Mahasiswa Ini Lulus Skripsi Sebelum Waktunya, Kok Bisa?

Lulus tepat waktu menjadi dambaan semua mahasiswa. Sayangnya, menyelesaikan skripsi sebagai salah satu syarat utama kelulusan bukanlah hal yang mudah. Tak sedikit mahasiswa yang menelan pil pahit tertunda kelulusannya lantaran terkendala penyelesaian skripsi tersebut. Namun, hal itu tak berlaku bagi Anggia Putri Aliyanti, mahasiswi Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kerennya lagi, Anggia tak hanya berhasil menyelesaikan skripsi tepat waktu, tetapi bahkan lulus di semester 6 setelah artikel penelitiannya “Analisis Kesalahan Representasi Simbolik Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal High Order Thinking Skills” terbit di Jurnal Aksioma. “Alhamdulillah, artikel saya dipublikasikan di Jurnal Aksioma Desember lalu, Sinta 2. Karena mengikuti program KISS dan artikel saya sudah diterbitkan, maka saya sudah bebas skripsi,” tutur mahasiswi yang selalu ber-IP cumlaude sejak semester satu itu bersemangat. Anggia merasa sangat terbantu dengan adanya program KISS ini. Pasalnya, program ini membuat dia tak perlu menunggu semester 7 untuk melakukan penelitian. Bayangan akan lulus cepat dengan IPK tinggi pun sudah di depan mata. Meski program KISS mempermudah Anggia dalam menyelesaikan tugas akhirnya, ia tetap harus bekerja keras. Ia harus merelakan waktu liburannya untuk mengerjakan penelitiannya tersebut. Selain itu, Anggia juga harus rajin berdiskusi dengan dosen pembimbing agar dapat membantunya dalam menyelesaikan masalah penelitiannya. “Tetap ada tantangannya. Beban jadi bertambah karena harus kuliah sambil meneliti dan menulis artikel. Tapi, saya mendapat banyak dukungan dari dosen-dosen pembimbing, oran tua, dan teman-teman. Mereka yang selalu memotivasi dan mengingatkan saya. Selain itu, saya juga merasa kalau saya nggak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Prodi Matematika melalui Program KISS ini. Intinya, banyak pengalaman yang saya rasakan ketika menyelesaikan tugas akhir ini dan saya merasa sangat terbantu dengan adanya program KISS ini,” terangnya. Prodi Pendidikan Matematika memang telah membuat sebuah gebrakan baru berupa program KISS pada 2019 lalu. Program KISS (Karya Ilmiah Setara Skripsi) merupakan program percepatan studi melalui penyetaraan karya ilmiah. Secara umum, karya ilmiah yang dapat diekuivalensikan menjadi skripsi berada dalam tiga kategori. Dua kategori berupa publikasi artikel ilmiah di jurnal, yakni artikel ilmiah yang memperoleh LoA (Letter of Acceptance) dari jurnal nasional terakreditasi atau artikel ilmiah yang memperoleh LoA dari jurnal internasional terindeks. Jika kesulitan menyusun artikel penelitian di jurnal, maka jangan hawatir. Kategori terakhir tidak berbasis artikel jurnal. “Jadi mahasiswa yang memperoleh juara 1, 2, atau 3 di tingkat nasional atau internasional di bidang Pendidikan Matematika, misalnya PKM, LKTI, olimpiade, atau yang sejenisnya yang mengharumkan nama Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMM juga termasuk dalam KISS ini. Tentu itu harus dibuktikan dengan sertifikat, piagam, atau sejenisnya. Nah, khusus yang ini, karena sudah memenangkan lomba, artikelnya tidak wajib dipublikasikan,” ungkap Dr. Moh. Mahfud Efendi, M.M, Ketua Prodi Pendidikan Matematika. Meski terkesan mudah, program KISS diterapkan dengan standar prosedur yang jelas. Mahasiswa yang yang dapat mengikuti program KISS adalah mahasiswa yang menunjukkan hasil belajar yang baik. Pelaksanaan penelitian dan penyusunan artikel tetap berada di bawah pembimbingan dosen. Artikel yang sudah dipublikasikan