UMM Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Influencer

Menjadi Influencer atau kreator konten kini menjadi profesi baru yang digandrungi para generasi Milenial. Meski masih menjadi perdebatan apakah Influencer adalah sebuah profesi, yang pasti mereka punya pengaruh yang kuat di masyarakat. Mereka, yang didominasi generasi Milenial, punya cara tersendiri mengekspresikan karya dan membuat perubahan secara nyata. Potensi inilah yang ditangkap Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang pada penerimaan mahasiswa barunya membuka jalur khusus Influencer. Bagi Youtubers dengan subscriber minimal 5.000 dan Selebgram dengan follower minimal 10.000 akan diseleksi tanpa tes masuk. Tentu prosesnya tak sembarangan, diseleksi lebih dulu lewat mekanisme uji keterampilan. Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi menegaskan, influencer yang dimaksud di sini adalah influencer Youtuber, Selebgram, dan Selebtwit yang kreatif, edukatif, dan positif. “Tentu kami memperhatikan kontennya.,” tegasnya. Pendaftar, sambungnya, cukup menampilkan link akun YouTube dan Instagram resminya untuk diverifikasi panitia penerimaan mahasiswa baru. Pertimbangan lain UMM membuka jalur ini juga adalah untuk memberi apresiasi dan mengakomodasi generasi milenial yang kreatif di media sosial. Seperti yang diketahui, bentuk prestasi akademik dan khususnya non-akademik saat ini ada berbagai macam. “Saat ini ada banyak anak muda yang kreatif meng-create konten dan memberi virus positif kepada public,” kata Syamsul. Tetapi, Syamsul memahami, ada bermacam-macam konten di luar sana. Ada konten positif maupun negatif. Namun, tim PMB UMM punya kriterianya tersendiri untuk jalur ini. “Jadi, UMM tetap punya kriteria yang bagus. Nggak sembarang selebgram diterima, nggak sembarang Youtuber diterima. Tentu kami punya kriteria yang nanti akan diverifikasi oleh tim PMB itu,” tegasnya. Jalur influencer ini terbuka untuk semua jurusan di UMM, kecuali Fakultas Kedokteran dan Fikes (Fakultas Ilmu Kesehatan). Syamsul pun tidak menampik, di antara para influencer ada yang memiliki followers palsu. “UMM sangat hati-hati. Kami punya tim yang nanti bisa men-tracking tentang autentisitas kepengikutan mereka atau followers dan subscribe mereka,” ungkap Syamsul. Pendaftaran yang termasuk jalur prestasi non-akademik ini dibuka hingga 25 April 2020. UMM pun tidak membatasi jenis influencer. Jadi, bisa beauty vlogger, food vlogger, traveler, writer, dan lain-lain bisa ikut jalur ini. “Semua bidang. Intinya kreatif, positif, dan edukatif. Nah, anak-anak muda yang seperti itulah yang ingin diakomodasi UMM,” tandas Syamsul. (*/can)
Mahasiswa UMM Menangi National Karate Championship 2020

Nama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali diharumkan oleh salah satu mahasiswanya yang berhasil menyabet medali perunggu dalam DIVIF 2 KOSTRAD Open III National Karate Championship 2020, (13-15/3). Acara tersebut merupakan kejuaran karate nasional yang diselenggarakan oleh Divif 2 Kostrad Singosari, Malang, setiap tahunnya. Rafid Rabbani, mahasiswa yang berhasil menyumbangkan medali tersebut merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi yang aktif mengikuti kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate. Perjuangan Rafid untuk berada pada podium ketiga tersebut tidak bisa dianggap enteng. Mahasiswa kelahiran Cilacap 21 tahun silam ini mengungkapkan asam-pahitnya perjuangan dalam latihan. “Dulu sih aku mulai dari latihan di Dojo Amura Balangan. Latihan reguler 3 kali seminggu. Kalau persiapan kejuaraan ikut privat dengan pelatih luar daerah, biasanya latihan sampai 3 kali sehari. Untuk sekarang, kadang latihan di Dojo Inkado UMM di Aula Masjid, kadang juga di Student Center untuk latihan fisik dan teknik. Seringnya latihan mandiri misalnya skipping, joging, ya latihan fisik ringan,” ungkap Rafid. Jalan menuju kemenangan adalah jalan perjuangan, begitupun yang dirasakan oleh Rafid dalam persiapannya menuju pertandingan. Meskipun telah memulai latihan karate sejak berusia 13 tahun, ternyata banyak rintangan yang harus dihadapi selama masa pelatihannya tersebut. Menurutnya, tantangan terberat selama persiapan adalah konsistensi untuk latihan serta membagi waktu untuk tugas kuliah, latihan, serta organisasi. Setelah berhasil menyumbangkan prestasi untuk kampus tercinta, tidak serta-merta membuatnya berbangga diri. “Kemenangan yang saya raih merupakan sumbangsih dari banyak pihak. Dukungan terbesar tentu saja dari orang tua yang do’anya menjadi tiket juara yang paling manjur. Kemudian ada pelatih yang dari awal tanpa henti terus mendorong saya. Selain itu lingkungan pertemanan saya juga tidak luput dalam memberikan support. Sehingga semua itu mempengaruhi semangat saya,” jelasnya. “Pesan saya untuk teman-teman sekalian, tetap berikan dukungan untuk usaha yang dilakukan teman-temannya. Berikan kata penyemangat untuk memberinya dukungan moril. Terakhir, untuk teman-teman yang sedang mengerjakan sesuatu, berikan fokus 100% dengan apa yang dikerjakan saat ini,” tutup mahasiswa yang juga sedang aktif di organisasi daerah Kerukunan Mahasiswa Balangan Malang tersebut. (gan/can)