau pun sampah rupiah yang dapat menambah penghasilan bagi masyarakat Desa Kemiri, untuk pemasaranya mungkin nanti akan di bantu oleh BUMDES,” ujar Wijiati. (can)