Persembahan Sambut Muktamar Muhammadiyah

Rangkaian acara Pengenalan Mahasiswa Baru (PESMABA) Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) senantiasa diwarnai dengan penuh kejutan. Yakni dengan menampilkan flashmob dengan konsep yang berbeda. Konsep flashmob Pesmaba seakan tidak dapat lepas dari tangan kreatif dari salah satu dosen program studi Ilmu Komunikasi, Jamroji M.Comms. Jamroji sudah lima kali memprakarsai ide flashmob yang selalu berakhir viral. Flashmob tahun ini memiliki berkonsep formasi antara lain logo Muktamar Muhammadiyah ke-48, logo HUT Ke-74 RI dengan tema; SDM Unggul Indonesia Maju, dan formasi dari sketsa Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 UMM. Secara khusus, flashmob ini dipersembahkan untuk menyambut perhelatan akbar 5 tahunan Muktamar Muhammadiyah ke-48. Mukmatar dihelat di Kota Solo 1-5 Juli 2020. egiatan yang dipusatkan di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Konseptor yang juga inisiator Kampung Warna-warni Jodipan ini ingin flashmob ini menjadi trendsetter pertama yang membuat formasi logo Muktamar Muhammadiyah ke-48, disusul dengan ucapan ulang tahun Republik Indonesia yang ke-74 Waktu persiapan yang hanya seminggu, flashmob yang biasanya monoton dengan hanya berpatok dengan komando perintah, flashmob tahun ini memiliki komando yang berbeda dan mampu mengharmonisasikan 7000an mahasiswa. Dengan diiringi mars Muhamadiyah yakni; Sang Surya dan lagu UMM Terus Maju yang dikomposeri oleh Ki Sapani Anom Carito, seniman dalang Dwijowirano UMM, setiap lirik dari lagu tersebut menentukan gerakan formasi yang ditampilkan. Flashmob yang diusung UMM berbeda dengan papermob yang identik dengan meninggalkan bekas sampah. UMM berkomitmen untuk menggunakan properti yang menempel di badan sehingga ramah lingkungan dan peduli tentang sampah. “Ekspektasi masyarakat semakin lama semakin tinggi, semakin bagus dan semakin rumit, oleh sebab itu UMM ingin menjadi trendsetter bagi kampus lain dan selalu mencoba menampilkan hal-hal berbeda setiap tahunnya,” tandasnya. (*)
Mahasiswa Harus Berkhidmat Memajukan, Mencerdaskan dan Mencerahkan Bangsanya

Membekali para mahasiswa baru 2019/2020 dalam mengawali studi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Kuliah Umum Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba). Bertempat di Hall Dome UMM, acara menghadirkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. KH. Haedar Nasir, MSi, (2/9). Dalam paparannya, Haedar menyampaikan bahwa kehadiran Muhammadiyah bertujuan untuk mencerdaskan, memajukan dan mencerahkan umat, bangsa, dan kemanusiaan. Untuk itu, lanjutnya mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah hendaknya tidak hanya sekedar menjadi mahasiswa formal. “Tetapi juga mampu menjadi mahasiswa yang betul-betul punya karakter sebagai calon-calon intelektual, calon-calon cendekia, bahkan calon-calon ulil albab yang bisa menjadi kekuatan pencerah, baik untuk diri sendiri, keluarga, umat, bangsa dan kemanusiaan semesta,” ujarnya di hadapan 7611 mahasiswa baru UMM. Ia lalu membeberkan perananan tokoh-tokoh Muhammadiyah yang pada usia muda memiliki peranan besar dalam memajukan bangsa. Mereka adalah KH. Ahmad Dahlan, Ir. Djuanda dan Jendral Sudirman. Mengawali perjuangan sebagai anak-anak muda yang cerdas dan tercerahkan, ketiganya kemudian hadir menjadi tokoh bangsa yang berperan besar dalam kemerdekaan dan membangun Indonesia. “Mahasiswa harus belajar dari tokoh-tokoh tersebut dan menatap masa depan untuk menjadi orang-orang yang bermakna bagi kehidupan. Karena, orang terbaik di mata Islam adalah mereka yang memberi manfaat untuk orang lain,” sebutnya. Untuk menjadi mahasiswa yang berkarakter dan bermanfaat bagi orang lain, Haedar berpesan agar terus menempa diri. Ia juga meminta para mahasiswa untuk terus menjaga tradisi literasi. “Iqra’ yang kekuatannya tidak hanya terpancar ke langit, tetapi ilmunya memancarkan sinar kemajuan ke seluruh alam semesta,” tandasnya. Haedar pun berpesan agar para mahasiswa baru UMM nantinya menjadi pemimpin-pemimpin besar yang meneruskan tradisi UMM dalam melahirkan pemimpin-pemimpin besar. “Generasi emas harus lahir, satu di antaranya adalah mahasiswa yang mau berkhidmat memajukan, mencerdasakan dan mencerahkan bangsanya tanpa pamrih. Jika kalian jadi tokoh, jangan mementingkan diri sendiri, kelompok sendiri, tetapi perhatikan dan perjuangkan kepentingan umat bangsa bahkan kemanusiaan universal. Itulah semangat Muhammadiyah dan Islam rahmatan lil alamin,” tuturnya. Di akhir Haedar mengingatkan agar para mahasiswa baru selalu semangat dalam berjuang, tidak lelah bekerja keras untuk membawa membawa kebaikan bagi masyarakat luas. “Masa depan itu milik orang-orang yang mau berjuang, di kala kalian ada di tengah kemudahan, saya percaya kalian bisa berjuang, sukses lebih baik lagi. Semuanya tergantung pada kemauan, kesungguhan, kerja keras dan selalu berbuat baik pada orang tua, dosen, guru dan orang yang kita tuakan. Sekaligus juga selalu berkhidmat untuk memajukan, mencerahkan dan mencerdaskan umat bangsa dan kemanusiaan universal sebagai wujud dari peran rahmatan lil alamin,” pungkasnya. Turut hadir Ketua Badan Pembina Harian UMM yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc., juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. (bel/can)
Hadiri Pembukaan Pesmaba Dibonceng CB Lawas

