Mahasiswa UMM Edukasi Warga Pembuatan Jamu

MAHASISWA Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktimu Negeri melalui program kerjanya memberikan edukasi pembuatan jamu rempah-rempah dan pembuatan masker kain bersama kelompok Dasawisma Rt 15 dan Rt 16 di Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang (3-4/8). Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 33 itu yakni Else Dyah Maya Saputri, Annisa Dyah Febrianti, Rizkika Dwi Meilinda, Risma Ilmi Fazila, dan Karina Putri Ramadhany dengan dosen pembimbing lapang Ary Bakhtiar, SP.,M.Si. mengusung tema “Edukasi Masa Transisi New Normal di Desa Gadingkulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang”. “Pada masa transisi new normal, edukasi kepada masyarakat terhadap pentingnya memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini sangat penting,” ungkap Else Dyah koordinator PMM Bhaktimu Negeri dihubungi Rabu (5/8). Edukasi yang dilakukan oleh mereka tergolong menarik, yakni dengan mengajak kelompok Dasawisma untuk membuat jamu rempah-rempah untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan pembuatan masker kain 2 lapis. Bahan yang digunakan untuk membuat jamu yaitu kunir, jahe, temulawak, sereh dan gula merah. Cara pembuatannya sangat mudah, yaitu potong-potong kecil semua rempah kemudian ditumbuk kasar lalu masukkan kedalam air yang mendidih, tunggu beberapa menit sampai tercium aroma khas jamu selanjutnya koreksi rasa dan jamu siap disajikan. Untuk takarannya setiap 500 ml air dibutuhkan masing-masing rempah 2 ruas. Begitu acara dimulai, warga terlihat sangat antusias mendengarkan arahan dari mahasiswa PMM. Sementara, bahan yang digunakan untuk membuat masker ini tergolong sederhana, yaitu kain (bisa menggunakan kain perca), jarum, benang dan elastis. Kegiatan pembuatan masker dimulai dengan membuat pola masker terlebih dahulu, menggunting pola, dan menjahit pola menggunakan tangan. Semua bahan yang diperlukan sudah disediakan oleh mahasiswa PMM. “Diharapkan dengan adanya pelatihan ini warga dapat mengetahui betapa pentingnya menggunakan masker kain 2 lapis pada masa pandemi ini,” pungkas Else. (*/can)
Tim Mahasiswa UMM Lolos Pendanaan Pemberdayaan Desa Kemendikbud RI

FAKULTAS Pertanian dan Peternakan berhasil meloloskan 2 tim sebagai perwakilan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI). PHP2D merupakan merupakan suatu kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Lembaga Eksekutif Mahasiswa. “Mahasiswa pelaksana PHP2D ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa peduli dan berkontribusi kepada masyarakat di desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera,” kata salah satu dosen pembimbing kelompok, Sri Winarsih, STP., MP. Di sisi lain, lanjut Sri, masyarakat desa diharapkan mampu menemukan dan mengembangkan potensi yang sudah ada untuk diwujudkan menjadi kegiatan nyata atau mengembangkan kegiatan yang telah dirintis masyarakat menjadi lebih berkembang dan bermanfaat sehingga dapat mewujudkan ketahanan nasional di wilayah Republik Indonesia. “Jadi kegiatan ini sudah diinisiasi terlebih dahulu yang dilakukan melalui program PHBD (Program Hibah Dana Desa) sebelum Covid-19. Kemudian diajukan ke PHP2D dari Kemendikbud tahun ini. Ternyata lolos didanai,” ujar Sri. Dua tim FPP yang lolos dalam pendanaan tersebut menawarkan program yang cukup menarik. Tim dari Prodi Teknologi Pangan yang diketuai oleh Istiq Laili Zahro, membuat program berjudul “Inisiasi Industri Olahan Kopi dengan Diversifikasi Produk Kopi Khas Taji untuk Menunjang Pariwisata Mandiri Desa Taji Lereng Bromo”. Sementara tim lainnya dari Prodi Perikanan yang diketuai oleh Nur Syaifudin mengajukan program “Kampung Tangguh dengan Penerapan Teknologi Akuaponik untuk Kemandirian Pangan Keluarga di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang”. Menurut Ir.Henik Sukorini, MP. PhD selaku Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan, tiap Perguruan Tinggi dibatasi hanya 2 tim yang lolos pendanaan. “Saya sangat bangga dengan prestasi ini, karena kedua tim yang lolos berasal dari FPP,” ujarnya. Untuk kedua tim yang lolos pendanaan, Henik mengaku FPP akan memberikan apresiasi berupa sertifikat dan dibebaskan untuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN). “Mereka patut diapresiasi, karena semangat belajar mereka yang tidak surut meskipun di tengah pandemi ini,” tambahnya. (*/can)
UMM Runner Up PTS Terbanyak Peroleh Pendanaan PKM

