Prodi Kesos UMM Tuan Rumah Seleksi Satuan Bakti Pekerja Sosial Regional Jawa Timur

Program Studi (Prodi) Kesejahteraan Sosial (Kesos) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) dipercaya sebagai tuan rumah dalam Penerimaan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) yang dinaungi oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemsos RI). Seleksi yang akan diberlakukan serentak dan diikuti 70 kabupaten atau kota ini salah satunya akan fokus pada upaya penegakkan Undang-Undang no. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. “Dalam beberapa pasal disebutkan perlu adanya laporan sosial yang dibuat oleh pekerja sosial, sehingga perlu dipastikan bahwa di setiap kabupaten atau kota sudah terdapat pekerjaan sosial,” ungkap Drs. Mk. Agung M.Si selaku Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Pekerja Sosial Profesional, Kemensos. Beberapa wilayah dengan alokasi yang sangat minim di wilayah Jawa Timur sendiri seperti di Kabupaten Malang, Pasuruan dan Sidoarjo. Bagi calon Peksos yang berminat, kualifikasi yang dibutuhkan yakni pendidikan S1 Kesejahteraan Sosial dan Pekerja Sosial. Ditambahkan oleh Agung, bahwa peserta yang melamar di kota Batu saja sudah sebanyak 28 orang dengan minimal diterima hanya tiga orang. Serangkaian tes yang akan dilakukan meliputi tes tulis dan wawancara yang diselenggarakan di Kantor Jurusan Kesejahteraan Sosial, serta diawasi langsung oleh Dr. Oman Sukmana, M.Si. selaku ketua Asosiasi Pendidikan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial Indonesia (ASPEKSI) sekaligus kepala program studi Kesejahteraan Sosial UMM. “Di kabupaten Malang sendiri memang masih belum ada pekerja sosial. Dilihat dari rasio kompleksitas persoalan angka kasus yang terlapor di kabupaten dan kota, sangat disayangkan bahwa kabupaten Malang sendiri masih tinggi laporan kasus peradilan pidana anak tanpa ditemani pekerja sosial,” jelas Oman saat ditemui di ruangannya, Selasa (17/12). Tujuan daripada diselenggarakannya Sakti Peksos sendiri karena Kemensos melalui Bidang Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak mencari peserta untuk direkrut secara khusus menangani pelayanan terkait anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus, disabilitas, dan anak yang berhadapan dengan hukum. Dalam praktiknya nanti akan bekerjasama dengan Dinas Sosial. “Dengan diselenggarakannya seleksi Bakti Peksos oleh Prodi Kesos UMM ini menunjukkan bahwa kami mampu mempersiapkan para calon pekerja sosial di instansi pemerintahan terkait, seperti Departemen Sosial, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, juga Kementerian Kesehatan,” tandas Oman. (yas/can)

Milad ke-55, UMM Bikin Lomba Business Plan bagi Enterpreneur Muda

Sebanyak 20 konsep bisnis enterpreneur muda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipresentasikan di hadapan juri, Senin (16/12). Mereka adalah para finalis lomba Business Plan pada Milad ke 55 UMM. Ajang ini dalam rangka menciptakan usaha kreatif  di Era Milenial. Berlangsung di Ruang Sidang Senat (RSS) UMM. Para entrepreneur muda UMM ini merupakan mahasiswa UMM angkatan 2016-2018. Di antaranya, Smagri (Smart Agriculture), Getrungan , Coffe Payross , Taman Milenial, Lapak Arsi, Kue Parca, InformaTeam, Ex Store, Marigold Organik Mask, Tuki store, Portable Drug Container, Pengasa Creative, My Plant, Wuluh Toner, Scheppend Creative, Cyborg, JASON (Jasa Service Komputer Online), Studio Jamu 19, Fun Futsal, dan TUINGKA. Salah satu inovasi bisnis yang dipresentasikan yakni Smart Agriculture besutan Iqlima Chairunnisa, Faiq Azmi Nurfaizi, dan Muhammad Zein Ihza F. “Bisnis ini hendak menghadirkan platform yang unggul dan berkualitas dalam membangun ekonomi dari sektor Agriculture yang ada di Indonesia. Karena melihat permasalahan-permasalahan yang ada di sektoral itu, para produsen maupun konsumen, dan sini para petanilah yang akan menjadi mitra kami,” ujar Iqlima. Mengusung Moto Fresh, Healthy dan Chief, SMAGRI menjamin kualitas produknya agar tetap segar dan memberikan benefit kesehatan terhadap konsumen. Serta menjaga harga pemasaran yang seringkali tidak stabil untuk memotong rantai distribusi yang biasanya dimainkan oleh pasar. “Karena kita ingin memotong rantai distribusi. Karena ada tiga rantai distribusi dimulai dari tipe satu dari produsen (petani) menjual ke pengepul (tengkulak) dari sana dijual ke pedagang besar baru ke konsumen. Pada tipe kedua sama alurnya, tetapi dari pedagang besar ke pedagang kecil baru ke konsumen, sedangkan pada tipe ketiga yakni dari petani langsung ke konsumen,” lanjutnya. Adapun penyaji Business Plan yang kedua adalah Kue PARCA (Pare Peca’), yakni gabungan dari kue bolu Peca’ (kue tradisional suku Bugis) dengan Pare. “Kenapa kami menggabungkan dua bahan ini, karena di tempat asalnya kue peca’ ini booming sekali. Sedangkan pare ini, kita tahu memiliki banyak sekali manfaat namun kurang disukai. Karena itulah saya ingin menggabungkan dua bahan ini,” jelas Ilil Rahmawati Bersama Akbar Satya W. “Melihat semakin dinamisnya perkembangan zaman, tentu ada begitu banyak pula permasalahan baru yang harus diselesaikan. Saya rasa kegiatan seperti Business Plan ini, sangat menarik apabila dipersiapkan secara matang. Namun kita harus mempertimbangkan lagi agar mampu diterapkan di masyarakat luas,” tandas Faizal Alfa Founder dari Sayap Grak selaku juri Bersama Bunga Annisa Lenanta Founder Inibuna (Fashion Hijab). (riz/can)