LSP UMM Siap Jadi Tempat Uji Kompetensi Mandiri Penyuluh Anti-Korupsi

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) tengah menggodok skema sertifikasi penyuluh anti-korupsi pratama. Skema ini termasuk dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan yang kemudian diajukan ke Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Untuk menyelenggarakan skema sertifikasi penyuluh anti-korupsi pratama, UMM sendiri telah menarget menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri. Syaratnya, asesor dari UMM harus lulus sertifikasi skema uji kompetensi penyuluh anti-korupsi pratama yang diselenggarakan oleh LSP lembaga anti rasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dr. Ihyaul Ulum, S.E., M.Si., Ak, CA. selaku Direktur LSP UMM berharap agar dosen dari UMM bisa lolos sertifikasi assesor. “Karena jika ada dosen yang lolos uji sertifikasi, kita dapat mendirikan TUK Mandiri dan bisa menyeleksi peserta di kalangan civitas UMM dan kita bina sendiri menjadi penyuluh anti-korupsi,” ucap Ulum, Rabu (13/11). Sementara, UMM baru ditunjuk sebagai Tempat Uji Kompetensi Sewaktu (TUKS) yang diadakan di tanggal 5-7 November lalu. Peserta yang lolos e-learning dan screening sebanyak 19 orang dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia turut hadir mengikuti tes, termasuk dari UMM ada 3 dosen, yakni dari Fakultas Hukum dan Prodi PPKn. Pada Mei 2019 LSP UMM terpilih sebagai percontohan lembaga sertifikasi profesi penerima hibah retooling vokasi. Ketika itu, Kampus Putih UMM telah mengikutsertakan ratusan mahasiswanya mengikuti uji kompetensi Program Retooling Pendidikan Tinggi Vokasi Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti RI. “LSP UMM lahir dengan visi menjadi lembaga yang unggul, profesional, dan kompeten agar mahasiswa memiliki kompetensi yang berdaya saing yang berasal skema kompetensi yang relevan dan berkualitas serta asesor kompetensi yang kompeten dan profesional yang berawal dari tata kelola kelembagaan yang modern,” tandas Ulum. (yas/can)

Prodi Teknik Informatika UMM Raih Akreditasi A, Bersiap Songsong Akreditasi Internasional 2020

Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) berhasil meraih akreditasi A (sangat baik) setelah sebelumnya hanya mendapat peringkat B (baik) di tahun 2014. Pengumuman ini dirilis oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 6 November 2019 lalu. Setidaknya terdapat tujuh standar aspek penilaian dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), yakni terkait visi misi, tata kelola, kemahasiswaan, sumberdaya manusia (SDM) karyawan, dosen maupun mahasiswa, kurikulum dan sarana prasarana. Oleh karena itu Prodi Teknik Informatika membentuk tim task force. Selain itu demi memudahkan proses visitasi terkait klasifikasi, verifikasi, dan validasi data serta informasi penilaian asesor dari BAN-PT, pihak Prodi Teknik Informatika telah membuat Sistem Informasi Manajemen Akreditasi (SIM-Akreditasi), di mana data-data terkait berbagai aspek penilaian akreditasi tersebut dapat diakses oleh tim asesor. Agar proses penilain berlangsung maksimal, mereka juga melakukan simulasi. “Simulasi dilakukan semirip mungkin dengan proses penilaian vitisasi asesor. Tujuannya supaya kita lebih mempersiapkan data-data borang dengan matang,” ucap Gita Indah Marthasari, S.T., M.Kom, ketua Prodi (Kaprodi) Teknik Informatika UMM. Saat ini Prodi Teknik Informatika berada pada tahapan pencapaian daya saing nasional (national competitiveness). “Target yang ingin kami tuju ialah bagaimana kita menginternasionalisasi, yang artinya sumberdaya manusia seperti dosen, karyawan dan mahasiswanya juga harus terinternasionalisasi,” tandas Gita, Selasa (12/11). Memiliki 1500 mahasiswa Prodi Teknik Informatika, Gita memiliki harapan untuk seluruh mahasiswanya agar lulus tepat waktu dan bekerja di bidang keahlian masing-masing. Mengingat Prodi Teknik Informatika memiliki empat profil konsentrasi, yakni pengembang game, ilmuan data, rekayasa perangkat lunak dan administrator jaringan. Ke depan, pada tahun 2020 Prodi Teknik Informatika bakal mengikuti akreditasi internasional dari Indonesia Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) yang merupakan akreditasi mandiri, didirikan sebagai bagian dari Persatuan Insinyur Indonesia dan dibantu oleh Japan Accreditation Board for Engineering Education. (yas/can)