Kemeriahan Penutupan Spacious’19 FISIP UMM: Inaguration and Closing Ceremony

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan acara Student Day Spacious’19: Inaguration and Closing Ceremony di Hall GKB 4 lantai 9. Spacious sendiri merupakan kepanjangan dari Sosial, Politic, Art, Science, Religius and Sport yang merupakan nama kegiatan Student Day FISIP UMM 2019. Disampaikan oleh Adjie Prayoga, Ketua Pelaksana Spacious’19 menyatakan tujuannya agar dapat menyatukan hati, tujuan, dan pikiran antar masyarakat FISIP. “Kita juga ingin menyatukan prinsip dari masyarakat FISIP demi terciptanya FISIP yang lebih baik dan berprestasi,” tandasnya. Gubernur Mahasiswa FISIP menambahkan harapannya bahwa ajang perlombaan tak sekedar untuk mencari juara, tetapi yang utama adalah berlomba-lomba dalam kebaikan.  “Semakin kita banyak bertanding semakin memperbanyak pertemanan, bukan lawan”, pungkas Bayu Wildan Hidayatulloh. Diakui pula oleh Zen Amiruddin selaku Wakil Dekan 3 FISIP, Inagurasi Spacious FISIP merupakan ajang apresiasi prestasi mahasiswa baru FISIP. Wakil Dekan 3 FISIP ini kemudian menjelaskan mahasiswa baru melalui Student Day dan Dekan Cup sangat antusias dalam mengikuti semua kegiatan. Melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan, mahasiswa baru mampu dipetakan prestasi dan potensinya sejak semester 1, sehingga dapat terus dilakukan pembinaan baik dalam bidang penalaran, minat bakat, olahraga, multimedia maupun keislaman. “Potential Mapping Class dan perlombaan-perlombaan dalam semua cabang selama 2 bulan ini semata-mata tidak hanya untuk event kampus, melainkan kita persiapkan untuk ajang yang secara periodik diperlombankan baik regional, nasional maupun internasional”, ungkap Zen Amiruddin. (*/can)

Prodi Profesi Ners UMM Peringkat 1 Uji Kompetensi Regional Jawa Timur

Untuk kedua kalinya, Program Studi (Prodi) Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih sertifikat penghargaan terbaik peringkat 1 Regional Jawa Timur dalam Uji Kompetensi Ners Indonesia (UKNI). Penghargaan diraih dari Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) Regional Jawa Timur, Jumat (3/1). Sejak tahun 2017 Prodi Profesi Ners UMM selalu masuk 3 besar Uji Kompetensi Ners Jawa Timur. “Keberhasilan ini tidak luput dari kerjasama berbagai pihak. Dimulai dari pimpinan fakultas, kemudian prodi, dosen keperawatan maupun clinical instructure dari Rumah Sakit yang telah membimbing mahasiswa selama praktik Profesi Ners,” ujar Nur Aini, S.Kep., Ns., M.Kep selaku Sekretaris Prodi Profesi Ners UMM. Keberhasilan ini lantaran dipersiapkan secara matang, salah satunya melalui penyelenggaraan tryout. Seperti kegiatan tryout internal selama 6-8 kali secara online yang terdiri dari 180 soal. Soal try out ini disesuaikan dengan kompetensi soal UKNI, dan juga mengadakan kegiatan pembahasan soal yang dibimbing langsung oleh Dosen Keperawatan selama 1 minggu. Selain tryout internal yang diselenggarakan oleh Prodi, mahasiswa juga kita wajibkan mengikuti Try Out Nasional yang diselenggarakan langsung oleh AIPNI. Dalam pelaksanaan praktik, Prodi Profesi Ners UMM mengirim mahasiswanya ke rumah sakit yang terakreditasi A, B, serta C. Sehingga kasus yang dipelajari oleh mahasiswa bervariasi. Sedangkan soal-soal yang diujikan dalam UKNI adalah kasus – kasus penyakit yang didapatkan selama pembelajaran di rumah sakit. “Seringnya berlatih mengerjakan soal, maka akan menambah pemahaman,” ujar Nur Aini. Setelah berhasil meraih peringkat 1 Regional Jawa Timur dalam Uji Kompetensi Ners, Prodi Profesi Ners tak berbangga. Prodi ini akan tetap melakukan persiapan seperti tryout Internal dan kegiatan pembahasan soal sesuai dengan standar yang telah ada. Adapun pada stase akhir praktik profesi Ners akan dilaksanakan final exam dengan mengguatkan skema Computer Based Test (CBT) atau ujian berbasis komputer. (riz/can)

