Cegah Dating, Mahasiswa UMM Bikin Yoga Daring

Tidak dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 ini telah membawa dampak yang besar pada kehidupan. Ketidak pastian mengenai berakhirnya pandemi membuat banyak orang mengalami gangguan secara psikis yakni stres yang berlebihan. Ketika seseorang tidak dapat mengontrol atau memanajemen stresnya, selain dapat mengganggu sistem daya tahan tubuh, hal ini juga dapat menyebabkan berbagai penyakit, salah satunya adalah dating (tekanan darah tinggi). Melihat kondisi tersebut, sekelompok mahasiswa Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Bhaktimu Negeri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang beranggotakan lima orang yakni Ryzka Faradiana, Dahlia Damayanti, Rizka Arizandi, Muthia Putrinahrisyah, dan Syifa Galih Ardina dengan bimbingan Dr. Fauzik Lendriyono, S. Sos., M.Si menyelenggarakan yoga daring via zoom dan live youtube bersama Komunitas Sanggar Senam Khanza Pare-Kediri (2/8). Yoga daring yang bertemakan “Menjaga Keseimbangan Alami Tubuh” ini diinstrukturi langsung oleh Mina Thalib Baladraf. Manfaat dari yoga ini sendiri sebenarnya adalah dapat meningkatkan fungsi kelenjar endokrin dalam tubuh, meningkatkan sirkulasi darah keseluruh sel dan otak, meningkatkan kapasitas paru saat bernapas, membuang racun dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan memperlambat penuaan, memurnikan saraf pusat yang terdapat di tulang punggung, dan masih banyak lagi. “Pandemi bukan suatu halangan untuk tetap melakukan olahraga, seperti yoga di dalam rumah. Dengan adanya yoga daring ini, diharapkan menambah semangat untuk tetap menjaga kesehatan diri secara fisik dan psikis. Karena benefit dari yoga yakni dapat mengurangi ketegangan tubuh, pikiran, dan mental sehingga tidak rentan megalami stres yang berlebihan di masa pandemi ini,” ujar salah satu anggota kelompok PMM 27 UMM, Syifa Galih Ardina. Dalam yoga daring ini terdapat beberapa sesi, yakni pranayama, pemanasan, asana, restoratif, dan shavasana (relaksasi). Dimulai pukul 08.00 WIB, kegiatan yoga ini berlangsung selama kurang lebih satu jam. Peralatannya pun sederhana, yakni hanya matras atau alas tubuh lainnya agar lutut tidak mudah sakit ketika kegiatan berlangsung. Meskipun ada beberapa peserta yang kesulitan dengan sinyal smart phone-nya, tetapi kegiatan tersebut berlangsung dengan sangat baik dan penuh dengan semangat. “Alhamdulillah, senang sekali bisa bergabung di kegiatan yoga daring ini. Ini merupakan pengalaman pertama saya menjadi instruktur yoga via zoom dan live youtube. Hal ini sangat berkesan karena walaupun kita berada di tempat yang berbeda bahkan jauh di lain kota atau pulau, kita masih tetap bisa yoga bersama,” ujar Mina Thalib Baladraf, instruktur yoga daring ini. (ysn/can)
Dosen UMM Teliti Lempuyang Gajah untuk Perbaikan Performa Ayam Broiler

DOSEN Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) drh. Imbang Dwi Rahayu, MKes. berhasil menemukan formula mujarab untuk perbaikan performa ayam broiler lewat Ekstrak Lempuyang Gajah (Zingiber zerumbet L. Smith). Penelitian itu tertuang dalam desertasi doktoralnya yang diujikan Sabtu, 8 Agustus 2020. Imbang mengusung judul desertasi “Potensi Ekstrak Lempuyang Gajah (Zingiber zerumbet L. Smith) Sebagai Feed Additive: Upaya Pengendalian Salmonelosis Untuk Perbaikan Performa Dan Kesehatan Ayam Broiler”. Peningkatan kasus Salmonelosis yang disebabkan bakteri patogen Salmonella. Enteritidis (S. enteridis) pada ayam broiler telah merugikan secara ekonomis bagi industri perunggasan, karena akibat yang ditimbulkan berupa ganggguan pertumbuhan, penurunan produktivitas, peningkatan jumlah ayam afkir dan peningkatan kepekaan ayam terhadap penyakit lain. Penyakit Salmonelosis juga menduduki arti penting bagi kesehatan masyarakat, karena produk ternak yang terkontaminasi Salmonella sp dapat menyebabkan foodborne disease pada