Wakil Gubernur Provinsi di Thailand Apresiasi Kiprah Pendidikan UMM

Kiprah internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak diragukan lagi. Di bidang pendidikan saja, universitas berjuluk Kampus Putih ini punya cukup andil memajukan pendidikan, tak hanya di Indonesia, melainkan juga di tingkat ASEAN. Seperti kiprah yang dilakukannya untuk memajukan pendidikan di Thailand. Apresiasi pun datang dari berbagai pihak. Seperti dari pejabat negara terkait. Seperti saat Tim Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang berkesempatan bertemu dengan Wakil Gubernur Provinsi Narrathiwa dan pimpinan Perguruan Tinggi Attarkiah Islamic Institute dalam sebuah jamuan makan malam (14/2). Dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, dan seluruh Ketua Program Studi FKIP, serta Redaktur Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia (JPBI) dan PIC Internasionalisasi UMM. Wakil Gubernur Narrathiwat, Fatimah, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Indonesia dan UMM dalam sambutannya. “Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Indonesia, khususnya Universitas Muhammmadiyah Malang yang telah berkontribusi di dalam memajukan pendidikan bagi warga muslim yang mayoritas di Narrathiwat,” ucap Fatimah sembari menyebut nama beberapa alumni UMM di Narrathiwat. Provinsi Narrathiwat terletak di Thailand Selatan yang memiliki mayoritas penduduk 89% beragama Muslim. Banyak praktisi pendidikan di sana merupakan alumni dari Muhammadiyah, termasuk dari UMM. Melihat besarnya sumbangsih ilmu yang diberikan para alumni UMM membuat Fatimah begitu antusias atas kunjungan tersebut. Fatimah juga menyampaikan keinginannya untuk dapat berkunjung ke UMM. “Orang orang Islam di Narrathiwat ini perlu mempertahankan budaya dan mengembangkannya, melalui pendidikan maka generasi muslim yang akan datang akan bertahan,” ungkap Fatimah. Pertemuan tim FKIP UMM dengan Fatimah merupakan rangkain perjalanan muhibah Dekanat FKIP. Perjalanan tersebut untuk mendukung program Mendikbud dan Rektor UMM, yaitu Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar. FKIP UMM juga melakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Attarkiah Islamic Institute pimpinan Dr. Phaisan Thoryib dalam bidang Magang Internasional. Bukan tanpa alasan, kerjasama antara FKIP UMM dengan Attarkiah Islamic Institute sendiri sudah dirintis sejak 2015. Fasilitas akomodasi, konsumsi, bahkan seringkali gaji dan fasilitas wisata di Thailand akan diberikan Thailand bagi setiap mahasiswa UMM yang tengah melakukan magang praktek maupun KKN. Penyediaan fasilitas tersebut mendasari tim FKIP UMM melakukan kunjungan guna memperkuat hubungan dan kerjasama. Melalui perjalanan muhibah kali ini tim FKIP UMM juga mengunjungi dua perguruan tinggi di dua provinsi lainnya. Thaksin University di Songklha dan Fatoni University di Pattani, FKIP juga melakukan penandatangan MoA dengan masing-masing universitas. Dengan tujuan mendukung program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar. (can)
Dosen UMM Raih Gelar Certified Ethical Hacker Internasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa mendukung para dosen pengajar untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman. Salah satunya yang dirasakan Syaifuddin, S.Kom., M.Kom, dosen Prodi Teknik Informatika yang berhasil mendapat gelar non akademik tingkat internasional bidang ethical hacker melalui program sertifikasi Certified Ethical Hacker (CEH). Gelar tersebut didapat setelah lolos uji sertifikasi pada 27 Maret lalu. Syaifuddin mengikuti uji sertifikasi tersebut melalui lembaga training PT Siber Sekurindo Teknologi yang bekerjasama dengan EC-Council. CEH sendiri merupakan sertifikat yang diterbitkan oleh konsultan, Council of E-Commerce (EC-Council) sebagai lembaga sertifikasi di bidang cyber security. “Salah satu sertifikat, yang mengikutinya harus punya kemampuan untuk bagaimana menjadi seorang hacker sebenarnya. Tapi dalam proses sertifikasi tersebut bukan menjadi seorang hacker, tapi mempelajari cara-cara seorang hacker itu melakukan aksinya. Jadi kita diajari seperti itu,” ungkap Syaifudin saat diwawancarai, Sabtu (28/3). Sebelumnya Syaifuddin telah memiliki sertifikat Cisco Certification Network Associate (CCNA) yang didapat pada tahun 2006. Sertifikat tersebut dikeluarkan oleh Cisco System, perusahaan besar IT dalam bidang jaringan komputer. Melalui CEH, dosen sekaligus Wakil Kepala Laboratorium Prodi Teknik Informatika ini mengembangkan kepakarannya sebagai seorang security analyst. Profesi security analyst membuatnya untuk mampu menjaga keamanan semua informasi dan data yang dimiliki UMM. “Kebetulan saya diberi amanat di laboratorium Informatika, di sana terpasang sebuah sensor Honeypot kerjasama dengan Indonesia Honeynet Project (IHP) dan menemukan fakta bahwa setiap hari ada sekitar kurang lebih 1 juta serangan yang menuju ke IP public punya UMM,” terangnya. Syaifuddin menerangkan proses untuk uji sertifikasi tersebut dilakukan secara online, dikarenakan kondisi Covid-19. Pembekalan modul materi dilakukan secara online selama enam hari dan di hari ketujuh dilakukan pengujian. Melalui modul CEH tersebut, Syaifuddin memberikan referensi teori untuk mahasiswanya dalam mata kuliah Keamanan Jaringan. Dengan begini Mahasiswa mampu melakukan praktik langsung dan bukan hanya teori. Ketika masih menempuh pendidikan sebagai mahasiswa Prodi Teknik Informatika UMM, Syaifuddin juga aktif mengikuti komunitas cyber baik di dalam maupun di luar Kota Malang. Maka dari itu setelah menjadi dosen pun Syaifuddin aktif memberikan kiat langsung berupa teknik-teknik yang dikemas melalui simulasi, serta memberi motivasi pada mahasiswanya, “To Beat a hacker, You have to Think Like a Hacker”. Prodi teknik Informatika juga memberi wadah bagi mahasiswa yang tertarik di bidang keamanan komputer melalui Komunitas KALIBER_UMM (Komunitas Linux dan Cyber Defence UMM). Kedepannya secara bertahap, Syaifuddin mempersiapkan untuk uji sertifikasi CHFI (Computer Hacking Forensik Investigator). Syaifuddin juga berharap nantinya UMM memiliki Vokasi Cyber Security yang dapat bekerjasama dengan EC-Council. Dengan porsi praktik yang lebih banyak diharapkan mereka memiliki keterampilan lebih yang dapat dikuasai. Karena sebagai seorang security analyst, diperlukan sertifikasi untuk menunjukkan kemampuan untuk dapat diakui sebagai profesional. (san/can)