DIREKTORAT Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) baru-baru ini telah melaksanakan penilaian proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang Tahun 2020. Dalam pengumuman penilaian itu, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi runner up Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang memperoleh pendanaan terbanyak se-Indonesia yakni 55 proposal. Dari tahun ke tahun, proposal PKM mahasiswa UMM yang mendapat pendanaan selalu mengalami kenaikan signifikan. Tahun 2020 ini, menjadi salah satu raihan terbaik bagi UMM. Koordinator Percepatan Prestasi Mahasiswa di Bidang Penalaran, Ir. Henik Sukorini, M.P., Ph.D. menyatakan, raihan terbanyak ini merupakan hasil evaluasi tahun ke tahun dari jumlah proposal PKM yang didanai. Diakui Henik, kesalahan yang umumnya dilakukan mahasiswanya adalah terkait kelengkapan administrasi. “Oleh karena itu, agar kesalahan tidak terulang, tim PKM universitas berkoordinasi dengan tim penalaran di masing-masing fakultas. Kami bekali para tim penalaran fakultas untuk melakukan pendampingan kepada mahasiswa untuk menekankan pentingnya menaati kelengkapan administrasi. Sehingga tidak salah lagi. Alhamdulillah, mahasiswa kami tahun ini mendapat pendanaan PKM sebesar 268 juta rupiah untuk 55 proposal,” kata Henik yang juga Wakil Dekan III Fakultas Pertanian-Peternakan, (6/8). Baca juga: UTBK Camaba Kedokteran dan FIKES Diikuti Ribuan Peserta Upaya lainnya adalah mendorong dosen agar menaruh perhatian agar proposal-proposal yang diajukan mahasiswanya adalah judul-judul yang kreatif. Bagi mahasiswa yang proposalnya didanai juga diberi penghargaan berupa ekuivalensi atau penyetaraan nilai. Misalnya yang lolos di PKM bidang Penelitian Eksakta (PE) bisa diekuivalensikan menjadi tugas akhir kuliah. Bidang PKM lainnya, seperti PKM bidang Pengabdian kepada Masyarakat yang lolos didanai, bisa diekuivalensikan dengan KKN. Salah satu penerima pendanaan PKM misalnya Fakhira Mulyani Putri mengkat judul “Beras Analog Kaya Antioksidan dari Labu Kuning dan Pati Garut Termodifikasi serta Potensinya untuk Mengobati Penyakit Diabetes Militus”. Ada juga karya Nadia Apriola Susanto melalui judul “Quran Script Fading Record: Inovasi Pembelajaran Berbasis Ayat Alquran melalui Metode Script Fading sebagai Intervensi Perilaku Agresi Anak Autis”. Masing-masing mendapat pendanaan proposal sebesar lima juta rupiah. “Kita memang mengupayakan betul agar mahasiswa bisa mendapatkan pendanaan ini. Tak berhenti di situ, tentu kami berharap mahasiswa kami bisa lolos sebagai peserta bahkan menjadi juara di PIMNAS. Kita persiapkan program PKM ini sangat matang dengan melakukan pendampingan kepada mahasiswa secara intensif. Pendanaan ini menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran dan kegiatan kemahasiswaan di UMM,” ujar Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, ST, MT. (can)