Bikin Wastafel dari Barang Bekas untuk Warga Lumajang

Di tengah kondisi pandemi Covid-19, tiap orang dituntut untuk berpikir serba kreatif. Termasuk perihal menyediakan berbagai kebutuhan pencegahan tertularnya virus korona. Seperti inisiasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Kabupaten Lumajang yang membuat wastafel dari barang bekas ember tak terpakai. Aksi ini dilakukan 2 mahasiswa yang tengah mengikuti program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktimu Negeri UMM di Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Tak hanya pembuatan wastafel, mahasiswa ini juga membantu penyemprotan disinfektan di rumah warga dan edukasi seputar Covid-19. “Penyebaran virus ini memang cepat dan bahayanya memang ada, tetapi tidak untuk ditakuti. Masyarakat perlu lebih meningkatkan kewaspadaan serta kesadaran pada diri masing-masing,” ungkap peserta program PMM Kabupaten Lumajang, Raden Andika, mahasiswa Program Studi Perikanan angkatan 2017 dihubungi Selasa (9/6) siang. Warga setempat bahkan banyak mengapresiasi tentang program penyemprotan yang selama ini rumah warga belum mendapatkan penyemprotan disinfektan dari pemerintah. “Terimakasih banyak mas, selama ini rumah warga belum mendapatkan penyemprotan disinfektan dari pemerintah,” ucap Kholik selaku warga setempat. Kedepannya, Raden bersama kawan sejurusannya di UMM Mochamad Adam Fahreza ini masih akan terus melakukan kegiatan yang bisa membantu warga sekitar yang terdampak. Di antaranya dengan pemberian sembako, penempelan poster edukasi, serta akan melakukan penyemprotan disinfektan jika ada permintaan dari warga. Masyarakat Kecamatan Lumajang juga diajak untuk selalu memakai masker saat berpergian, mencuci tangan sesuai arahan WHO dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS ini meliputi memakan makanan yang bergizi, banyak minum air putih, berolahraga, tidur dengan porsi yang cukup dan rajin mencuci tangan. Virus corona memang melumpuhkan banyak sektor termasuk ekonomi warga. Banyak warga yang mengeluh kehilangan pekerjaan, kurangnya pemasukan dan lain sebagainya. “Semoga wabah ini segera berakhir dan masyarakat bisa beraktifitas dengan normal kembali,” kata mahasiswa yang juga berasal dari Lumajang ini. Sementara itu, Drs. Moh. Jufri, ST., MT. selaku dosen pembimbing lapang sangat senang dengan kerja keras dan inisiatif mahasiswa bimbingannya yang telah mengedukasi masyarakat Lumajang, sekaligus membantu mengaplikasikannya himbauan Pemerintah yang sesuai standar protokol kesehatan Covid-19. (can)

Khasiat Pangan Sehat Lokal di Masa Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 telah banyak merubah pola kehidupan masyarakat. Termasuk pola masyarakat memilih bahan konsumsi untuk perbaikan gizi keluarga. Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P., guru besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) punya formulasi khusus untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terjangkit Covid-19. Salah satunya dengan pangan sehat lokal. “Kondisi saat ini menyadarkan kita sebagai bangsa agraris yang punya pangan lokal unggul dengan kekayaan hayati yang melimpah untuk memanfaatkan secara maksimal potensi yang kita punya. Semua kekuatan bangsa, keluarga dan hubungan sesama harus melakukan evaluasi segera dan adaptasi yang cepat,” ungkap Guru Besar yang juga merupakan Kepala Laboratarium Sentral UMM. Elfi melanjutkan, dalam menghadapi pandemi Covid-10 ini perlu disikapi dengan tindakan yang cerdas dan tepat, yaitu antara lain menjaga keimanan (keyakinan pertolongan Alloh, Tuhan YME), mengasah ke-ilmuan (percaya kepada orang yang ahli dibidangnya), berikutnya adalah mendukung kesejahteraan bersama. Saat menghadapi Covid-19 ini, dalam keluarga dilakukan upaya perbaikan gizi keluarga melalui pemanfaatan pekarangan, juga membangun rantai pasok pangan (suppy chain) yang baik dengan tetangga, komunitas dan jejaring yang dimiliki (petani, petambak, UKM, pengusaha lainnya). “Sikap berikutnya adalan sikap berkeadilan, yakni membantu bagaimana akses kemudahan pangan diperoleh semua lapisan masyarakat. Tidak ada penimbunan, pemerataan distribusi antar wilayah bahkan pembagian pangan setiap anggota keluarga, sesuai dengan kebutuhan gizi seimbang,” kata Elfi, Senin (8/6). Tips menghadapi pandemi Covid-19 yang belum menemukan obat dan vaksinnya ini, dilanjutkan Elfi, diperlukan pertimbangan memilih dan konsumsi pangan yang cerdas, yaitu halal, thoyib dan terjangkau. Serta harus memperhatikan 7 aspek, meliputi: halal thoyib, legalitas & rekognisi: Perijinan (PIRT/MD), sertifikasi (SH, SNI dll), layak dikonsumsi aspek kesehatan: kadaluarsa, penggunaan bahan tambahan makanannya, sesuai kebutuhan (kesehatan, umur, gender), teknologi penanganan & pengolahan yang tepat/benar (karakter: larut dalam air/lemak, respon terhadap panas, cahaya dll), utamakan produk lokal, dan terakhir utamakan produk keluarga, tetangga, teman, guna mendukung kesejahteraan bersama. “Tindakan mencegah (preventif) adalah pilihan tepat dan lebih baik daripada mengobati, serta dengan mengikuti himbauan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), maka infeksi Covid-19 tidak akan terjadi,” sebut Elfi. Saran lainnya, sambung Elfi, memperbanyak mengkonsumsi pangan, makanan minuman yang dapat mencegah penyakit serta meningkatkan daya tahan/imunitas tubuh. Bahan pangan segar dan olahan yang mengandung protein (kelor), Vitamin C (jeruk),Vitamin A (buah-sayuran), Vitamin B,VitaminD, Mineral seperti Fe, Se, Zink, K, Mg membantu metabolisme tubuh, mencegah infeksi mikrobia (virus dan lainnya), Polifenol seperti pigmen flavonoid (antosianin: bunga mawar, delima, ubi jalar ungu dll), karotenoid, kurkumin (rimpang rempah), minyak atsiri (aromatik kayu putih,sirih, serai, herbal lain), Vitamin (C, A, E) sebagai antioksidan baik, potensial antimrobia bahkan antiinflamasi dan imunudolator. “Jamu tradisional (rempah-rempah), pangan fungsional dan suplemen yang mengandung bioaktif tersebut sedang banyak yang membutuhkan. Pangan sehat yang mengandung prebiotik (serat, inulin) dan probiotik juga bisa andil membantu daya tahan tubuh yang mengkonsumsinya,” sambungnya. Sari minuman sehat (antioksidan tinggi) dari sari bunga mawar lokal temuan Elfi Anis Saati juga turut membantu menekan perkembangan Covid-19 ini, karena mengandung antioksidan tinggi (Saati, ARPN 2016), antimikrobia 3 bakteri (Saati dkk, MJFAS 2018), serta telah diformulasi dengan tambahan rempah-rempah (jahe, kunyit, serai, kayu manis) yang dipercaya juga membantu meningkatkan imunitas tubuh para pelanggannya. “Produk ini terus dikembangkan guna meningkatkan mutu dan variannya, dengan melaksanakan penelitian internal UMM dan terapan Kompetitif Kemenristek DIKTI secara berkelanjutan,” tandas Elfi. (can)

