Ngupination, Ngobrol Daring Besutan Lab Ilmu Pemerintahan

Sejak mewabahnya pandemi Covid-19, pola komunikasi masyarakat pun berubah. Wabah virus ini mengakselerasi pemanfaatan media daring dalam setiap kesempatan. Hal ini juga dilakukan Laboratorium Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam rangka menyoroti praktik politik kebijakan Pemerintah beserta problematikanya melalui forum Ngupination. Yana Syafriyana Hijri, S.IP., M.IP. selaku Kepala Laboratorium Prodi Ilmu Pemerintahan UMM yang juga bertindak sebagai moderator menyampaikan bahwa forum yang disiarkan melalui channel YouTube Lab IP UMM ini digunakan sebagai wadah ilmiah mendiskusikan isu-isu aktual kebangsaan yang dikemas ringan namun tetap berbobot. Misalnya pada Selasa (8/6), Ngupination mengangkat tema ‘’Dinamika Politik dan Kebangsaan di Tengah Pandemi’’ turut menghadirkan dua pembicara yakni M. Khoirul Muaffqin (Staff Khusus Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia) dan Hasnan Bahtiar, MA (Aktivis Muda Muhammadiyah). Dalam penyampaiannya, Hasnan Bachtiar, MIMWAdv. yang merupakan akademisi UMM ini menyebut bahwa kerja keras yang dilakukan pemerintah melalui beberapa kebijakan seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Jaring Pengaman Sosial sangat bergantung pada kemampuan pemerintah mengkomunikasikannya kepada publik. Hasnan yang merupakan Aktivis Muda Muhammadiyah ini menilai, selama ini komunikasi soal Covid-19 kurang terkoordinir dengan baik. Masih sering terjadi silang pendapat antara pejabat pemerintahan yang menandakan lemahnya koordinasi sehingga menimbulkan kebingungan buat publik. Ini berdampak pada ketidakpatuhan publik karena kesimpangsiuran informasi dan sosialisasi yang minim. “Dalam komunikasi krisis, saluran informasi yang terintegrasi atau satu pintu itu sangat penting. Maka, pemerintah perlu membereskan persoalan ini agar kebijakan Covid-19 dapat diterima publik dengan baik,” tutur Hasnan. Sementara Khoirul menerangkan, berdasarkan pengamatannya, semua lapisan masyarakat di Indonesia harus bersatu padu dalam menghadapi Covid-19. Sebagai contoh, tanpa kepatuhan masyarakat langkah pencegahan seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar di beberapa daerah seperti DKI Jakarta dan Surabaya Raya terlihat tidak efektif. “Di sisi lain bantuan sosial yang diberikan pemerintah menghadapi persoalan klasik yaitu keakuratan data,” ungkap Khoirul. Di banyak daerah, sambungnya, penerima manfaat tidak tepat sasaran tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gejolak sosial. Untuk menyelesaikan ini maka sinergitas antara level pemerintahan dan masyarakat sangat dibutuhkan. “Berkaca pada beberapa negara yang berhasil dalam penanganan Covid-19, kepatuhan publik pada protokol kesehatan terjadi karena kuatnya kepercayaan pada pemerintah. Itulah yang saat ini sedang dilakukan pemerintah,” jelas Khoirul. Hal ini, dilanjutkan Khoirul, mengingat keterbatasan anggaran dan konstruksi sosial, budaya dan demografi Indonesia yang kompleks. “Namun pemerintah tetap melakukan hal yang terbaik misalnya melalui New Normal Life agar kehidupan ekonomi tetap hidup dengan tetap memberlakukan protokol Covid-19,” imbuh Khoirul. (can)
Mahasiswa Salurkan Bantuan kepada Warga Sumatera Utara

Jelang diberlakukannya New Normal, seluruh daerah kini mulai bergegas menyiapkan wilayahnya. Misalnya Provinsi Sumatera Utara yang akan mulai memberlakukan New Normal mulai 1 Juli mendatang. Salah satunya yang dilakukan oleh perangkat Desa PIR ADB Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang melakukan kegiatan sosialisasi, sterilisasi, serta penyaluran bantuan Covid-19 dari Pemerintah Kabupaten Langkat kepada warga setempat selama dua hari beturut-turut (8-9/6) kemarin. Muhammad Fitrah, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tengah mengikuti program Pengabdian Masyarakat Bhaktimu Negeri turut melakukan sosialisasi bersama pemuda setempat. Mereka bergerak melakukan sosialisasi kepada warga dengan turun langsung ke dusun-dusun. Juga dilakukannya penempelan kembali beberapa poster tentang upaya pencegahan penyebaran Covid-19 serta pembagian hand sanitizer kepada warga untuk bersiap menghadapi era New Normal ke depan. Kemudian, dilakukan pula strerilisasi kembali dengan penyemprotan disinfektan di tiap-tiap fasilitas publik, seperti Masjid, Gereja, Kantor KUD (Koperasi Unit Desa), Pabrik, Kantor dan Balai Desa, dan tempat-tempat umum lainnya. Kegiatan ini diakhiri dengan melakukan Penyaluran Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Langkat berupa sembako kepada warga Desa PIR ADB pada tanggal 9 Juni di hari Selasa. Muhammad Fitrah mengutarakan betapa pentingnya kolaborasi untuk bersama menghadapi Covid-19. Menurut Ilham Bhakti selaku Kepala Desa PIR ADB Besitang, upaya penanganan dan penanggulan Covid-19 serta mempersiapkan menuju era New Normal ini sangat memerlukan sinergitas dari seluruh pihak. “Kami sangat senang dan apresiasi terhadap support dan andil saudara Muhammad Fitrah (mahasiswa UMM) serta pemuda setempat dalam rangka mempersiapkan Desa PIR ini menuju New Normal nantinya,” tutur mahasiswa angkatan 2017 ini saat dihubungi via WhatsApp Kamis (11/6) . Sementara itu, Drs. Moh. Jufri, ST., MT. sebagai Dosen Pembimbing Lapang PMM Bhaktimu Negeri secara terpisah sangat mendukung kegiatan yang dilakukan mahasiswa bimbingannya yang ikut andil dan bisa berkolaborasi dengan masyarakat Desa PIR ADB Besitang mempersiapkan diberlakukannya New Normal. Persiapan menjelang New Normal diperlukan peran serta semua lapisan termasuk sumbangsih pemikiran dari putra daerah seperti saudara Fitrah,” tandas dosen Fakultas Teknik ini. (*/can)