Mahasiswa Asing UMM Bagi Cerita Kehidupan Orang Yaman di Pandanmulyo

Tak kehabisan ide, Mobil Kamis Membaca (KaCa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kali ini mengaspal dengan konsep pertukaran budaya. Salah satunya mengajak seorang mahasiswa asing untuk blusukan ke wilayah-wilayah sasaran gerakan literasi. Mahasiswa asing asal Yaman, Almunta Jaafar, diajak untuk berbagi kisah hidup unik masyarakat di kampung kelahirannya kepada murid MTs Al Munawarah di Desa Pandanmulyo, Malang. Yakni kebiasaan unik masyarakatnya yang gemar makan rumput. Jafeer melanjutkan, bahwa tradisi yang sering dilakukan oleh orang Yaman yakni sering mengunyah rerumputan dengan alasan kesehatan dan penambah stamina. Para siswa pun tercengang mendengar penuturan Jaafer yang tak biasa ini. Kegiatan yang dilakukan bersama kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 04 UMM memilih sekolah tersebut karena menurut ketua divisi Sosial Budaya Haidar Ali Firdaus, MTs Al Munawaroh harus dibekali pandangan untuk melihat dunia luar untuk mengejar impian. “Negara Yaman merupakan tanah jazirah Arab yang berbatasan dengan Laut Merah dan bersebalahan dengan Arab Saudi di sebelah Utara. Masyarakat Yaman senang dengan kegiatan berdagang,” ungkapnya di hadapan siswa, Kamis (23/1). Sehingga, sambungnya, kebanyakan warga Yaman sering berlayar, untuk berkunjung ke negeri orang untuk berjualan termasuk Indonesia. Selain itu, sistem pendidikan di Yaman juga banyak menawarkan boarding school atau biasa disebut pondok. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh murid di yayasan tersebut terlihat sangat antusias. “Saya baru pertama kali melihat orang asing datang ke sekolah. Bahasa arab susah dimengerti tapi saya menikmatinya,” ucap Bila salah satu murid MTS Al Munawarah. Setelah kegiatan ini, siswa diarahkan untuk membaca buku yang disediakan, buku yang laris diambil ialah buku perihal Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap (RPUL). Beberapa dari mereka antusias untuk menelusuri lebih jauh lagi tentang dunia luar, khususnya Yaman. (Yas/Can)

Dekan FK UMM Bicara Pencegahan Virus Korona

Menanggapi persebaran virus Korona atau 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang disebut berasal dari Wuhan, Cina, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. dr. Meddy Setiawan, Sp. PD menyebut bahwa virus ini  merupakan virus yang tergolong baru dalam dunia medis. “Virus ini menyerang sistem pernapasan manusia. Mulai flu biasa sampai penyakit yg parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Corona virus novel (n-CoV) adalah jenis baru yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Corona virus adalah zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia,” kata Meddy, Rabu (30/1). Menurut Meddy yang juga merupakan ahli Spesialis Dalam, beberapa virus Korona yang dikenal beredar pada hewan yang belum menginfeksi manusia. “Dihimbau untuk masyarakat agar tetap memperhatikan makanan hewani yang dikonsumsi. Menghindari memakan hewan hidup-hidup agar virus tersebut tidak menyebar ke manusia,” paparnya. Gejala awal yang terjadi ketika terpapar virus ini ialah flu dengan disertai panas badan, demam, dan sesak sehingga menyebabkan kegagalan pernafasan. Virus yang berinkubasi cepat ini, kata Meddy, harus mendapatkan penanganan medis dengan sigap dan tanggap agar meminimalisir angka kematian. “Pengobatan yang khusus untuk virus 2019-nCoV ini belum ada, pengobatan yang kita berikan bersifat suportif sesuai dengan gejala yang ada. Sampai saat ini belum tersedia vaksin untuk 2019-nCoV,” tambah Meddy. Tindakan pencegahan yang disarankan oleh Meddy agar tidak terjangkit virus tersebut antara lain ialah mengenakan masker, etika batuk yang benar, mengkonsumsi antioksidan dan makanan bergizi seimbang, stop rokok, mencuci tangan dengan menggunakan sabun antiseptik dan air mengalir, sementara menunda bepergian ke daerah yang insiden virus Koronanya tinggi.  (yas/can)