UMM Segera Buka Vokasi Retail dan Bisnis Online

Era revolusi industri seperti saat ini sangat mempengaruhi ketenagakerjaan karena memberikan tantangan baru yang harus diantisipasi oleh banyak pihak. Didukung dengan industri e-commerce Indonesia dalam 10 tahun terakhir meningkat hingga 17%,selain itu juga dengan diikuti pertumbuhan e-commerce yang sangat pesat. Untuk menjawab hal itu Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Direktorat Pendidikan Vokasi dan Pelatihan UMM segera membuka program studi baru, yaitu Diploma 4 Retaildan Bisnis Onlineyang akan difokuskan pada pada usaha digital. “Kurikulum Prodi Retail dan Bisnis Online ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri yang meliputi pengetahuan,keterampilan untuk membangun karier di industri retail dan bisnis digital,” demikian disampaikan Dr. Tulus Winarsunu, M.Si., Direktur Direktorat Pendidikan Vokasi dan Pelatihan UMM dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) secara daring pada Jumat,(26/6). Prodi Online Bisnis dan Retail ini dirancang untuk menyiapkan lulusan untuk mampu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen umumnya dan mampu mengembangkan teknik pemasaran digital khususnya,sambung Tulus. Hadir dalam FGD tersebut, Rektor UMMDr.Fauzan.M.Pd, Staf Ahli Bidang Staf Ahli  Bidang Inovasi dan Daya Saing Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Ananto Kusuma Seta, Ph.D. Hadir pula sejumlah perwakilan stakeholder yang telah bekerjama dalam pendirian Prodi ini, yaitu dari AVP Public Policy & Government Relations Bukalapak Bima Laga,Rofi Uddarojat dari Asosiasi E-commerce Indonesia,serta Roy N.Mandey Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia.(nov/can)

Luncurkan Website Crowdfunding untuk Masyarakat Kalimantan Utara

BERBAGAI upaya solidaritas dilakukan oleh berbagai kalanganuntuk menggalang dana dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Dampak dari Covid-19 ini sendiri memicu timbulnya rasa kemanusiaan, bukan hanya dari kalangan ‘berada’ saja, melainkan dari kalangan mahasiswa juga. Salah satunya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhammad Iswansyah, yang memprakarsai suatu crowdfunding sosial yang dinamai “Kaltara Bersama”. “Kaltara Bersama adalah sebuah crowdfunding sosial yang menggalang dan mengelola hasil penggalangan dana untuk disalurkan menjadi box makanan atau bahan pokok dengan gizi sempurna bagi mereka yang ikut terdampak dari Covid-19 dan masih perlu bantuan dari banyak orang,” ujar Iswansyah, selaku ketua koordinator tim, dihubungi Jumat (26/6). Iswansyah berserta kawan satu timnya tengah mengikuti program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) UMM. Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil ini menambahkan bahwa gotong royong membuat beban menjadi ringan.Oleh karena itu, ide tersebut muncul agar beban masyarakat yang terdampak akibat Covid-19 dapat terkurangi. Dalam proses pembuatannya, terang mahasiswa asal kota Tanjung Selor ini, dibantu oleh teman-temannya yang berasal dari berbagai daerah. Mereka yakni Selvy Athia Zainun Faqiha, Mufid Zukhruf Bahtiar, Chechyl M.p.m., serta Asyifah Aulia Putri Ramadhina. Selain karena prihatin dengan dampak Covid-19, Kaltara Bersama tercipta sesuai dengan tujuan Program PMM UMM yaitu memberi manfaat kepada masyarakat. Tujuan inidipertegas oleh Drs. Moh. Jufri, ST., MT., selaku dosen pembimbing. “UMM sangat mendukung kreativitas dan inovasi yang dimiliki oleh mahasiswa yang memberi manfaat kepada masyarakat. Namun segala aksi nyata ini harus tetap menjaga nama baik kampus,” kata Jufri yang merupakan dosen Teknik Mesin ini. Hadirnya Kaltara Bersama akan mempermudah masyarakat yang ingin berbagi. Para donatur bisa langsung masuk ke website KaltaraBersama.com. Akan muncul beberapa kolom yang harus diisi seperti nama, jumlah donasi, nomor telepon atau email yang berfungsi untuk mendapatkan resi konfirmasi pembayaran donasi. Jikatelah melakukan pembayaran, donatur tidak perlu mengkonfirmasi pembayaran dikarenakan akan langsung dicek otomatis melalui tiga digit terakhir nominal. Iswansyah dan timnya berkomitmen untuk mengedepankan kehati-hatian dalam pembuatan website ini. Utamanya dengan mengedepankan prinsip transparansi keuangan. “Walaupun ada layanan konfirmasi otomatis, Kaltara Bersama tetap membuka layanan konfirmasi manual melalui kontak yang tersedia. Selain itu, setiap donasi yang masuk atau pengeluaran juga akan terupdate otomatis di website sehingga transparansi menjadi kunci dari crowdfunding sosial ini,” pungkasnya. Ada yang unik dari website Kaltara Bersama dibanding situs penggalangan dana pada umumnya. Selain menyalurkan hasil donasi beruppa sebuah box makanan atau bahan pokok dengan gizi sempurna, mereka juga akan menempelkan/  memberikan berita-berita positif yang informatif terkait penanganan Covid-19 di box untuk mengatasi dampak buruk psikologis dari Covid-19. Masyarakat juga bisa memberikan informasi terkait orang yang berhak mendapatkan bantuan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara selaku organisasi perangkat daerah (OPD) mengapresiasi lantas menyambut baik ide kreatif yang digagas oleh mahasiswa UMM ini. “Kami berharap dengan adanya upaya ini dapat memberikan banyak manfaat kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang terdampak akibat pandemi Covid-19 ini,” ungkap A.M. Santiaji Pananrangi, kepala pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Utara mengapresasi. “Saya ucapkan terima kasih banyak kepada UMM sudah melaksanakan program PMM. Pandemi Covid-19 ini menantang kita semua untuk berinovasi bagaimana membangun,teknologi informasi tentang menangani bencana di daerah Kalimantan Utara,”ujar Santiaji. Ia lantas berpesan agar kerjasama ini dapat berjalan dengan lancar dan bertanggung jawab. Santiaji di sela bertugasnya juga berharap agar kerjasama UMM dan BPBD ini dapat beralih ke kerjasama yang lebih lanjut.(*/can)