Motor Honda CB lawas barangkali jadi objek paling ikonik pada sesi opening resepsi Pengenalan Studi Mahasiswa (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (2/9). Pasalnya, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd terlihat necis dalam video pembuka berdurasi tiga menitan itu. Meski hanya gimik, aksinya itu diapresiasi 7000an mahasiswa baru (Maba) UMM yang memenuhi Hall Dome UMM. Video garapan sutradara Rino Anugrawan selaku staf Humas dan Protokoler UMM ini, diceritakan Fauzan terjebak gawe hajatan yang menghambatnya menuju lokasi pembukaan Pesmaba. Di tengah kendala itu, kebetulan Fauzan bertemu mahasiswa barunya yang tengah mengisi bahan bakar. Tanpa berpikir panjang, Fauzan bersedia dibonceng dengan mengendarai motor yang ngetrend di era 80an itu. Pasca diputarnya video opening itu, seantero ruangan Dome UMM riuh dengan tepuk tangan. Rektor Fauzan masuk mendampingi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Badan Pembina Harian UMM yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc., juga Mendikbud RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. Bukan kali ini saja Rektor UMM mau ‘direpotkan’ dengan skenario gimik kreatif ini. Sebelumnya, pada video opening Pesmaba tahun lalu (2018), Fauzan bahkan ‘menerbangkan’ salah satu pesawat jet milik satuan TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh, Malang. Fauzan tampak gagah membelah udara untuk hadir di pembukaan Pesmaba yang dibuka oleh Mantan Ketua MK, Mahfud MD. Sebelumnya, juga dilakukan apel pagi Pembukaan Pesmaba UMM 2019 di Lapangan Helipad UMM. Marsekal Pertama TNI Hesly Paat, Komandan Pangkalan TNI Udara (Danlanud) Angkatan Udara Abdulrachman Saleh, yang diberi kehormatan dengan didapuk sebagai inspektur upacara pembukaan. Delapan penerjun profesional dari TNI Angkatan Udara juga jadi kejutan. (*can)
Delapan Penerjun Payung Ambil Bagian dalam Pesmaba UMM 2019

