Civitas Akademika UMM Kompak Tepis Kekhawatiran Covid 19

Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM) mengadakan Sosialisasi Penyebaran, Pencegahan, dan Penanganan Covid-19 di Aula lantai 9 GKB IV, Rabu (11/3) siang. Hadir sebagai pemateri Direktur RS UMM Prof. Dr. dr. Djoni Djunaedi, Sp.PD-KPTI dan dokter Spesialis Patologi Klinik RS UMM dr. Ungky Agus Setiawan, Sp.P(K). Wakil Rektor Bidang II Dr. Nazaruddin Malik, M.Si dalam sambutannya menyebut UMM sebenarnya telah lama mencanangkan konsep Management of Public Health yang diaplikasikan dalam jargon Green and Clean Campus. Sehingga, UMM terbilang telah keluar dari praktik manajemen yang terkesan latah. Sehingga siap dengan segala krisis. “Saya berbahagia, (di agenda sosialisasi ini) kita disadarkan tentang canangan yang telah lama teraplikasikan ke dalam konsep Green and Clean Campus yang sebenarnya multi dimensional. Di samping me-manage building dan lahan, tapi juga ditentukan oleh kesiapan para manusianya untuk menghadapi krisis, misal Covid-19,” sambungnya Nazaruddin. Nazaruddin lantas mengajak seluruh peserta untuk memahami Management Public health sebagai kajian interdisipliner. “Kami harap civitas akademika terus memperagakan gaya hidup sehat, mengantisipasi dan membangun institusi yang kuat dan tidak membuka peluang untuk terjadinya krisis, semisal saat penyebaran Covid-19,” tandas Nazaruddin. Dalam pemaparannya di hadapan civitas akademika UMM, penyebaran RS UMM Prof. Dr. dr. Djoni Djunaedi, Sp. PD-KPTI tentang asal terbentuknya Covid-19, cara penularan, pencegahan, serta penangan yang bisa dilakukan. dr. Djoni lebih jauh menekankan pentingnya Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) untuk civitas di lingkungan UMM. Mengutip ahli imunologi Amerika, Anthony Stephen Fauci, Ia menyebut wabah Covid-19 adalah pengingat nyata akan tantangan yang sedang muncul dari munculnya kembali patogen infeksi dan perlunya pengawasan terus-menerus, diagnosis yang cepat, dan penelitian yang kuat untuk memahami biologi dasar organisme baru dan pencegahannya. Sementara dr. Ungky Agus Setiawan, Sp.P(K) menyebut, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi Covid-19. Penyebarannya bisa dikurangi di antaranya dengan mencuci tangan rutin memakai sabun dan air atau handsanitizer, menghindari menyentuh wajah, gunakan masker di keramaian, serta diet sehat, exercise cukup, dan tidur cukup. Tidak sebatas pemaparan materi, agenda juga berlangsung menarik dengan diselingi pembuatan video kampanye kreatif menggunakan jaringan sosial dan platform musik yang tengah nge-hits sekarang, Tiktok. Seluruh peserta memperagakan etika batuk yang baik dan benar, juga 6 langkah cuci tangan berdasarkan rekomendasi WHO. (*can)
Pilwarek UMM Kedepankan Musyawarah Mufakat

Pasca terpilihnya Dr. Fauzan, M.Pd sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk kedua kalinya, civitas akademika Kampus Putih juga bakal punya wakil rektor baru untuk masa jabatan 2020-2024. Dalam Sidang Senat UMM Pemilihan Wakil Rektor (Pilwarek) UMM yang digelar Selasa (10/3), sejumlah nama bakal calon telah terjaring sebagai calon wakil rektor. Mereka akan duduk sebagai wakil rektor bidang I, II, dan III. Proses pemilihan dilakukan dengan musyawarah mufakat. Musyawarah berjalan dengan penuh hikmat, demokratis, dan suasana kekeluargaan. Hal ini diamini salah satu anggota Senat UMM, Dr. Ahmad Juanda, M.M., Ak., CA. “Meskipun pemilihan dilangsungkan secara musyawarah mufakat, bukan berarti telah membunuh iklim demokrasi kita. Keputusan ini menunjukkan kedewasaan kita,” kata Juanda. Senada dengan Juanda, anggota senat lain Dr. Sulardi, SH., M.Si. juga menekankan pentingnya kerjasama. Kekompakan, disebut dosen Fakultas Hukum, sebagai modal utama membangun institusi bermartabat. “Sehingga, ketika keluar dari forum ini tidak ada yang merasa menang dan kalah. Kita sama-sama membangun Universitas Muhammadiyah Malang sebagai perguruan tinggi yang lebih disegani,” tandas Sulardi. Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, seluruh anggota senat UMM memutuskan agar pemilihan dilakukan dengan cara musyawarah mufakat. Hal ini berkesuaian dengan pasal 7: Proses Pemilihan, Pertimbangan, dan Penetapan Calon Wakil Rektor angka 4 dalam Tata Tertib Pemilihan, Pertimbangan dan Penetapan Calon Wakil Rektor UMM Masa Jabatan 2020-2024 (Peraturan UMM No.1 tahun 2020). Sementara sesuai pasal 7 angka 9, dalam hal pemilihan calon wakil rektor dilakukan secara musyawarah mufakat, maka Senat UMM dapat menetapkan sedikitnya 1 (satu) nama calon wakil pada masing-masing Bidang I, II, III untuk diusulkan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah. “Hasil pemilihan calon wakil rektor ditetapkan dalam surat keputusan senat UMM,” ungkap Pimpinan Sidang, Dr. Tongat, SH., M.Hum. Daftar 3 nama di masing-masing bidang yakni: Calon Wakil Rektor Bidang I Prof. Dr. Ir. Sujono, M.Kes. Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. Dr. Tulus Winarsunu, M.Si. Calon Wakil Rektor Bidang II Dr. Muslimin Machmud, M.Si. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. Dr. Trisakti Handayani, MM. Calon Wakil Rektor Bidang III Dr. Nur Subeki, ST., MT. Dr. Sidik Sunaryo, SH., MH., M.Hum. Dr. Yoyok B. Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom. Dalam kesempatan ini juga, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc. berpesan kepada suluruh anggota senat juga perwakilan dari Senat dan Badan Eksekutif Mahasiswa untuk senantiasa menjaga kekompakan membangun UMM untuk lebih baik lagi ke depan. Selain itu Malik juga berpesan untuk senantiasa membawa UMM menjadi kampus yang komitmen mengabdi kepada Bangsa. (can)