UMM Siap Cetak Dosen Pemula Profesional lewat PEKERTI

Berprofesi sebagai seorang Tenaga Pengajar (Dosen) tidaklah suatu pekerjaan yang mudah. Seorang dosen harus memiliki ilmu pengetahuan yang cukup, berprilaku baik, dan memiliki teknik pengajaran yang menarik sehingga para mahasiswanya mampu menerima materi yang disampaikan dengan baik. Oleh karena itu Badan Pengelola Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas Muhammadiyah Malang kembali mengadakan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) yang diselenggarakan di ruang sidang ekonomi Gedung Kuliah Bersama II lantai 1, Rabu (14/8). Acara yang dihadiri oleh Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. selaku Wakil Rektor 1 UMM ini, diikuti oleh puluhan dosen pemula dari berbagai program studi yang ada di UMM. Selain memberikan materi tentang Kebijakan Mutu dan Profesi, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. juga membuka pelatihan tersebut secara resmi. PEKERTI sendiri memang diwajibkan kepada seluruh tenaga pengajar yang ada di lingkungan Kampus Putih UMM. Tujuan dari adanya pelatihan ini adalah sebagai bekal untuk para dosen pemula sebelum mereka terjun langsung menghadapi berbagai macam latar belakang dari para mahasiswanya. Bekal yang dimaksud di sini ialah berbagai hal yang terkait dengan pembelajaran, mulai dari teori pembelajaran, teori pengajaran, metode pembelajaran, strategi hingga evaluasi pembelajaran. Bahkan sampai membuat rangkaian dan perangkat pembelajaran, hingga praktik (Micro Teaching). Dalam kegiatan pelatihan ini terdapat 3 tahap. yakni, pemantapan konsep yang dilaksanakan selama 2 hari. Setelah mendapat pelatihan pemantapan konsep, nantinya para peserta akan diberikan waktu selama 2 minggu untuk menyusun perangkat pembelajaran yang digunakan selama satu semester, dalam hal ini para peserta mendapat tugas untuk menyusun Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) dan Rancangan Pembelajaran Harian (RPP). Setelah RPS dan RPP selesai dibuat, para dosen pemula ini akan mulai melakukan pembelajaran di kelas selama 5 minggu. Tahap ini mereka harus menerepkan RPS dan RPP yang telah dibuat sebelumnya. Selain itu dalam melaksanakan pembelajaran, para dosen pemula ini nantinya akan didampingi oleh fasilitator yang bertugas untuk mendampingi kegiatan mengajar mereka di kelas, dan memonitor para dosen pemula apakah sudah menerapkan hasil dari pelatihan yang telah diikuti. Dr. Hari Windu Asrini, M.Si. selaku ketua pelaksana mengungkapkan fungsi dari fasilitator sendiri adalah sebagai pendamping di mana mereka dapat memberikan koreksi atau masukan kepada dosen pemula tersebut. “Dalam hal pembelajaran, jam terbang memiliki peran yang cukup penting. Mengingat hal ini berhubungan dengan pengalaman para dosen pemula dalam hal menyampaikan materi di depan kelas,” ungkap Rini. Selain diikuti oleh beberapa dosen pemula, pelatihan ini juga diikuti oleh beberapa dosen yang sudah memiliki jam tebang tinggi, namun belum pernah mengikuti pelatihan PEKERTI sebelumnya. Hal ini dapat terjadi karena betapa pentingnya sertifikat dari pelatihan ini sendiri. Mengingat sertifikat yang didapat nantinya dapat digunakan untuk mengurus apapun yang berkaitan dengan kepangkatan, sertifikasi dosen, karena untuk melakukan hal itu harus mencantumkan sertifikat pekerti. “Alhamdulillah UMM ini sudah diberi kewenangan untuk menyelenggarakan pelatihan pekerti ini, kalau perguruan tinggi lain masih harus ikut di LLDIKTI Kopertis,” imbuh Rini. UMM sendiri sudah menyelenggarakan pelatihan ini yang ke-22 kalinya. (zak/can)

Peringati HUT RI, Kapal Garden Hotel Gelar Donor Darah

PERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia (RI) bisa diisi dengan banyak hal positif. Misalnya yang dilakukan salah satu unit bisnis milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, yakni Taman Rekreasi Sengkaling dan Kapal Garden Hotel yang mengadakan aksi donor darah, Minggu (18/8) siang. Aksi yang dikerjasamakan dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang ini terkumpul 64 kantong darah dari 85 calon pendonor yang mendaftar. “Kegiatan ini memperkenalkan Kapal Garden Hotel ke semua segmen market dan ikut turut serta dalam kegiatan sosial,” terang Mashuri, ketua pelaksana kegiatan donor. Mereka yang bisa mendonor yakni yang memenuhi syarat-syarat kesehatan, antara lain: tidak ada riwayat penyakit kronis, benar-benar sehat, tidak pernah opname, tidak ada alergi, tidak minum obat (antibiotik), untuk wanita tidak sedang menyusui atau menstruasi, HB min. 12,0, max. 17,0 tensi bawah 100/60 atas 160/100. Ismah, salah satu pendonor memberikan harapan positif kepada aksi ini. Terlebih dilakukan di hari spesial, kemerdekaan. “Semoga saya pribadi dan penyelenggara dapat banyak memberikan kebaikan kepada orang-orang yang membutuhkan dan mendapatkan barakah dari Allah SWT,” ungkapnya diwawancari usai donor. Masyarakat sekitaran Sengkaling, Dau atau wisatawan yang kebetulan berkunjung juga disuguhkan deretan jenis bazar. Mulai dari makanan, baju khas Malang, dan kerajinan yang bisa dibawa sebagai cinderamata. “Aksi ini bagian dari penegasan komitmen kami, dari Muhammadiyah untuk Bangsa,” tandas Mashuri. (can)