Sebanyak delapan penerjun turut andil dalam upacara pembukaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) 2019 di lapangan Heliped Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Marsekal Pertama TNI Hesly Paat, Komandan Pangkalan TNI Udara (Danlanud) Angkatan Udara Abdulrachman Saleh, yang diberi kehormatan dengan didapuk sebagai inspektur upacara pembukaan. Ke delapan penerjun profesional dari TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh ini yakni Lettu Pas Archie Arpega, Serma Supriyadi, Serka Agus W, Serka Dahwit, Kopda Jainu, yang berasal dari Batalyon Komando 464 Paskhas serta Sertu Edi Gusyono , Serda Ari Pujo, dan Serda Agung Prayitno dari Denmatra 2 Paskhas, yang menjadi penerjun payung dalam gelaran Upacara pembukaan ini. “Saya menyampaikan ucapan selamat kepada para mahasiswa dan mahasiswi baru UMM. Karena di satu sisi predikat mahasiswa merupakan suatu kebanggaan, namun di sisi lain menuntut kemandirian dan kedewasaan guna mewujudkan cita-cita sebagai sarjana yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, agama dan negara di masa depan,” ujar Hesly Paat dalam amanatnya saat upacara. Dihadapan 7611 Mahasiswa baru (Maba) dan 93 mahasiswa asing yang berasal dari 24 negara, rektor UMM beserta jajarannya, serta Civitas Akademika UMM, empat dari delapan penerjun berhasil mengibarkan Sang Saka Merah Putih dan menghiasi langit-langit yang ada di sekitaran Kampus Putih. Selain itu dibawakan pula bendera Muktamar, bendera UMM dan tidak lupa bendera bertuliskan “Pesmaba”. “Inilah orientasi yang hendak kami ciptakan sehingga generasi yang masuk menjadi mahasiswa baru tentu harus kita sikapi berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka adalah generasi milenial, yang akan hidup dalam dunia teknologi. Oleh karena itu, perubahan mindset seluruh warga UMM telah kita siapkan untuk menyambut itu.” tandas Dr. H. Fauzan, M.Pd saat ditemui usai upacara. Acara dilanjutkan resepsi Pembukaan Pesmaba di Hall Dome UMM. Perhelatan diisi dengan orasi ilmiah oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., dan dihadiri Ketua Badan Pembina Harian UMM yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc., juga Mendikbud RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. (Riz/can)
Bangga UMM Terapkan Kehidupan Toleransi

Pembukaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (PESMABA) Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) resmi di buka. Perhelatan pembukaan pesmaba, Senin (2/8), ditandai dengan apel pagi di Helipad UMM. Upacara dihadiri Rektor UMM, segenap satuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara Abdulrachman Saleh Malang dan segenap Civitas Akademika UMM. Marsekal Pertama (Marsma) TNI Hesly Paat Komandan Pangkalan TNI Udara (Danlanud) Angkatan Udara Abdulrachman Saleh, yang diberi kehormatan dengan didapuk sebagai inspektur upacara dalam upacara pembukaan PESMABA 2019, memberikan amanat kebangsaan kepada 7611 mahasiswa baru tentang bagaimana cara menanamkan rasa persatuan dan kesatuan sebagai Bangsa Indonesia. Pada orasi singkatnya, Komandan Hesly memberikan pesan kepada mahasiswa baru untuk mempunyai kemandirian dan kedewasaan selama mengemban ilmu di Kampus Putih, UMM. “Yakni dengan selalu membawa kerukunan, toleransi di tempat dan kehidupan sosial yang baru, sehingga dapat membawa nama baik kampus di manapun mereka berada,” kata Komandan Hesly. Sembari memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia (RI), Danlanud yang juga bertugas sebagai inspektur upacara pembukaan Pesmaba. Hesly juga menghimbau agar tidak melupakan jasa para pahlawan yang telah gugur. “Sejak dulu, mereka telah menanamkan tentang bagaimana membawa Bangsa Indonesia dalam harmonisasi keberagaman dan toleransi,” ungkap Hesly. Pemerintah Indonesia tengah berupaya untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme warga negara, khususnya kepada generasi muda. “Walaupun perkembangan dunia internasional telah mengikis rasa nasionalisme kita. Tujuan dari usaha ini adalah agar Indonesia sebagai salah satu negara di dunia yang memiliki kemajemukan, tetap lestari sepanjang masa,” ungkapnya. Sejak berdirinya bangsa Indonesia, para founding father telah meletakkan prinsip fundamental bernegara dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Peristiwa demo baru-baru ini di Papua merupakan contoh nyata pentingnya kita menjunjung tinggi toleransi, keberagaman, dan berbagai berbedaan, serta mengutamakan dialog kerukunan, kebersamaan, kedewasaan dan nasionalisme kita. Oleh sebab itu, Komandan Hesly sangat menyayangkan kejadian tersebut dan di sisi lainnya turut bangga, karena UMM sebagai salah satu kampus yang meskipun berbasis agama, namun mahasiswa, civitas akademika dan seluruh masyarakat yang ada di dalamnya dapat menjadi inspirasi dan mewujudkan contoh nyata dari sikap persatuan dan kesatuan sebagai Bangsa Indonesia. “Salut untuk Universitas Muhammadiyah Malang. Saya sangat mengapresiasi dalam hal keterbukaannya menerima mahasiswa dengan beda ras, suku bangsa dan agama, namun masih saling berjalan di tengah keberagaman dalam menerapkan suasana toleransi.” tutur Hesly. Sebagai informasi, pada tahun ini UMM juga menerima 93 orang mahasiswa asing yang berasal dari 24 negara. (yas/can)