Edukasi Covid-19 ke Siswa SMA di Kediri

DENGAN mendukung program pemerintah dalam pencegahan penularan COVID-19, tim Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) 36 Universias Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan sosialisasi dengan tema New Normal kepada siswa-siswi baru SMAN 1 Wates Kabupaten Kediri. Sosialisasi dilakukan secara online menggunakan metode daring dikarenakan masih dalam masa pandemi. Kegiatan ini dibimbing serta diawasi oleh Dosen Pembina Lapangan (DPL) Sendi Lia Yunita, S.Farm, Apt., M.Sc. Pelaksanaan kegiatan PMM ini pada tanggal 1 Agustus 2020. Kegiatan PMM yang dilakukan mengusung judul “Upaya Preventif Dalam Era New Normal”. Upaya ini dilakukan karena dinilai kelompok ini saat ini masih banyak masyarakat yang kurang sadar untuk menjaga kesehatan dalam era new normal. “Banyak dari kalangan kita yang menganggap bahwa di era new normal ini sudah tidak ada lagi virus corona. Sedangkan, sebenarnya era new normal ini kita masih hidup berdampingan dengan virus corona sehingga kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,”  kata ketua tim Muhammad Fauzi Lufthansyahrizal. Baca juga: UMM Runner Up PTS Terbaik se Indonesia Sebelum melakukan sosialisasi, tim PMM 36 UMM telah memberikan sabun cuci tangan serta melakukan pemasangan poster yang berisi tentang barang-barang apa saja yang harus dibawa dalam era new normal ini di beberapa titik lokasi di SMAN 1 Wates Kabupaten Kediri. “Tujuannya untuk mendukung program PHBS dan edukasi COVID-19 di lingkungan sekolah. Selain itu, tim PMM 36 UMM juga memberikan tanaman dalam rangka mendukung program penghijauan di sekolah tersebut,” ungkap Fauzi. Pada webinar yang diadakan, terdapat dua materi yang disampaikan. Materi pertama disampaikan oleh perwakilan dari kelompok PMM 36, yang membahas tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Era New Normal. Antusiasme siswa-siswi SMAN 1 Wates terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Baca juga: Diskursus Pancasila Musti Dihidupkan secara Proporsional dan Kontekstual Materi yang kedua disampaikan oleh Rizka Novia Atmadani S.Farm, M.Sc, Apt. membahas tentang Peran Multivitamin dalam Menghadapi Virus Corona. Penyampaian materi ini dianggap penting karena masih banyak pola pikir yang salah terhadap multivitamin sebagai pencegahan virus corona. “Saya harap dengan adanya sosialisasi seperti ini dapat menambah wawasan adik-adik SMAN 1 Wates sehingga nantinya dapat membantu memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya masyarakat di Desa Wates Kabupaten Kediri,” ujar Rizka Novia. (*/can)