juga tetap dipertanggungjawabkan di hadapan dosen penguji. “Program KISS ini merupakan sebuah upaya untuk mengapresiasi kemampuan dan karya mahasiswa kita. Ini juga bentuk ikhtiar kita memfasilitasi mahasiswa-mahasiswa kita yang berprestasi untuk lulus lebih cepat. Namun, pelaksanaannya tetap terukur. Ada prosedurnya,” tambah Mahfud. Dengan adanya Pogram KISS, 80% mahasiswa Pendidikan Matematika lulus 3,5 tahun dengan predikat cumlaude pada wusuda UMM periode I tahun 2020. Ke depan, diharapkan ada lebih banyak lagi mahasiswa yang tergabung dalam program ini mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMM benar-benar menjalani studi yang efektif. (fp/can)
Mahasiswa Blusukan Edukasi Covid-19 Warga Kalsel

Wabah pandemi Covid-19 kian hari semakin meresahkan. Meski demikian, tak sedikit masyarakat yangbelumpaham terkait wabah iniserta cara mencegahnya. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang melaksanakan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktimu Negeri berbagi dan memberikan edukasi Covid-19 kepada warga Desa Pandulangan, Padang Batung, Kalimantan Selatan (Kalsel). Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok itu yakni Eddy Wibowo, M. Iqbal Ashidiqie, Najla Syafiqa, Devy Aprilia dan Maulida Mahfudzah dengan dosen pembimbing lapangan Drs. Moh. Jufri, ST. MT.“Protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 harus konsisten diterapkan. Edukasi kepada masyarakat pun perlu terus dilakukan,” ungkap Eddy Wibowo, Ketua Kelompok PMM Bhaktimu Negeri dihubungi Sabtu (6/6). Aksi yang dilakukan mereka terbilang sederhana, yakni dengan membagikan maskerkainserta menyebar selebaran edukasi pencegahan Covid-19.“Masker yang dibagikan kepada masyarakat tersebut adalah masker kain non medis yang dapat digunakan secara berulang namun tetap mampu melindungi dari dari bahaya Covid-19. Selain itu, masker kain dapat dicuci dan digunakan kembali,” ungkap mahasiswa asal Kalimatan Selatan ini. Selain itu, dilanjutkan Mahasiswa Teknik Sipil ini, untuk menguatkan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya covid-19, mahasiswa membagikan sejumlah brosur yang berisikan gejala Covid-19, cara mencegah, cara mencuci tangan yang baik dan benar, etika batuk dan cara memakai masker yang benar, serta melakukan penempelan poster terkait pencegahan Covid-19 di area di Musholla atau Masjid di Desa Pandulangan. Lebih jauh Eddyberharap agar masyarakat selalu waspada terhadap penyebaran virus corona dengan menerapkan pola hidup bersih serta aktif mengenakan masker ketika bepergian keluar rumah. “Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus ini adalah menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap Eddy, mahasiswa angkatan 2017 ini. Program PMM UMM adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa UMM baik secara perorangan atau kelompok yang bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. “Program PMM adalah payung program kegiatan pengabdian kepada masyarakat di UMM yang salah satu bagian di dalamnya termasuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN),” kata Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, ST., MT. di kesempatan lain. PMM akan berbentuk pembuatan, pendampingan, penyuluhan, aplikasi, desain, serta pelatihan Teknologi Tepat Guna. “Terdapat dua bentuk kegiatan, yakni proyek berupa kreativitas, inovasi, dan ide yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Sserta edukasi yang merupakan kegiatan untuk memberikan dan meningkatkan kompetensi, pemahaman/ pengetahuan, ketrampilan dan sikap/ kepribadian,” tandas Nur Subeki. (can)