Guru TK ABA sebagai Garda Terdepan Benteng Ideologi Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Aisyiyah bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Kuliah Umum Peneguhan Ideologi Muhammadiyah bagi Kepala Sekolah KB-TK Aisyiyah Bustanul Atfal (ABA) se-Jawa Timur pada Selasa (18/2) di Theater Dome UMM. Acara ini dihadiri 350 peserta, baik kepala sekolah maupun guru KB-TK ABA se Jawa Timur. Dra. Salmah Orbayinah, M.Kes.,Apt, Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Pusat Aisyiyah dalam sambutannya mengatakan, di abad kedua ini KB-TK ABA telah meneguhkan visi yang berlandaskan iman, ilmu, dan amal untuk mendidik jiwa yang kokoh, merdeka, penuh toleransi, yang dilandasi oleh nilai-nilai Islam Berkemajuan. Untuk itu, Salmah berpesan agar Kepala Sekolah dan Guru mendidik generasi yang kuat karakternya, berakhlak mulia, kokoh nilai-nilai keislamannya, cinta lingkungan, serta menjadi orang-orang yang mencintai kedamaian. Oleh karena itu lanjutnya, program ini menjadi sangat penting dan sangat strategis disaat muncul dan berkembangnya berbagai ideologi. “Kepala Sekolah dan Guru KB-TK ABA memiliki peran sebagai garda terdepan benteng ideologinya Muhammadiyah di masyarakat. Terlebih bagi anak-anak yang akan menjadi penerus, pelangsung, dan pelopor perjuangan Aisyiyah dan Muhammadiyah. Jadi sudah seharusnya semua pihak memahami apa itu ideologi Muhammadiyah,” ujar Salmah. Selain itu dalam sambutannya, Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., Wakil Rektor II UMM mengatakan bahwa menurutnya esensi dari peneguhan ideologi di dalam Muhammadiyah sesungguhnya adalah upaya untuk secara terus-menerus membangun dan mengasah intuisi keberagaman. “Ini merupakan basis utama gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah. Mengusung Islam sebagai agama yang mencerahkan seluruh alam semesta dan membawa kepada cahaya kemenangan, kebahagiaan, hidup yang menggairahkan,” sebut Nazar. Lanjutnya, praktik Surat Al-Maun sebagai basis ideologi Muhammadiyah sesungguhnya menjadi ruh untuk menggerakkan diri kita secara tulus, ikhlas beribadah dengan jalan mengabdi kepada institusi dan badan amal usaha, seperti UMM dan TK ABA. “Ideologi itu adalah sesuatu yang melekat dalam alam bawah sadar kita. Karena itu perlu diasah untuk menjadi bekal untuk diri kita terus berkiprah kepada Muhammadiyah dan Aisyiyah sebagai pilar kemajuan Republik Indonesia,” tutur Nazar.(bel/can)

