Fikes UMM Gandeng Praktisi Internasional Tingkatkan Publikasi Jurnal Scopus

FAKULTAS Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) untuk yang ke dua kalinya menggelar kegiatan Konferensi Internasional. Acara yang bertajuk The 2nd Health Science International Conference  (HSIC) ini dilangsungkan di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB IV) lantai 9 UMM, Sabtu (5/10). Tahun ini FIKES menghadirkan pakar ahli di bidang kesehatan dari dalam dan luar negeri, yakni Dr. Sirikul Karuncharernpanit, RN dari Boromarajonani College of Nursing Thailand, DR. Nazrul Islaam dari Queensland University of Australia, Asst.Prof.Dr. Peemongkon Wattananon dari Mahidol University Thailand dan 3 Pemateri lainnya berasal dari UMM. Jika Konferensi Internasional peserta biasanya hanya duduk mendengarkan saja, namun kali ini terdapat oral session. “Partisipan dituntut mempresentasikan hasil dari riset dan dokumen full paper yang nantinya akan dipublish dan terindeks di jurnal Scopus,” terang Indah Dwi Pratiwi, M. Ng, Kep., ketua pelaksana acara. Di oral session ada presentasi dengan judul Improvement of Community Responsibility Using SGD (Small Group Discussion) Method dibawakan oleh Nia Agustiningsih dari STIKES Kepanjen. Tercatat berbagai institusi pendidikan tinggi farmasi yang ikut di antaranya ialah UNUD, UNJANI, UNSOED, UNEJ, dan UNISSULA. Dekan FIKES Faqih Ruhyanudin, M. Kep., Sp. Kep.MB berharap, acara ini selain dapat membangun suasana akademis, jurnal-jurnal penelitian dapat masuk dan terindeks Scopus. “Selebihnya dapat memberi kemanfaatan ilmu bagi yang membaca,” tandasnya. (yas/can)

Jufoc Gelar Pameran #ReformasiDikorupsi

Aksi turun ke jalan dari ribuan mahasiswa Malang Raya yang terjadi pada tanggal 24-25 September lalu, membuat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Lembaga Semi Otonom (LSO) Jurnalistic Fotografi Club (Jufoc) melahirkan beberapa karya foto jurnalis yang menarik. Karya foto yang dipamerkan pada tanggal 1-3 oktober di halaman kantin Tiga Setengah Gedung Kuliah Bersama I ini, memamerkan 11 foto dari 5 orang pengkarya. Selain foto, adapula papan vandal yang disediakan untuk menampung suara dan aspirasi mahasiswa Kampus Putih yang tidak mengikuti aksi. Terdapat pula cuplikan video dari aksi #ReformasiDikorupsi yang ditayangkan pada hari terakhir gelaran karya tersebut. “Tujuan kami melakukan hunting foto dan gelar karya ini adalah kami ingin menggambarkan suasana yang ada di depan gedung DPRD Malang untuk teman-teman mahasiswa yang tidak bisa mengikuti aksi tersebut,” ungkap Andri Yoga Ketua Umum LSO Jufoc periode 2018-2019. Selain itu, menurut salah satu pengkarya yakni Farah Tri Vania, hunting foto di tengah aksi demonstran memiliki kesulitan yang cukup tinggi, seperti sempitnya ruang gerak sehingga mempersulit pengambilan angle. “Selain angle, saya juga masih diselimuti rasa takut. Lantaran ini merupakan hunting foto aksi demonstran pertama saya. Namun dari sini pula saya jadi bisa merasakan bagaimana tantangan menjadi seorang fotografer jurnalis,” tegas Farah. Menurut salah satu pengunjung, yakni Fida Amina Zahro, gelar karya ini cukup menarik. “Foto-foto yang dipamerkan cukup menarik dan cukup mewakilkan mahasiswa yang absen pada aksi kemarin. Terlebih terdapat papan vandal di mana para mahasiswa dapat menulis apapun yang diinginkan terkait #ReformasiDikorupsi ini,” ungkap Fida. (zak/can)

Dubes Thailand di UMM, Ingin Indonesia Jadi Destinasi Utama Pelajar Thailand

“Indonesia adalah destinasi terbesar kedua bagi para pelajar Thailand setelah Mesir. Tetapi saya harap, ke depannya Indonesia menjadi destinasi utama dari para pelajar Thailand,” ungkap H.E Mr. Songphol Sukchan selaku Duta besar (Dubes) Thailand untuk Indonesia saat melawat ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kedatangan Dubes Negeri Gajah Putih ini disambut dengan antusias oleh mahasiswa UMM asal Thailand di depan pintu masuk Gedung Rektorat UMM, Kamis (3/10). Ia disambut sebanyak 63 orang mahasiswa Thailand yang tengah menempuh jenjang pendidikan di UMM. UMM punya mahasiswa Thailand terbanyak Se-Malang Raya. “Kita semua tahu bahwa Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Saat ini, ada begitu banyak pelajar asal Thailand yang tersebar di perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia seperti di Jogja, Malang, Surabaya dan beberapa kota lain tentunya,” ujar Songphol di hadapan rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. Melihat kontur alam serta suasana kota yang mendukung, juga di-support oleh berbagai akses pendidikan dengan banyaknya Perguruan Tinggi favorit, tentu membuat Kota Malang menjadi salah satu pusat destinasi pendidikan pilihan yang memiliki daya tarik tersendiri dari kacamata siswa ataupun calon mahasiswa sebagai Kota Pendidikan. “Saya senang sekali melihat semuanya berkumpul di sini. Terimakasih buat pak rektor dan keluarga besar UMM karena telah mempertemukan kami di sini,” lanjutnya pada perjamuan sembari mencicipi buah Matoa asal Papua bersama Rektor UMM dan perwakilan Mahasiswa Thailand. Acara pertemuan berlangsung dengan gayeng. Di hadapan Dubes Thailand, Dr. Fauzan. M.Pd menjelaskan bahwa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah tidak semua berlatar belakang muslim, karena ada beberapa Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia, seperti di NTT dan Papua yang memiliki sekitar 17% Mahasiswa non-muslim, Papua 19%  dan di UMM 10%. “Kedatangan pak Dubes Thailand ke sini, diharapkan mampu melecut semangat mereka (mahasiswa Thailand) serta menumbuhkan minat belajar para mahasiswa kita yang berasal dari Thailand ini,” tandas Fauzan. Diterimanya mahasiswa dari luar negeri, kata Fauzan, bertujuan menghadirkan atmosfer internasional di Kampus Putih. (riz/can)