Winekram Art Space Jadi Markas Inkubasi Seni dan Budaya Baru Kota Batu

Kelompok Praktikum Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menghelat gelaran festival Obah Nggedruk Bumi. Proyek kolaboratif ini menandai dilaunchingnya Winekram Art Space, sanggar kesenian milik budayawan Kota Batu Winarto Ekram. Sanggar ini digadang bakal jadi tempat inkubasi serta berkumpulnya para seniman Malang Raya juga luar daerah untuk mengokohkan identitas bangsa melalui kebudayaan. Dihelatnya Festival Obah Nggedruk Bumi, Jumat (3/1) menandai berdirinya sanggar seni ini. Festival Obah Nggedruk Bumi sendiri merupakan festival pentas seni tari dan budaya, dimana Adhigana Production yang merupakan kelompok praktikum program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai penggeraknya. Gelaran seni dan budaya ini merupakan implementasi dari tugas mata kuliah Keterampilan Bahasa Produktif yang diampu M. Isnaini, M.Pd. Sanggar ini terletak di wilayah Nggopit RT 12 RW 03 Dusun Mojorejo, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. “Ini adalah sebuah kegiatan untuk mengawali sebuah tempat, (festival ini) bernama Obah Nggedruk Bumi. Tempat ini adalah space program kesenian yang diharapkan pada ke depan memiliki acara kesenian. Karena acara seperti ini periodik sekali untuk perkembangan kesenian yang ada,” ujar Winarto Ekram. Kegiatan yang menampilkan seni dan kebudayaan lintas daerah ini melibatkan berbagai seniman dari berbagai kota, diantaranya dari Indramayu, Solo, Jombang, Lumajang, Surabaya, serta dari beberapa kota-kota lain.  Tidak hanya berupa pertunjukan kesenian, tetapi juga ada workshop tari dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ), hingga parade sanggar tari se-Jawa Timur. Acara ditutup dengan pertunjukan kesenian. “Festival ini tujuannya memang membuka tempat untuk dikerubungi, membuka lahan, membuka ruang untuk pertunjukan kesenian. Selanjutnya, tentu perkembangannya untuk pariwisata budaya yang ada di sekitar  Pendem. Kegiatan yang akan diadakan bentuknya berupa Festival-festival tidak hanya tari, ada teater, musik, tapi juga kecenderungannya memang lebih ke tradisional juga ke kontemporer,” lanjut Winarto. “Kami berharap, sanggar ini bisa sebagai tempat sarasehan kebudayaan maupun workshop kebudayaan. Serta segala sesuatu yang berbau kesenian. Dengan adanya kegiatan dan kerjasama seperti ini, bisa menjadi tahap awal kami juga dalam belajar dan menambah ilmu baru untuk menunjang lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMM,” jelas Nirwana Chendra Kasih sebagai ketua pelaksana event. “Untuk mata kuliah Keterampilan Berbahasa Produktif yang konsentrasi di bidang Manajemen Event Organizer, mahasiswa bahasa Indonesia perannya ialah untuk membantu, memanage acaranya pak Winarto. Karena kegiatan ini adalah sebagai salah satu praktek kegiatan secara langsung yang mungkin selama ini mereka pahami hanya beberapa teori singkat tentang bagaimana  memanage atau meng-EO acara,” tegas M. Isnaini selaku Dosen pengampu Mata kuliah. Selain itu, dijelaskan Isnaini, Prodi Bahasa Indonesia itu sangat luas cakupannya, meliputi komunikasi yang di dalamnya menggunakan bahasa Indonesia dalam cakupan linguistik. Praktik ini merupakan implementasi dari bagaimana cara berkomunikasi, negosiasi dan keterampilan berbahasa lainnya, sehingga wujudnya adalah membuat sebuah event. “Karena dalam menyelenggarakan acara itu juga terkadang ada banyak hal yang tidak kita pahami, dan kadang itu menjadi kunci penyelenggaraan acara. Itulah yang menjadi teknis dari para mahasiswa, sehingga memang harus dilakukan dengan praktek langsung,” tandas Isnani. (riz/can)