Mahasiswa UMM Ciptakan Beton Daur Ulang

Melihat perkembangan konstruksi di Indonesia yang semakin pesat, perlu adanya inovasi-inovasi baru. Mengingat, ketersediaan sumber daya alam yang merupakan bahan dasar dalam konstruksi sangat terbatas. Jika konstruksi di Indonesia terus dilakukan tanpa adanya alternatif baru, suatu saat akan merusak perut bumi. Berangkat dari fenomena tersebut, mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nurman Handitya Prima, Muh Irfan Maulana, dan Oval Mufarid menemukan cara yang ramah lingkungan untuk mendaur ulang beton bekas reruntuhan bangunan. Hal ini dapat digunakan kembali dengan memanfatkan limbah material bekas konstruksi beton sebagai subtitusi 100% dari total kebutuhan agregat. Limbah beton bekas yang tak terpakai tersebut dihancurkan kembali menghasilkan agregat kasar dan juga agregat halus. Selain itu, menurut mereka terdapat serbuk-serbuk kecil dari penghancuran beton tersebut yang ternyata bekas dari semen. “Di sini kami menghancurkannya dengan cara manual, yaitu palu. Kemudian disaring sesuai ukuran saringan. Material yang tertinggal menjadi agregat kasar pengganti krikil. Yang lolos akan dihancurkan menggunakan mesin los angeles hingga seperti pasir dan disaring lagi menjadi agregat halus,” sebut Nurman bimbingan Lukito Prasetyo, Ir. MT, dosen Teknik Sipil UMM. Hasil dari beton daur ulang tersebut nampaknya tidak dapat dipandang sebelah mata. Dalam hasil uji abrasi, beton daur ulang ini memiliki tingkat keausan yang sama dengan krikil Kulon Progo. Ditemukan nilai keausan sebesar 23.5%, sehingga masih dalam nilai keausan yang diizinkan untuk beton kelas III yaitu dibawah 27% berdasarkan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI). “Kita membuat inovasi akan tetapi tidak mengurangi dari durabilitas beton tersebut. Apa yang kita pakai harus sesuai dengan standar yang berlaku. Harus sesuai dengan batas-batas yang diujikan. Sehingga tidak hanya menggunakan SNI saja, SII, ASTM dan PB juga kita uji,” tutur Nurman. Berkat inovasi tersebut, Nurman mampu lolos dalam seleksi abstrak lomba karya tulis nasional Civil Festival 2020 di Politeknik Negeri Jakarta. Hebatnya, Nurman menjadi satu-satunya perwakilan Universitas Swasta. Selanjutnya ia akan menyerahkan full paper dan mempresentasikan inovasinya tersebut pada 11 Maret mendatang. (bel/can)

Kursi Terapi Penghilang Stres Menangi Ajang Inovasi ASEAN

TINGGINYA beban pekerjaan memicu terjadinya gejala stres. Tingkat stres seseorang dapat dipicu oleh beragam faktor. Mulai dari tingkat pendapatan, beban pekerjaan, hingga masalah-masalah lain yang tidak pernah terbayangkan. Lebih jauh lagi, stres berlebihan bisa menyebabkan depresi bahkan gangguan kejiwaan. Anda tak perlu khawatir. Tengoklah Inovasi rancangan sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini yang memenangi ajang ASEAN Innovation Science and Entrepreneur Fair 2020 di BG Junction Bubutan Surabaya, 14 – 16 Februari 2020. Inovasi yang meraih Silver Medal ini bertajuk “Terapi Penghilang Stres dengan Kursi Musik Alami”. Inovasi teknologi berbasis kewirausahaan ini merupakan rancangan dari Dicky Marcellino Akbar, Ardi BC, Kholil Maharno, Hadi Purnomo, Revaldo Yuanda. Kursi ini menggunakan audio dan arduino (sebuah platform komputasi) serta sensor jarak sebagai pendeteksi ketika pengguna duduk untuk kemudian secara otomatis kursi akan memainkan musiknya. Sedangkan pada pusat tertentu pada kursi yang digunakan getaran dengan modul getar dan arduino sebagai terapi. “Bahkan, stres juga mampu menyebabkan beberapa masalah pada tubuh yang sebenarnya sepele, tapi cukup mengganggu,” ungkap Dicky Marcellino salah satu anggota kelompok saat diwawancarai, Senin (17/2). Ketika seseorang merasakan stres, tubuh membacanya sebagai sebuah serangan atau ancaman. Seseorang melindungi diri, tubuh akan memproduksi berbagai hormon stres, seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin. “Peningkatan hormon pada tubuh penyebab stres ini membuat jantung menjadi berdetak kencang karena denyut jantung yang semakin meningkat, napas jadi lebih cepat dan singkat, otot-otot menegang, tekanan darah naik, mudah cemas, sulit tidur, hingga sulit berpikir jernih,” sambung Dicky. Hipotesis kelompok ini menyatakan, antara intensitas mendengarkan musik dan stres seseorang menggunakan metode uji Kendall’s disimpulkan bahwa mendengarkan musik dapat menurunkan stres. (can)