manusia, sehingga produk akan dimusnahkan, yang berakibat peternakan kehilangan peluang bisnis. Baca juga: Tim Mahasiswa UMM Lolos Pendanaan Pemberdayaan Desa Kemendikbud RI Pencegahan Salmonelosis dengan penggunaan Antibiotic Growth Promoters (AGP) sebagai feed additive justru menimbulkan masalah yang lebih besar, yaitu peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik, peningkatan wabah Salmonelosis, kontaminasi bakteri pada produkproduk unggas maupun lingkungan kandang dan sekitarnya, foodborne disease dan residu antibiotik pada produk yang mengancam kesehatan masyarakat sebagai konsumen. “Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 14 / PERMENTAN / PK.350 / 5 / 2017 secara resmi telah melarang penggunaan AGP untuk imbuhan pakan ternak, dimana produknya dikonsumsi manusia,” kata Imbang. Para ahli, sambung Imbang, membuktikan juga adanya dampak negatif penggunaan AGP berupa hambatan pertumbuhan dan kolonisasi bakteri usus yang menguntungkan, termasuk Lactobacillus, Bifidobacteria, Boeteroides, dan Enterococci dan peningkatan resistensi Salmonella spp, termasuk S. enteritidis dan S. typhimurium. Kedua jenis Salmonella spp tersebut berhasil diisolasi dari daging ayam broiler dan terbukti telah resisten terhadap beberapa antibiotik, antara lain: eritromisin, penisilin dan vancomycin, dengan tingkat resistensi 100 persen. Kasus resistensi Salmonella spp berdampak pada semakin sulitnya pengendalian penyakit Salmonelosis pada unggas, sehingga bakteri sering mencemari kandang, air minum dan pakan. “Potensi kekayaan tanaman herbal Indonesia bisa menjadi alternatif substituen AGP yang alami dan bisa dijadikan green product untuk pengendalian Salmonelosis pada ayam broiler. Fitobiotik dalam herbal memiliki berbagai aktivitas, selain sebagai antibakteri, juga sebagai antiinflamasi, antihistamin, antioksidan, immunomodulator dan hepatoprotektor, yang bisa diekstrak dan digunakan sebagai feed additive,” ungkap Imbang. Salah satu alternatif herbal pilihan adalah lempuyang Gajah (Zingiber zerumbet L. Smith), bagian rhizome bisa diektraksi dengan pelarut etanol, sehingga fitobiotik hasil ekstraksi bisa digunakan sebagai feed additive bentuk serbuk dan dicampur dalam pakan ayam broiler. Penggunaan etanol sebagai pelarut merujuk pada hasil penelitian sebelumnya, bahwa etanol merupakan pelarut yang cocok untuk mengekstraksi zat-zat aktif dalam Z. zerumbet yang berupa alkaloid, flavonoid, tannin dan terpenoid. Baca juga: Mahasiswa UMM Edukasi Warga Pembuatan Jamu Hasil penelitian Imbang menunjukkan ekstrak Z. zerumbet yang terbaik mampu menghambat Salmonella spp adalah ekstraksi dengan pelarut etanol 95% dan konsentrasi ekstrak sebesar 10%, sehingga ekstrak ini digunakan sebagai feed additive pada pakan ayam broiler percobaan. Berdasarkan uji penapisan fitokimia, fitobiotik yang terkandung dalam ekstrak tersebut antara lain alkaloid, flavonoid, tannin, dan terpenoid, sedangkan berdasarkan pengujian dengan Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC-MS), ekstrak mengandung Essential Oils (EOs) yang dominan kelimpahannya, yaitu zerumbon, senyawa ini termasuk golongan seskuiterpenoid. Hasil penelitian Imbang menunjukkan bahwa penambahan ekstrak Z. zerumbet pada level 0,67% sampai 1% sebagai feed additive memberikan efikasi tertinggi pada broiler penderita Salmonelosis, pada level tersebut ekstrak mampu menghambat S.enteritidis yang sengaja diinfesikan pada broiler umur 10 hari, artinya aktivitas ekstrak Z. zerumbet sebagai antibakteri tetap stabil sampai saluran pencernaan bagian belakang, yaitu sekum, yang merupakan tempat kolonisasi S. enteritidis. “Efikasi yang tinggi akan mengurangi kontaminasi S. enteritidis dalam feses ke lingkungan, termasuk kandang, pakan, air dan karkas, yang pada gilirannya menekan kasus foodborne disease yang akan menjamin keamanan pangan produk unggas bagi konsumen,” pungkas Imbang. (riz/can)