UMM Runner Up PTS Terbaik se Indonesia

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi runner up perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik se-Indonesia. Pemeringkatan ini berdasarkan versi lembaga pemeringkat 4 International College & Universitas (4ICU) tahun 2020 yang dirilis awal Agustus lalu. 4ICU adalah suatu search engine dan direktori yang melakukan penilaian berdasarkan kepopuleran situs yang dimiliki oleh 11.000 perguruan tinggi di seluruh dunia yang telah terakreditasi dan tersebar dalam 200 negara. Seperti yang tertera di laman 4icu.org, Kampus Putih UMM berada di posisi kedua setelah Universitas Bina Nusantara di posisi pertama, dan posisi ke-14 untuk pemeringkatan 600an perguruan tinggi negeri dan swasta Indonesia yang di-ranking. Menyusul PTS lainnya di posisi 15 ada Universitas Muhammadiyah Surakarta dan di posisi 17 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Peringkat ini sekaligus mengukuhkan UMM sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah terbaik se-Indonesia. Ada tiga kriteria utama sebuah perguruan tinggi dapat diikutsertakan dalam penilaian 4ICU. Pertama, terakreditasi oleh badan akreditasi nasional atau daerah setempat. Misalnya, di Indonesia oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Sementara, perguruan tinggi yang belum terakreditasi tak masuk dalam kriteria penilaian 4ICU. Kedua, perguruan tinggi yang menyediakan pendidikan tingkat Strata 1 (sarjana) dan/atau Pascasarjana, baik tingkat Master (S2) atau Doktoral (S3). Dengan demikian, lembaga pendidikan yang hanya menyediakan pendidikan vokasi, pendidikan berbasis militer, kelas-kelas seminar, dan sebagainya tidak dilibatkan dalam penilaian 4ICU. Terakhir, perguruan tinggi yang dinilai menerapkan sistem pendidikan secara langsung dengan bertatap muka, atau lebih dikenal sebagai sistem tradisional, format pendidikan di kelas yang mempertemukan dosen dan mahasiswanya. Artinya, proses pembelajaran dilakukan secara offline dengan fasilitas-fasilitas gedung sebagai sarana pertemuannya. Sementara, metodologi pemeringkatan universitas terbaik verisi 4ICU dilakukan menggunakan uniRank University Ranking yang sudah terdaftar sebagai Global University Ranking oleh IREG Observatory on Academic Ranking and Excellence. Penilaian didasarkan sistem algoritma 5 website yang dianggap netral dan independen yakni: Moz Domain Authority, Alexa Global Rank, SimilarWeb Global Rank, Majestic Reffering Domains, Majestic Trust Flow. Data yang digunakan untuk pemeringkatan diambil dari pekan yang sama untuk meminimalisasi fluktuasi yang ada dan memaksimalkan pembandingan. Selanjutnya, dilakukan penyaringan sebelum masuk proses komputasi untuk mendeteksi adanya outlier dalam data mentah. Menanggapi pemeringkatan ini, Wakil Rektor I UMM Bidang Akademik dan Pengembangan Al Islam dan Kemuhammadiyahan Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. mengatakan, pemeringkatan tersebut merupakan apresiasi atas hasil kerja sivitas akademika UMM dalam memanfaatkan teknologi informasi di bidang pendidikan, pengajaran dan riset. “UMM terus berupaya meningkatkan kualitas dalam semua aspek yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan. Termasuk ketersediaan sarana dan prasarana yang dimiliki serta kegiatan kemahasiswaan. UMM juga terus memperkuat kepranataan dan kelembagaan penjaminan mutu yang menjamin kepastian pelaksanaan siklus penjaminan mutu yang meliputi: Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Pengembangan (PPEPP),” ungkap Syamsul, Selasa (4/8). Selain itu, UMM juga dipercaya sebagai pelaksana program Perguruan Tinggi Asuh (PT-Asuh). Mandat ini sesuai dengan Surat Keputusan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Republik Indonesia tentang Perguruan Tinggi Pelaksana Program Penjaminan Mutu. Usaha lainnya, UMM terus mengupayakan rekognisi internasional. Saat ini sudah ada beberapa program studi yang telah memperoleh sertifikasi AUN QA dan beberapa sertifikasi dan akreditasi internasional lain. Misalnya program studi Teknik Industri Fakultas Teknik yang baru saja memperoleh akreditasi bertaraf internasional dari Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE). UMM juga terus berusaha memperkuat aktifitas pendidikan lainnya. Salah satunya dengan memberikan tambahan kompetensi bagi para alumninya. Misalnya, di UMM telah ada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Dari lembaga ini, alumni UMM mendapatkan sertifikasi kompetensi dalam skala tertentu. Tentu setelah melalui proses pelatihan dan uji kompetensi. “Sudah saatnya UMM untuk melakukan internasionalisasi bersama perguruan tinggi kelas dunia melalui sertifikasi dan akreditasi internasional,” ungkap Koordinator Asisten Rektor UMM Prof. Dr. Ir. Sujono, M.Kes. (can)