Catat Tanggalnya! DIMPA UMM Gelar Lomba Balap Perahu Karet Antar SMA se Indonesia

Divisi Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Malang (DIMPA UMM) bakal kembali menggelar DIMPA Boat Race Challenge #4 tingkat siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Sederajat seluruh Indonesia. Agenda nasional ini akan digelar pada 17-18 April 2020 mendatang. Mengusung tema “Arungi Jiwa Mudamu”, lomba terdiri dari tiga kategori yakni kategori putra, kategori putri serta kategori campuran. Yusril Khasib Anvasa selaku ketua pelaksana kegiatan menyatakan, pada penyelenggaraan Boat Race ketiga tahun 2018, DIMPA UMM hanya mengadakannya di tingkat Malang Raya. Ketika itu event diikuti 32 tim dari unsur Siswa Pecinta Alam (SISPALA), Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) dan Organisasi Pecinta Alam (OPA). Di tahun 2020 ini, ditargetkan bakal diikuti ratusan peserta dari seluruh Indonesia. “Berbagai jenis olahraga petualangan dewasa ini terus mengalami perkembangan dan peningkatan animo di kalangan anak muda. Salah satunya adalah olahraga air dengan menggunakan media perahu karet. Hal tersebut didasari oleh rasa kesadaran mengenal kekayaan wilayah perairan sungai yang beraneka dan menjaga lingkungan serta sebagai cara menguji ketangkasan dan adrenalin,” ungkap Yusril, Senin (20/1). Lebih jauh Yusril mengatakan, dunia arung jeram di Indonesia sedang mengalami perkembangan. Dibuktikan dengan banyaknya komunitas-komunitas arung jeram maupun divisi-divisi khusus arung jeram pada organisasi dan komunitas pecinta alam. “Ditambah lagi dengan dibentuknya Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) yang berpartisipasi membangun dunia arung jeram Indonesia,” sambung Yusril. Yusril berharap, diadakannya kompetisi ini dapat ikut membangun tumbuhnya industry wisata arung jeram yang memacu munculnya minat berbagai kelompok masyarakat untuk menikmati arung jeram. “Sangat disayangkan karena olahraga ini hanya dikenal oleh segelintir orang. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat memperkenalkan olahraga arus deras untuk khalayak umum agar lebih dikenal secara luas,” tutur Yusril. Lomba akan diadakan di danau Kampus III UMM. Sebelumnya pada bulan Oktober 2019 lalu, danau ini diperuntukkan bagi penyelenggaraan Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN). Ketika itu, UMM secara khusus diamanahi Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagai tuan rumah ajang bergengsi tingkat nasional ini. (*)
Belajar ke UMM, Universitas Madura: Kami Ingin Belajar ke Orangtua Kami

Sejak diputuskan oleh Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti RI pada April 2019 lalu, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai perguruan tinggi asuh terus melakukan pendampingam intensif kepada sepuluh perguruan tinggi lain. Salah satunya ialah Universitas Madura, Jawa Timur. “Kami ingin belajar ke ‘orang tua kami’ tentang pengelolaan bidang mahasiswa dan tentunya universitas ke UMM,” ungkap Wakil Rektor III Universitas Madura, Ir. Yudi Heryadi, M.MA. saat berkunjung ke UMM (21/1). Datang bersama rombongan aktivis lembaga intra kampus dan jajaran pimpinan, Yudi mengutarakan jika UMM merupakan salah satu universitas yang baik citranya. Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si., M.Hum, Wakil Rektor III UMM mengungkapkan jika UMM selalu menjaga komunikasi antara mahasiswa dan pimpinan. “Di UMM jika mahasiswa ingin menghadap Rektor atau pimpinan lainnya tidak susah, diberi akses juga untuk langsung menghubungi lewat WA,” katanya. Hal ini bertujuan untuk menjaga komunikasi yang baik. Selain itu, berbagai hal yang harus diperbaiki sesegera mungkin pun akan cepat ditanggapi. Namun demikian, Sidik mengungkapkan jika di UMM ada konsekuensi yang harus dihadapi. Jika mahasiswa berprestasi tentu saja akan diapresiasi. Namun jika melanggar akan diberi sanksi. “Ini bukan hanya peraturan, tetapi real diterapkan. Sudah ada contohnya kemarin,” tegasnya. UMM juga memberi apresiasi yang tinggi bagi mahasiswa berprestasi di kancah internasional berupa bebas skripsi. Namun, tak sedikit pula dari mereka yang tetap ingin mengerjakan skripsi seperti mahasiswa lainnya. “Ketika ditanya kenapa, mereka menjawab karena ingin belajar lebih jauh dan matang di UMM,” contohnya. Untuk kegiatan mahasiswa, Sidik menerangkan jika kampus mendukung setiap pendanaan. Namun sifatnya adalah membantu, bukan memenuhi. Cara ini dilakukan agar para mahasiswa memiliki sikap mandiri dan bertanggung jawab. Kunjungan ini kemudian dilanjutkan dengan berkunjung ke Student Center untuk melihat berbagai fasilitas yang disediakan UMM bagi para mahasiswanya. Juga, ada sesi para aktivis intra kampus Universitas Madura berdikusi dengan para pengurus lembaga intra Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) dan Senat Mahasiswa Universitas (SEM-U) UMM. (mir/can)