Rektor Fauzan: Seorang Dokter Juga Harus Punya Kepribadian Melayani Masyarakat

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan RSU Haji Surabaya menggelar kegiatan Lokakarya dan Evaluasi Kepaniteraan Klinik RS Pendidikan Utama, RS Jejaring dan Puskesmas. “Ini adalah rangkaian kegiatan tahunan tentang evaluasi selama setahun, kira-kira ada permasalahan apa dan solusi yang harus dilakukan bagaimana. Akan diplenokan dalam forum yang besar, misal seperti perubahan dari desain kurikulum,” ujar dr. Risma Karlina Prabawati, Sp.S selaku ketua panitia saat ditemui di Harris Hotel and Conventions Malang. Menjadi pemateri sekaligus  Pengurus Divisi Rumah Sakit Pendidikan pada Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), dr. Rini Listiowati, MMR., mengangkat judul “Peran RS Pendidikan sebagai Wahana Pendidikan dokter Muda di Era JKN”. Pada kegiatan yang berlangsung selama dua hari (4-5/1), kegiatan ini diikuti oleh 19 Rumah Sakit Muhammadiyah Jawa Timur (Jatim), 15 Rumah sakit Jejaring, serta  9 Puskesmas wilayah Dinas Kesehatan Kediri. Saat ini di AIPKI memiliki 94 anggota Fakultas Kedokteran di Indonesia. “Dari 94 itu, yang mempunyai rumah sakit pendidikan baru sekitar 70. Jadi masih ada 24 fakultas kedokteran yang belum mempunyai rumah sakit pendidikan,” ungkap dr. Rini. Selain itu Rini menjelaskan pula tentang fungsi dan tugas Rumah Sakit Pendidikan dalam Tata Kelola organisasi yaitu, terdiri atas tiga poin yakni Pelayanan, Penelitian, dan Pendidikan. “Pada pelayanan harus menjamin mutu dan keselamatan pasien serta pelayanan sesuai kebutuhan pasien. Adapun penelitian meliputi pengembangan pusat unggulan, kerjasama dengan pelaku industri, penelitian untuk pendidikan  kedokteran. Dan untuk ranah pendidikan meliputi penyediaan dosen, menyediakan tenaga kesehatan hingga membina jejaring Rumah Sakit Pendidikan,” jelasnya. “Sebagai salah satu institusi yang tidak mau ketinggalan dari dinamika masyarakat, khususnya dinamika kehidupan manusia, maka konsolidasi yang di dalamnya berupa suatu upaya untuk mengevaluasi kegiatan, adalah satu keharusan. Evaluasi jika dimaknai lebih luas, tidak hanya pada tatanan-tatanan parsial. Tetapi kami berharap evaluasi secara menyeluruh,” tandas Dr. H. Fauzan M.Pd selaku rektor UMM. Sehingga evaluasi tidak hanya dilakukan untuk meningkatkan kualitas akademik yang dimiliki oleh calon dokter, tetapi juga diharapkan memiliki kontribusi yang lebih baik dalam rangka membentuk kepribadian seorang dokter. “Jadi, disamping mereka memiliki kompetensi yang memang mumpuni, tetapi tidak kalah pentingnya ini adalah adanya kepribadian yang diharapkan dapat melayani masyarakat,” pungkas Fauzan saat sambutan sekaligus membuka acara. (riz/can)