UMM Kampus Swasta Terbaik Jawa Timur versi 4ICU

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di Jawa Timur versi lembaga pemeringkat 4 International College & Universitas (4ICU) tahun 2020. Sementara posisi kedua dan ketiga secara berturut-turut diraih oleh Universitas Narotama (Surabaya) dan Universitas Kristen Petra (Surabaya). Pemeringkatan universitas terbaik verisi 4ICU dilakukan menggunakan uniRank University Ranking yang sudah terdaftar sebagai Global University Ranking oleh IREG Observatory on Academic Ranking and Excellence. Penilaian didasarkan sistem algoritma 5 website yang dianggap netral dan independen yakni: Moz Domain Authority, Alexa Global Rank, SimilarWeb Global Rank, Majestic Reffering Domains, Majestic Trust Flow. Data yang digunakan untuk pemeringkatan diambil dari pekan yang sama untuk meminimalisasi fluktuasi yang ada dan memaksimalkan pembandingan. Selanjutnya, dilakukan penyaringan sebelum masuk proses komputasi untuk mendeteksi adanya outlier dalam data mentah. Untuk perguruan tinggi yang mengadopsi subdomain sebagai halaman muka website resminya, akan dilakukan investigasi dan tinjauan lebih lanjut terhadap Alexa Global Rank dan SililarWeb Global Rank. Ketika outlier terdeteksi dan data subdomain telah ditinjau dan disesuaikan, data matriks web dinormalisasi menjadi skala 0-100 dengan mempertimbangkan sifat logaritma yang digunakan beberapa website digunakan penelitian. Nilai-nilai yang muncul dalam skala tersebut kemudian dikumpulkan berdasarkan algoritma rata-rata yang menghasilkan skor akhir dan peringkat website sebuah perguruan tinggi. Menanggapi pemeringkatan ini, Wakil Rektor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. mengatakan, pemeringkatan tersebut merupakan apresiasi atas hasil kerja sivitas akademika UMM dalam memanfaatkan teknologi informasi di bidang pendidikan, pengajaran dan riset. “UMM terus berupaya meningkatkan kualitas dalam semua aspek yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan. Termasuk ketersediaan sarana dan prasarana yang dimiliki serta kegiatan kemahasiswaan. UMM terus memperkuat kepranataan dan kelembagaan penjaminan mutu yang menjamin kepastian pelaksanaan siklus penjaminan mutu yang meliputi: Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Pengembangan (PPEPP),” ungkap Syamsul, Senin (8/6). UMM juga dipercaya sebagai pelaksana program Perguruan Tinggi Asuh (PT-Asuh). Mandat ini sesuai dengan Surat Keputusan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Republik Indonesia tentang Perguruan Tinggi Pelaksana Program Penjaminan Mutu. Usaha lainnya, UMM terus mengupayakan rekognisi internasional. Saat ini sudah ada beberapa program studi yang telah memperoleh sertifikasi AUN QA dan beberapa sertifikasi internasional lain. Intinya, UMM terus mengupayakan internasionalisasi. Kedua, tuntutan Dunia Usaha dan Industri (DUDI) kian meningkat. Oleh karena itu, UMM terus berusaha memperkuat aktifitas pendidikan dengan memberikan tambahan kompetensi. Misalnya, di UMM telah ada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), Dari lembaga ini, mahasiswa UMM mendapatkan sertifikasi kompetensi dalam skala tertentu. Tentu setelah melalui proses pelatihan dan uji kompetensi. (can)