Doktor Ilmu Pertanian Target Jadi Prodi Unggul Bidang Pangan dan Energi di ASEAN

DOKTOR Ilmu Pertanian, salah satu program studi muda yang ada di program pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mendapatkan pengakuan akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) berdasarkanKeputusan BAN-PT No. 3999/SK/BAN-PT/Akred?D/VII/2020. Prodi yang berfokus pada jenjang S3 dari pengembangan bidang pertanian yang dipimpin oleh Prof. Lili Zalizar ini menjalani serangkaian persiapan mulai dari penyusunan, pengajuan akreditasi sampai proses terakhir yaitu asesmen lapangan secara daring yang dilaksanakan pada tanggal 10 sampai 11 Juli 2020 yang lalu. Diwawancarai saat diruang kerjanya. Lili Zalizar mengungkapkan timnya sudah mempersiapkan baik dari sisi dokumen serta beberapa pendukung sejak 2019 lalu untuk keberhasilan akreditasi prodi ini. “Sehingga kami dan tim yakin bisa mendapatkan target nilai B sesuai dengan yang ingin kami capai,” ungkapnya. Sesuai dengan visi misinya yang menjadikan Prodi ini unggul baik di tingkat nasional maupun ASEAN di bidang pangan dan energi, Kaprodi yang juga dosen senior di UMM ini juga berharap dengan berhasilnya meraih akreditasi B ini akan semakin mendorong para mahasiswa Prodi S3 Ilmu Pertanian untuk semangat menempuh studinya dan menjadikan lampu hijau bagi mereka yang ingin mengujikan penelitian disertasinya. Sejalan dengan program percepatan dan peningkatan kualitas lulusa, Prof. Akhsanul In’am selaku direktur Direktorat Program Pascasarjana UMM sangat mendukung apa yang menjadi visi misi dari Prodi Ilmu Pertanian. Bentuk dukungan tersebut diwujudkan dalam banyaknya program percepatan, baik bagi mahasiswa dengan memberikan kesempatan dan pelatihan penulisan karya tulis yang berkualitas sampai jejaring publikasi artikel jurnal. Di sisi lain dukungan bagi para dosen pengajar yang ada di Pascasarjana UMM diwujudkan dalam program percepatan Guru Besar yang sudah dilaksanakan dan akan siap untuk melahirkan para guru besar baru bagi UMM. “Diharapkan dengan program tersebut akan memajukan kualitas lulusan mahasiswa dan para dosen pengajar baik di lingkungan pascasarjana dan juga universitas,” kata In’am. (dik/can)

UMM Sosialisasikan New Model PPG 2020

PROGRAM Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Sosialisasi “New Model PPG 2020” bagi dosen dan guru pamong, Sabtu (18/7). Acara dilaksanakan dalam rangka persiapan menjelang pelaksanaan program PPG dalam jabatan angkatan I tahun 2020 pada 3 Agustus hingga 5 Desember 2020 mendatang. Ketua Prodi PPG UMM, Dr. Trisakti Handayani, M.M. menerangkan, perbedaan “New Model PPG 2020” dengan model pelaksanaan PPG sebelumnya terletak pada porsi pembelajaran daringnya. Jika PPG sebelumnya menerapkan hybrid learning yang mengombinasikan pembelajaran daring dan pembelajaran tatap muka, kali ini pembelajaran dilakukan secara daring sepenuhnya. Hal itu dikarenakan PPG kali ini dilaksanakan dalam situasi pandemi Covid-19. “PPG tahun 2020 ini dilaksanakan secara penuh dalam jaringan (daring) difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jadi, kita tidak ada proses pembelajaran tatap muka seperti sebelumnya. Ya, ini adalah dampak dari pelaksanaan PPG di tengah pandemi yang masih berlangsung,” tutur Trisaksi kepada para peserta sosialisasi. Lebih lanjut, Trisakti menguraikan desain program dan aktivitas PPG yang terdiri dari tujuh tahap. Ketujuh tahapan tersebut meliputi pendalaman materi, pengembangan perangkat pembelajaran, review perangkat pembelajaran dan refleksi, PPL (Praktik Pengalaman Lapang) 1 di sekolah asal, review dan refleksi PPL 1, PPL 2 di sekolah asal, dan review dan refleksi PPL 2. Pada akhir program, para peserta PPG akan mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan profesi Guru (UKM-PPG) yang terdiri dari uji kinerja atau praktik mengajar dan uji pengetahuan. Tercatat, ada 291 mahasiswa PPG Dalam Jabatan Angkatan I tahun 2020 yang akan menempuh pendidikan profesi guru di Prodi PPG FKIP UMM. Jumlah tersebut terdiri dari tiga bidang studi yakni Guru Kelas SD (130 orang), Bahasa Indonesia (65 orang), dan Bahasa Inggris (96 orang). Atas capaian tersebut, Dekan FKIP UMM, Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes., mengajak para peserta untuk bersyukur karena Prodi PPG FKIP UMM masih diberi kepercayaan oleh Kemendikbud. “Tidak semua LPTK mendapatkan kepercayaan itu. Dan, kuota yang kita dapatkan pun cukup besar. Total ada 291 peserta PPG dalam PPG Prajab Angkatan I ini,” ungkap Poncojari yang juga menjabat sebagai anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) itu. Tak hanya sosialisasi, juga dijelaskan tahap awal pelaksanaan program PPG, yakni penyegaran bagi guru dan dosen yang akan dilaksanakan selama 5 hari, 20-24 Juli 2020 melalui Learning Management System (LMS). Paparan disampaikan oleh tim teknis UMM, Eko Kurniawan, S.Pd. dan fasilitator inti (fasti) nasional yang terdiri dari guru dan dosen UMM. (fid/can)