Anak Muda Taiwan Khidmat Ikut Upacara Kemerdekaan RI di UMM

Ada pemandangan menarik dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (17/8) pagi. Sejumlah anak muda Taiwan yang mengikuti pertukaran budaya nampak khidmat mengikuti upacara bendera di Lapangan Helipad UMM. Li Cheng-Sung, yang merupakan siswa kelas 2 SMA Taiwan merasa sangat antusias ketika mengetahui akan mengikuti upacara bendera. Alasannya, karena di Taiwan sendiri sudah jarang diadakan upacara bendera pada saat kemerdekaan. Terlebih, di Indonesia suasana kemerdakaan sangat meriah. “Kalau di Taiwan, tidak ada yang sorak sorai dan menyanyikan lagu kebangsaan. Kita merasa belum menjadi sebuah negara. Bahkan, orang-orang di luar masih menyebut kami China, padahal kami berbeda negara,” sebut Li Cheng-Sung. Menurut Li Cheng-Sung, hal tersebut membuat anak muda di Taiwan merasa malu meneriakkan kemerdekaan Taiwan. Bahkan, pada saat upacara bendera tidak sedikit yang memilih kabur. Lain halnya dengan apa yang mereka lihat di UMM. Seluruhnya, bahkan mahasiswanya khidmat mengikuti hingga akhir acara. Sepakat dengan hal tersebut, Su Ying yang merupakan guru Bahasa Indonesia di Taiwan, merasa sangat senang dapat mengikuti peringatan hari Kemerdekaan Indonesia di UMM. Ia merasa kagum dengan semangat nasionalis yang ada pada diri masyarakat Indonesia. “Kita melihat dari peringatan kemerdekaan ini, bahwa Indonesia merupakan negara kesatuan. Tidak hanya dilihat dari upacaranya, tetapi juga dilihat dari suasana kemerdekaan yang sudah dirasakan dari jauh-jauh hari. Seperti banyak bendera dan perlombaan,” tutur Su Ying. Untuk itu, Meinong People Assosiation (MPA) Taiwan yang merupakan gerakan kampanye masyarakat tentang kebudayaan Meinong, mengajak anak muda Taiwan untuk memiliki semangat khususnya dalam melestarikan budaya Negara sendiri. Hal ini diwujudkan dengan datangnya rombongan yang berjumlah 12 orang tersebut untuk pertukaraan budaya di UMM selama 2 minggu. (bel/can)

Makna Kemerdekaan itu Freedom For, Bukan Cuma Freedom From

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (17/8), mendapuk Wakil Rektor I Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya di hadapan ribuan civitas akademika UMM Syamsul menyampaikan beberapa pemaknaan terkait konsep kemerdekaan. Pertama, kemerdekaan adalah suatu proses. “Untuk meraih kemerdekaan membutuhkan waktu yang sangat panjang, harus mencurahkan energi, air mata, bahkan darah yang menharuskan ribuan nyawa dikorbankan untuk Republik Indonesia tercinta,” ungkap Syamsul di lapangan Heliped Kampus III, Kampus Putih UMM. Syamsul lantas mengutip pernyataan presiden Amerika Serikat yang ke 32, Franklin D. Roosevelt. “Kemerdekaan itu bukan suatu anugerah. Tetapi kemerdekaan itu (lahir) dari cucuran air mata, dan tetesan darah yang luar biasa.” Demikian, kata Syamsul, kemerdekaan sebagai bagian dari proses ini harus dimaknai secara bersama. Hari ini kita memperingati ulang tahun ke 74, artinya kita “merdeka dari” atau freedom from untuk menuju kepada “merdeka untuk” atau freedom for. 74 tahun yang lalu, kita telah bebas terjajah dari bangsa kolonialisme, atau freedom from. Maka, ketika pemaknaan kemerdekaan kita berhenti di situ, tidak memberikan makna apapun. Sebaliknya, kemerdekaan harus dilanjutkan dengan freedom for atau kemerdekaan untuk apa? “Kalau kita sudah bisa terbebas terlepas dari lingkungan yang bersifat eksternal, pada hari ini merupakan suatu momentum untuk mewujudkan kemerdekaan dengan cara mewujudkan semua kebajikan yang bisa kita laksanakan,” ungkapnya. Lebih jauh lagi terkait makna kemerdekaan, Syamsul kembali mengutip pernyataan yang kali ini dari seorang penyair Kahlill Gibran. “Kemerdekaan dalam pengertian yang salah adalah mewujudkan apa yang kita inginkan. Tetapi kemerdekaan dalam pengertian yang benar adalah mewujudkan apa yang harus kita laksanakan,” kutipnya. “Apa yang kita inginkan itu berarti keinginan yang bersifat jangka pendek. Tetapi yang harus kita laksanakan itu berarti apa yang kita laksanakan dan kita wujudkan dalam bingkai etik dan moral,” paparnya di ritual upacara bendera yang juga dihadiri sejumlah pelajar Taiwan yang tergabung di Meinong People Assosiation (MPA) Taiwan. Usai mendengarkan amanat upacara, kegiatan tujuh belasan dilanjutkan dengan berbagai rangkaian lomba. Kegiatan perlombaan ini sudah dimulai dari beberapa hari sebelumnya. Menariknya, di salah satu perlombaan, yakni video, juga di selipkan kampanye #DietSampahPlastik sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan. (riz/can)