Pesan Rektor UMM Untuk Entrepreneur Milenial: Mumpung Muda, Habiskan Masa Gagalmu

Sebanyak 49 stand pameran memeriahkan agenda Lapak Millenial kerja sama antara Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Panitia Milad 55 Tahun UMM Kamis pagi (20/12). Beragam wirausaha makanan hingga souvenir menghiasi parkiran Gedung Kuliah Bersama (GKB) I. Hadir membuka acara, Rektor UMM Dr. Fauzan, M. Pd mengaku senang melihat semangat berwirausaha para peserta pameran yang diikuti oleh mahasiswa, alumni dan umum. Menurut Fauzan, ada sebuah keunikan ketika memutuskan terjun ke dunia wirausaha. “Kalau di angan-angan hanya untung, kalau dipraktekkan ternyata akan menemukan rugi. Itulah bisnis,” terangnya. “Saya pernah ke Minnesota, Amerika Serikat. Di sana saya menemui ada bazar barang bekas. Setelah saya lihat, nyatanya isinya mahasiswa semua. Mulai dari barang yang dijual hingga yang bertransaksi, semuanya dari mahasiswa dan untuk mahasiswa,” katanya. Jadi, lanjutnya, bukan tetang barang bekasnya, namun inisiasi wirausaha yang sangat bagus yang dimulai sejak masa kuliah. Bagi Fauzan, inisiasi dan inovasi dari mahasiswa harus terus digelorakan. Pun juga harus selalu di kolaborasikan dengan banyak pihak. Ide-ide bisnis harus terus dikembangkan. Namun jangan lupa untuk dieksekusi sebagai wujud praktik. “Tidak ada, belajar itu selalu benar. Mumpung masih mahasiswa, silahkan masa salahnya dihabiskan. Esok saatnya memetik keberhasilan,” dorongnya. Selagi mahasiswa, Fauzan juga mendorong para mahasiswa yang minat di dunia wirausaha untuk tekun belajar terkait psikologi pasar. Menurutnya, pasar itu sangat misterius. Tidak bisa benar-benar ditebak. Untuk benar-benar menguasainya, perlu mengenal baik calon pembeli dan tentu strategi sesama wirausahawan. Ditegaskan Fauzan, wirausaha yang digagas milenial bukan semata-mata tentang barangnya saja yang milenial. Bisa juga inovasi penawaran dan cara bertransaksinya. Pun juga, mengutamakan kolaborasi akan membawa banyak manfaat. “Mari lanjutkan terus, belajarlah terus dan jadilah manusia yang bermanfaat,” ajaknya. (mir/can)

70 Personil Satpam UMM Ikuti Diklat Gada Pratama

Seusai upacara pembukaan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Satuan pengamanan (Satpam) Gada Pratama, 70 personil Satpam dari berbagai unit yang berafiliasi dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan gerakan sujud guna merenungi, mensyukuri atas apa yang telah dikerjakan sebagai satuan keamanan serta bentuk cinta tanah air. “Selama 12 hari mereka akan dibekali dengan berbagai keterampilan, dari beladiri, borgol, tongkat, nanti fisiknya juga, etika profesional, dan berbagai bidang menyeluruh terkait dengan keterampilan maupun dengan wawasan seputar perusahaan maupun perguruan tinggi,” ungkap Bripka Kukuh Ardiansyah dari Ps. Kanit Binkamsa Sat Binmas Polres Malang. Pelatihan dan pendidikan Gada Pratama merupakan pelatihan dasar wajib bagi Satpam, berdasarkan PERKAP nomor 24 tahun 2007 tentang sistem manajemen pengamanan. “Jadi ini merupakan pelatihan dasar wajib dan untuk di UMM ini, karena di lingkup kampus yang kesehariannya berhadapan dengan mahasiswa maupun dosen. Pelatihannya kita lebih kedepankan terkait dengan pelayanannya,” lanjutnya, Selasa (10/12). Adapun menurut Suprapto selaku pendamping dari Patriatama Surya Indonesia menjelaskan bahwa tujuan diklat ini untuk membentuk mental serta membentuk attitude selain dari legalitas.  Selain itu, tujuannya untuk menghadapi MEA kedepan tentu Satuan Pengamanan harus memiliki skill dan legalitas agar nanti tidak menjadi penonton di negara sendiri. “Saya ingin mengingatkan saja bahwa tugas saudara-saudara berat, karena orang lain yang melihat pertama kali dan bertemu dengan saudara. Di situlah kesempatan saudara untuk menjadi Front Office yang ramah, terdepan, dan mengedepankan kemanusiaan. Jadi, bukan karena kekuasaan, bukan tentang kekuatan, tapi lebih kepada pri kemanusiaan. Saya harap saudara terus menjaga kekompakan karena dengan kekompakan kita akan bekerja dengan baik,” ungkap Dr. H. Fauzan. M.Pd. (riz/can)