Dosen UMM Terpilih Jadi Ketua 2 Organisasi Kesehatan

Dr. dr. Febri Endra Budi S, MKes, dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terpilih sebagai ketua umum Badan Kerja Sama Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Ilmu Kedokteran Pencegahan Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Se Indonesia (BKS IKMIKKIKP) dan Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI). Febri terpilih pada perhelatan Musyawarah Nasional VI BKS IKM/IKK/IKP-Kongres Nasional V PDK3MI dan Simposium Nasional Kesehatan Masyarakat 2019 yang berlangsung selama dua hari (26-27/11) di Hotel Atria Malang. “Jadi BKS IKMKKIKP dan PDK3MI adalah dua organisasi besar di bidang Kedokteran yang pada acara ini akhirnya dipersatukan. Setelah dilantik oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), kita akan menyatukan visi dari dua organisasi ini. Setelah itu baru kita tingkatkan fungsi organisasi agar keberadaan kami lebih bermanfaat di bidang kesehatan, khususnya di Indonesia,” ujar dr. Febri saat ditemui sela-sela kesibukan acara. Selain itu, menurut dr. Febri, sebagai bagian dari tulang punggung Kementerian Kesehatan, peran Promotif (Promosi Kesehatan/Penyuluhan) dan Preventif kesehatan (Pencegahan dalam masalah kesehatan) harus lebih dikembangkan tanpa meninggalkan peran Kuratif (Pengobatan/Pelayanan) dan Rehabilitatif (Pengendalian/Pengembalian). Munas dan Kongres dihadiri oleh ketua umum BKS IKMIKKIKP yakni Dr. dr. Herqutanto, MPH., MARS., Sp.DLP. dan Sekjen PDK3MI Dr. Arif Alamsyah , MARS. Tercatat ada 54 Fakultas Kedokteran se-Indonesia, baik negeri maupun swasta yang hadir. Di antaranya Universitas Islam Sumatera Utara, Universitas Lampung, Universitas YARSI Jakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Hasanuddin hingga Universitas Nusa Cendana Kupang. “Mudah-mudahan Simposium Nasional ini memberikan pencerahan dan wawasan kepada kita. Karena mau tidak mau itu harus kita laksanakan. Sehingga tidak perlu tumpang tindih fungsi Puskesmas maupun Rumah Sakit yang bermuara untuk kesehatan masyarakat,” tandas Dr. dr. Meddy Setiawan, Sp.PD Dekan FK UMM dalam sambutannya. (Riz/Can)
Napak Tilas Sejarah UMM Sambil Mancing dan Uklam Santuy

SEMARAK prosesi Milad ke-55 tahun Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) semakin meriah. Setelah penyelenggaraan Turnamen Golf di bulan Oktober lalu, kali ini diselenggarakan mancing dan jalan santai (Uklam Santuy), Minggu (1/12). Uniknya, kedua event ini dijadikan momen khusus untuk menapak tilas sejarah UMM dari masa ke masa. Termasuk berbagai raihan, kiprah, dan kontribusi kampus yang dikenal dengan sebutan Kampus Putih ini untuk memajukan umat dan Bangsa. Agenda mancing sendiri diadakan di danau depan Gedung Kuliah Bersama kampus III UMM. Saat acara berlangsung, sisi kolam dipenuhi warga sekitar Kampus III UMM, civitas akademika UMM, dan awak media. Mereka saling berlomba untuk memperebutkan berbagai hadiah menarik. Termasuk penyelenggaraan Uklam Santuy atau jalan santai yang diikuti ribuan peserta. Peserta diajak ke rute tak biasa, yakni ke rute-rute yang bahkan jarang dilalui civitas akademika UMM sendiri. Selaku koordinator acara Uklam Santuy, Jamroji, S.Sos., M.Comms, menjelaskan bahwa rangkaian acara ini sekaligus ingin memanfaatkan fasilitas sarana dan prasarana yang UMM miliki. “Seperti rute gerak jalan yang melewati Goa Satwa Taman Rekreasi Sengkaling UMM dan memancing di danau depan GKB I,” jelas Jamroji. Uklam Santuy dimulai dari depan GKB IV Kampus III UMM pada pukul 06.00 WIB, dibuka oleh Dr. H. Fauzan selaku Rektor UMM. Menariknya, para peserta diwajibkan membawa tumbler (botol minum) sendiri untuk mengurangi sampah plastic. Aksi ini juga untuk mengkampanyekan diet sampah plastik. Makan sarapan juga dibungkus dengan daun pisang, sehingga tidak menyisakan bungkus plastik. Disediakan pula kupon untuk diundi hadiah berupa perabot rumah tangga, rekening tabungan berisikan nominal tertentu, kupon menginap di Kapal Garden Hotel UMM, hingga pamungkasnya adalah sepeda bebek berjenis matic. “Luar biasa, acara kali ini saya rasa lebih ditujukan untuk kebersamaan. Selain acaranya berlangsung santai, juga tidak bikin banyak mikir. Kita juga bisa merayakannya sembari olahraga. Selaras dengan tagline nya, dari Muhammadiyah untuk Bangsa, semoga UMM terus mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkap Ermanu Azizul Hakim, salah-satu peserta Uklam Santuy saat ditemui di sela-sela acara. Selain untuk merekatkan persaudaraan sekaligus silaturahmi para civitas akademika UMM dan warga sekitar kampus III UMM, acara ini terbersit doa yang mewakili seluruh keluarga di lingkungan Kampus Putih. “Semoga tetap dapat membagikan ilmu yang barokah, tetap istiqomah, dan terus maju untuk kemaslahatan bersama,” tambah Musaffak S.Pd, salah satu peserta kegiatan Uklam Santuy. Tak sampai di sini, semarak peringatan Milad juga bakal dilanjut dengan kegiatan lainnya. Di antaranya sayembara karya masterpiece, sayembara business plan, sayembara karya kreatif video, sayembara karya kreatif Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), sayembara menulis surat untuk rektor dan banyak lainnya. Puncaknya, prosesi akan ditutup dengan agenda malam resepsi UMM Award dan Music Orchestra. (can)